Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Balita Menelan Baterai Koin, Ini Pertolongan Pertama Menurut Dokter

Kisah balita yang menelan baterai koin, jadi pelajaran untuk semua orangtua

17 November 2022

Balita Menelan Baterai Koin, Ini Pertolongan Pertama Menurut Dokter
Instagram.com/dr.ariani

Bagi Mama yang aktif berselancar di media sosial Instagram, akun salah seorang dokter special anak yaitu dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) tentu sudah tak asing lagi, bukan?

Tak sekadar membagikan informasi kesehatan seputar anak, dr. Ariani juga kerap berbagi kisah yang bisa jadi pelajaran bagi Mama dan Papa. Salah satunya kembali terjadi kasus seorang balita yang menelan benda berbahaya, yaitu baterai koin dan magnet.

Dalam unggahannya beberapa waktu lalu, dokter yang aktif membagikan edukasi di Instagram itu menceritakan kisah seorang balita berusia 3 tahun mengalami beberapa efek samping akibat baterai koin yang ditelannya.

Lantas, bagaimana kronologi kejadian balita menelan baterai koinini terjadi? Berikut Popmama.com rangkumkan sebagaimana yang diceritakan oleh dr. Ariani beserta pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika si Kecil menelan baterai koin.

1. Sedang bertamu

1. Sedang bertamu
Instagram.com/dr.ariani

Dalam cerita yang dibagikan dr. Ariani, balita tersebut diketahui menelan baterai koin saat sedang bertamu. Saat kejadian, sang balita menemukan baterai koin dan magnet di bawah kolong meja.

Hanya dalam hitungan jam, orangtua balita itu langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Baterai koin yang tertelan pun segera ditindak dan diangkat.

Namun sayangnya, baterai koin dan magnet yang ditelannya mengalami kerusakan jaringan yang parah, sehingga sang balita harus mendapat perawatan di ruang ICU.

“Begitu baterai koin tertelan bertemu air liur dan jaringan tubuh, segera terjadi reaksi kimia yang menyebabkan kerusakan parah pada jaringan,” tulis dr. Ariani menjelaskan penyebab kerusakan jaringan pada balita tersebut.

Editors' Picks

2. Efek samping setelahnya

2. Efek samping setelahnya
Freepik/Lifeforstock
Ilustrasi

Meski sudah dilakukan tindakan dengan mengangkat baterai koin dari dalam tubuhnya, rupanya sang balita mengalami efek samping berupa beberapa gangguan tepat 1 minggu setelahnya.

Dilanjutkan oleh dr. Ariani dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa beberapa gangguan yang dialami balita tersebut antara lain:

  • Suara mulai hilang, bahkan saat menangis juga tidak ada suara
  • Tersedak setiap makan dan minum
  • Saat menelan sebagian makanan, masuk ke saluran napas

Kondisi ini dijelaskan oleh dr. Ariani karena dinding esofagus (kerongkongan) hancur dan rusak parah. Sehingga kerusakan bisa terjadi pada jalan napas, pita suara, dan pembuluh darah.

3. Pencegahan agar anak tidak menelan baterai koin

3. Pencegahan agar anak tidak menelan baterai koin
Publicdomainpictures.net

Dalam foto terakhir di unggahannya, dr. Ariani juga menyertakan pencegahan terpenting yang perlu Mama dan Papa lakukan agar si Kecil tidak menelan benda asing yang ada di sekitar, termasuk baterai koin.

Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya tertelan baterai koin yang membahayakan, antara lain:

  • Pastikan penutup baterai pada semua alat elektronik tertutup rapat
  • Cek kembali jangan sampai ada baterai yang tercecer dan mudah ditemukan anak
  • Bila benda asing tertelan, segera bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan sebelum terjadi kerusakan parah

4. Pertolongan pertama bila anak menelan baterai koin

4. Pertolongan pertama bila anak menelan baterai koin
Instagram.com/dr.ariani

Tak hanya membagikan pencegahan agar anak tidak menelan benda asing yang bisa membahayakannya, dr. Ariani juga membagikan pertolongan pertama yang bisa Mama dan Papa lakukan apabila si Kecil sudah terlanjur menelan baterai koin.

Pada unggahan lainnya, dokter anak yang aktif berbagi edukasi kepada orangtua di Instagram pribadinya itu menyebutkan, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah dengan membawa anak ke rumah sakit secepat mungkin.

Namun, selama perjalanan menuju rumah sakit, Mama dan Papa bisa memberikan anak madu sebagai alternatif untuk membantu melapisi sementara antara baterai dengan jaringan. Sehingga dapat melindungi jaringan dari kerusakan hingga baterai berhasil dikeluarkan.

Dijelaskan olehnya, pemberian madu sebagai pertolongan pertama bila anak menelan baterai koin bisa diberikan sebanyak 10 ml atau setara 2 sendok teh, setiap 10 menit dan dengan maksimal pemberian 6 kali.

Kendati madu bisa digunakan sebagai pertolongan pertama untuk melindungi kerusakan jaringan akibat baterai, dr. Ariani juga menambahkan bahwa orangtua sebaiknya tidak memberikan madu apabila si Kecil mengalami kondisi berikut ini:

  • Demam dan infeksi berat
  • Kebocoran esofagus (kerongkongan)
  • Alergi berat terhadap madu/sukralfat
  • Usia di bawah 1 tahun

Selain madu, sukralfat juga sama baiknya dalam mencegah terjadinya kerusakan jaringan akibat baterai koin. Saat anak tiba di rumah sakit, dokter biasanya akan melanjutkan dengan memberikan sukralfat. Namun, Mama bisa memberikannya lebih dulu bila memang di rumah tersedia.

"Madu atau sukralfat sama baiknya. Khusus kasus ini saja, bila tidak ada sukralfat, madu masih boleh dipertimbangkan untuk anak usia di bawah 1 tahun karena manfaatnya lebih tinggi dari risiko," tulis dr. Ariani dalam unggahannya.

Berikut adalah daftar nama dagang obat sukralfat yang beredar di Indonesia. Bisa jadi perhatian bagi Mama dan Papa agar tetap waspada dan segera melakukan pertolongan pertama agar tidak menyebabkan kerusakan parah pada jaringan si Kecil.

Pesan terakhir yang dibagikan dr. Ariani, baterai yang sudah habis atau mati pun tetap bisa menyebabkan jaringan rusak dan terbakar. Jadi, selalu waspada terhadap benda asing apapun yang berada di dektar si Kecil ya, Ma, Pa.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk