Pelan-Pelan Ma, Ini 5 Cara Mengatasi Ketakutan si Kecil Tanpa Memaksa

Rasa takut yang dimiliki si Kecil memang wajar, Ma. Namun jika berlebihan, Mama perlu waspada

16 Juni 2021

Pelan-Pelan Ma, Ini 5 Cara Mengatasi Ketakutan si Kecil Tanpa Memaksa
Pexels/pixabay

Perasaan takut tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga memiliki perasaan takut. Baik untuk hal-hal yang belum pernah si Kecil coba, maupun yang sudah.

Sebenarnya, rasa takut merupakan hal alami yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri. Banyak faktor pemicu yang membuat si Kecil menjadi penakut, sekalipun itu adalah hal sepele.

Namun, setidaknya anak-anak memiliki satu pemicu ketakutan terhadap hal tertentu, seperti trauma atau sering ditakut-takuti.

Oleh sebab itu, si Kecil sangat membutuhkan bantuan Mama dan Papa untuk mengatasi ketakutan dan mengumpulkan keberaniannya.

Mama tentu akan merasa senang apabila si Kecil bertindak berani, bukan?

Membuatnya berani juga merupakan hal yang perlu dilatih sejak dini sebagai bekal untuk menghadapi dunia yang kompetitif di masa depan.

Untuk itu, kali ini Popmama.com akan membahas 5 cara mengatasi ketakutan si Kecil agar lebih berani. Simak yuk, Ma.

1. Jangan memaksa si Kecil

1. Jangan memaksa si Kecil
Pexels/keira-burton

Umumnya, anak-anak takut akan sesuatu yang baru.

Untuk itu, Mama perlu memperkenalkan si Kecil terhadap hal-hal baru, termasuk hal-hal yang ia takuti.

Mama bisa memberikan informasi lebih yang berkaitan dengan hal tersebut agar si Kecil dapat memahaminya.

Berikan pula saran kepadanya bagaimana mengatasi rasa takut tersebut.

Namun, Mama tidak boleh memaksa si Kecil. Karena, apabila dipaksakan bisa saja timbul rasa trauma pada si Kecil.

Editors' Picks

2. Tenangkan si Kecil dan beri empati

2. Tenangkan si Kecil beri empati
Pexels/gustavo-fring

Penyebab timbulnya rasa takut muncul berbeda-beda pada tiap anak.

Mungkin, ketakutan si Kecil adalah sesuatu yang lucu. Padahal, rasa takut pada anak merupakan hal yang serius lho, Ma.

Kalau sudah begitu, Mama harus menenangkan si Kecil dengan mengajaknya untuk menarik napas dalam-dalam. Tunjukan pula rasa empati Mama bahwa Mama juga merasakan hal yang dengannya.

3. Beri tahu bahwa Mama akan membuatnya tetap aman

3. Beri tahu bahwa Mama akan membuat tetap aman
Pexels/panditwiguna

Kunci mengatasi ketakutan adalah menghadapinya.

Si Kecil harus bisa menghadapi rasa takutnya dan jangan biarkan ia menghindarinya ya, Ma.

Saat mengalami ketakutan tersebut, sampaikan kepada si Kecil bahwa ia dalam keadaan aman dan tidak ada yang perlu ditakuti karena Mama akan selalu berada di sisinya untuk menjaganya.

Lakukan hal tersebut sesering mungkin sampai keberanian dan kepercayaan dirinya meningkat, Ma.

4. Bantu si Kecil untuk memecahkan masalah

4. Bantu si Kecil memecahkan masalah
Pexels/ketut-subiyanto

Setiap mama dituntut harus tega membiarkan si Kecil menyelesaikan masalahnya sendiri. Dengan begitu, pola pikir si Kecil dapat berkembang.

Akan tetapi, jika si Kecil tidak kunjung bisa menyelesaikan masalah ketakutannya, Mama bisa membantunya dengan menanyakan apa kendala yang ia hadapi terkait ketakutannya tersebut, lalu diskusikan solusinya, dan beri dukungan penuh kepada si Kecil.

Berikan pula saran kepadanya untuk melakukannya secara perlahan demi menghindari terjadinya trauma atau fobia.

5. Ubah ketakutan menjadi hal yang menyenangkan

5. Ubah ketakutan menjadi hal menyenangkan
Pexels/gustavo-fring

Ketakutan yang berlebihan akan membuat imajinasi si Kecil menjadi lebih liar. Mama harus meyakini kalau semua akan baik-baik saja. 

Ubah rasa takut si Kecil menjadi hal yang menggembirakan dengan mengalihkan rasa takut tersebut pada hal-hal yang membuat si Kecil senang.

Itulah 5 cara mengatasi ketakutan si Kecil, Ma. Perlu Mama ingat bahwa keberanian adalah sesuatu yang dapat dikembangkan.

Tidak perlu terburu-buru untuk membentuk keberanian si Kecil, apalagi sampai memaksanya ya, Ma.

Akan tetapi, Mama tetap harus membiasakan si Kecil untuk menghadapi rasa takutnya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk si Kecil.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.