Setelah mengetahui beberapa penyebab BAB berdarah pada anak, ada baiknya Mama juga mengetahui cara mengatasi dan pengobatan yang dapat dilakukan ketika itu terjadi pada si Kecil.
Sebelum mengatasi penyebab, Mama sebaiknya melakukan beberapa hal ini ketika menemukan adanya darah atau noda kemerahan pada feses anak mama, diantaranya ialah:
- Memastikan noda darah atau kemerahan pada feses si Kecil bukan merupakan bagian dari makanan yang dikonsumsinya.
- Meningkatkan asupan serat dan memerikan MPASI sesuai dengan kebutuhan anak 1 tahun pada rentang usianya.
- Memberikan si Kecil cairan yang cukup dan segera memeriksakan ke dokter, apabila ia mengalami BAB berdarah disertai lendir dan diare, terlebih jika ia demam. Ini merupakan salah satu pertanda adanya infeksi atau peradangan pada tubuhnya.
Mengenai pengobatan, sebagaimana yang dilansir dari medicalnewstoday.com, pengobatan perlu dilakukan guna mencegah masuknya berbagai bakteri lain pada tubuh si Kecil yang masihlah rentan. Dokter akan melakukan pengobatan yang sesuai dengan penyebab munculnya bercak darah.
Beberapa opsi pengobatan yang dapat dilakukan ialah perawatan nyeri untuk wasir dan fisura anus, antibiotik untuk infeksi tertentu, juga perubahan pola makan yang dapat membantu mengatasi sembelit pada anak.
Itulah dia 6 penyebab BAB berdarah pada anak dan cara menanganinya. Jika BAB berdarah ini tidak kunjung sembuh dan bertambah parah, Mama perlu segera memeriksakan kondisinya ke dokter. Semoga bermanfaat.