Panduan Mengatasi Anak yang Alami Speech Delay, Yuk Lakukan Ini Ma!

Jangan disepelekan, yuk atasi dengan hal-hal berikut

26 Oktober 2021

Panduan Mengatasi Anak Alami Speech Delay, Yuk Lakukan Ini Ma
Pexels/Helena Lopes

Periode emas tumbuh kembang anak terjadi di usia batita atau usia 1-3 tahun. Di usia ini, akan banyak perubahan yang terus dialami oleh anak mama.

Selain perkembangan fisik, komunikasi menjadi proses perkembangan terpenting pada anak usia ini, Ma. Namun kenyatannya, tidak semua anak mengalaminya dengan baik.

Speech delay atau telat berbicara menjadi salah satu masalah yang sering ditemui. Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa anak yang telat berbicara meningkat sebanyak 5-10 persen setiap tahunnya.

Perlu diketahui, normalnya anak yang sudah memasuki usia 1 tahun ke atas sudah bisa mengucapkan setidaknya 5 kata konsisten seperti Mama, Papa, atau kata lainnya.

Namun saat usianya sudah memasuki 2 sampai 3 tahun dan tak kunjung berbicara dengan lancar, atau sekadar mengucapkan potongan kata saja, anak mama bisa saja masuk dalam golongan anak yang mengalami speech delay atau telat berbicara.

Untuk mengatasinya, berikut Popmama.com telah merangkum panduan untuk stimulus yang bisa Mama lakukan pada buah hati yang mengalami keterlambatan bicara.

Coba terapkan secara konsisten hal-hal berikut ini yuk, Ma!

1. Perhatikan gerak-gerik anak

1. Perhatikan gerak-gerik anak
Freepik/diana.grytsku

Ketika si Kecil telat berbicara dan tidak sesuai dengan tahapan usia pada umumnya, cara yang bisa Mama lakukan adalah mencoba lebih memerhatikan gerak-gerik anak dan pahami maksudnya.

Misalnya saja saat si Kecil menunjuk sesuatu, Mama bisa berkata padanya, "Mau mainan yang mana? Yang ini?" atau bisa juga mengatakan "Dadah!" saat anak melambaikan tangannya ke arah orang lain.

Cara ini bisa membantu anak untuk melatih pengucapan pesan yang ingin ia sampaikan pada orangtua atau orang sekitarnya.

2. Bertanya dan bercerita

2. Berta bercerita
Pexels/Gustavo Fring

Meski usia batita belum bisa memahami maksud ucapan orangtuanya secara jelas, namun penting untuk selalu bertanya dan mengajak bicara anak. Misalnya saja melalui bacaan buku cerita.

Cara seperti ini bisa membantu anak untuk memancingnya lebih banyak berbicara, Ma. Caranya pun mudah, cukup dengan mengajak anak bercerita dan melakukan sesi tanya jawab singkat terkait buku cerita yang sudah Mama bacakan tadi.

Editors' Picks

3. Beri batasan penggunaan gadget

3. Beri batasan penggunaan gadget
Pexels/Tatiana Syrikova

Bukan hal yang baru jika penggunaan gadget menjadi salah satu cara pintas orangtua dalam menenangkan anaknya. Meski saat ini penggunaannya seperti sudah menjadi gaya hidup bagi setiap orang, namun bagi anak-anak sebaiknya memberikan batasan waktu.

Seperti yang direkomendasikan American Academy of Pediatrics (AAP), bahwa penggunaan gadget pada anak balita sebaiknya dibatasi hanya 2 jam dalam sehari, Ma. Sebab, adanya gadget menjadi penghambat anak berkomunikasi dengan orang sekitarnya.

Padahal, komunikasi dua arah menjadi cara terbaik untuk melatih anak agar lebih cepat berbicara. Itulah mengapa penggunaan gadget pada anak perlu lebih diperhatikan.

4. Pastikan untuk selalu merespon ucapan anak

4. Pastikan selalu merespon ucapan anak
Freepik/Racool-studio

Ketika si Kecil mengucapkan sepatah-dua kata, cobalah untuk selalu meresponnya dengan penuh antusias. Cara ini membantu anak lebih bersemangat untuk banyak bicara meski kata-kata yang diucapkan masih tidak beraturan.

Tak perlu langsung dikoreksi, Mama cukup memberikan respon yang menyenangkan untuk memancing stimulus anak dalam berbicara. Jika anak sudah terbiasa, barulah Mama bisa mulai mengoreksi ucapannya dan mengajarkan lebih banyak kata baru.

5. Menggunakan kosa kata yang benar

5. Menggunakan kosa kata benar
Freepik/diana.grytsku

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, Mama bisa memulai mengajarkan anak dengan ragam kosa kata yang benar. Di usia ini, anak memang masih terbatas dalam penggunaan kosa kata. Untuk itu perlu pelatihan yang baik dan benar dari orangtuanya.

Hindari menggunakan bahasa bayi saat bicara pada anak ya, Ma. Menggunakan kosa kata yang benar akan lebih membantu si Kecil untuk mengetahui kata yang seharusnya ia ucapkan.

6. Periksakan kondisi pada dokter

6. Periksakan kondisi dokter
Freepik/gpointstudio

Saat Mama merasa si Kecil alami keterlambatan bicara, dan cara-cara pun sudah banyak dilakukan untuk menstimulusnya tetapi tidak ada perubahan signifikan. Maka cara terakhir yang bisa ditempuh adalah memeriksakan kondisi si Kecil pada dokter.

Nantinya dokter akan memeriksa apa saja yang menjadi penghambat anak mama mengalami keterlambatan. Dengan begitu, Mama pun bisa lebih memahami cara mengatasi yang tepat.

Itulah panduan dalam mengatasi anak yang alami speech delay atau terlambat bicara. Jangan disepelekan, Ma. Yuk terus lakukan cara di atas dengan konsisten agar si Kecil lebih cepat berbicara dengan baik dan lancar.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.