Masih banyak orang tua di Indonesia yang mengandalkan kurva pertumbuhan global untuk memantau tumbuh kembang anak. Padahal, penggunaan kurva yang tidak sesuai bisa membuat orang tua salah memahami kondisi si Kecil, bahkan sampai menimbulkan kekhawatiran berlebih seperti mengira anak mengalami stunting.
Dalam Media Briefing yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tema “Mengenal dan Memahami Kurva Pertumbuhan pada Anak” pada Selasa, 14 April 2026, Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan bahwa selama ini Indonesia masih menggunakan kurva WHO yang bersifat universal, sehingga belum tentu relevan dengan kondisi anak-anak di Indonesia.
Berikut Popmama.com mengutip pemaparan Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, pemahaman kurva pertumbuhan menjadi kunci penting agar orang tua bisa memantau tumbuh kembang anak secara tepat.
