Salmonellosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Penyakit ini sering menyerang sistem pencernaan, terutama pada anak-anak yang sistem kekebalannya masih berkembang. Berikut adalah beberapa gejala salmonellosis pada anak yang perlu Mama waspadai:
Diare Berdarah
Salah satu gejala utama salmonellosis adalah diare, yang terkadang disertai darah. Diare ini bisa muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa hari. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri di usus yang membuat dinding usus teriritasi dan meradang. Jika diare berdarah tidak segera ditangani, anak bisa kehilangan banyak cairan tubuh, yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius.
Demam
Anak yang terinfeksi Salmonella sering mengalami demam tinggi sebagai respons tubuh terhadap infeksi. Demam ini bisa membuat anak merasa lemah, lesu, dan sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Demam biasanya muncul bersamaan dengan gejala lainnya, seperti diare atau muntah.
Muntah
Muntah adalah gejala lain yang umum terjadi pada salmonellosis. Infeksi di saluran pencernaan dapat memicu rasa mual yang berujung pada muntah. Kondisi ini membuat anak sulit mempertahankan asupan makanan dan cairan, sehingga risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.
Dehidrasi
Karena diare dan muntah yang sering terjadi, anak dengan salmonellosis sangat rentan mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi yang serius dan memerlukan perhatian medis segera, terutama pada anak-anak. Tanda-tanda dehidrasi meliputi:
- Mulut dan bibir kering
- Anak terlihat sangat haus
- Air mata berkurang atau bahkan tidak keluar saat menangis
- Frekuensi buang air kecil menurun (popok tetap kering dalam waktu lama)
- Kulit terlihat kering dan tidak elastis
- Anak menjadi lemas dan tampak sangat lelah