Setelah mengetahui salah satu anaknya belum pulang setelah bermain hujan-hujanan, kedua orangtua bergegas untuk mencari anaknya tersebut. Proses pencarian juga dilakukan bersama warga sekitar. Saat itu masih hujan deras, pencarian dilakukan ke selokan sekitar karena khawatir A terperosok ke dalam selokan.
Namun, pencarian tersebut hasilnya nihil. Kedua orangtua korban memutuskan membuat laporan kehilangan anak ke pihak kepolisian. Sebelum akhirnya, A balita yang masih berusia 18 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa oleh seorang warga bernama Slamet yang kebetulan sedang membersihkan selokan yang tersumbat.
Rupanya, A terperosok ke salah satu selokan saat bermain hujan-hujanan. Tubuhnya terbawa arus sekitar 200 meter sampai ke selokan rumah Slamet. Berdasarkan pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dialaminya. Meski begitu, polisi tetap membawa jasad A ke RS Cipto Mangunkusumo untuk melakukan visum.
Adapun saat ini jasad A telah dimakamkan di Bogor, jawa Barat. Orangtua A mengaku telah mengikhlaskan kepergian buah hati mereka.
Itulah informasi tentang seorang balita berusia 18 bulan ditemukan tewas di selokan Matraman. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan semoga kejadian tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh orangtua untuk selalu memberikan pengawasan pada anak-anaknya yang sedang bermain di area luar rumah, khususnya pada anak-anak yang usianya masih kecil.