Rakhitis pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Kekurangan kalsium pada anak bisa menyebabkan penyakit rakhitis

7 Desember 2021

Rakhitis Anak Penyebab, Gejala, Pencegahannya
Pexels/Kamaji Ogino

Di masa tumbuh-kembangnya, anak perlu mendapatkan asupan gizi dan vitamin yang lengkap dan seimbang. Kekurangan gizi dapat menimbulkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan anak. Rakhitis, misalnya.

Berikut ini Popmama.com merangkum informasi tentang apa itu rakhitis pada anak, serta bagaimana pencegahannya, dilansir dari The Royal Children's Hospital Melbourne:

1. Apa itu rakhitis?

1. Apa itu rakhitis
Pexels/Hasan Albari

Rakhitis adalah penyakit yang menyerang tulang, mengakibatkan tulang menjadi lemah dan lunak. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan vitamin D, terutama kekurangan kalsium atau fosfat. 

Rakhitis kebanyakan terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan pula terjadi pada remaja. 

Editors' Picks

2. Penyebab rakhitis

2. Penyebab rakhitis
Freepik/A3pfamily

Rakhitis kebanyakan terjadi karena faktor defisiensi kalsium dan fosfat. Sangat jarang kasus rakhitis yang terjadi karena diturunkan. Terkadang adanya gangguan ginjal pada anak dapat menyebabkan rakhitis dengan memengaruhi cara tubuh mengelola vitamin D, kalsium, dan fosfat yang masuk ke dalam tubuh. 

3. Gejala rakhitis

3. Gejala rakhitis
Freepik.com

Gejala rakhitis yang perlu diwaspadai orangtua, antara lain:

  • Kaki yang bentuknya tidak normal
  • Terjadi pembengkakan pada pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki karena ujung tulang yang lebih besar dari biasanya
  • Telat tumbuh gigi
  • Adanya masalah dengan lapisan email gigi
  • Penutupan ubun-ubun yang terlambat
  • Tulang tengkorak lunak
  • Pertumbuhan yang buruk
  • Terlambat merangkak dan berjalan

Bayi dan anak-anak dengan rakhitis sering rewel karena tulang mereka yang terasa sakit. 

Terkadang bayi dengan rakhitis memiliki gejala kadar kalsium yang sangat rendah, seperti kram otot atau kejang. Kejang karena kalsium rendah kebanyakan terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun (tetapi dapat juga terjadi pada anak yang lebih besar).

4. Kapan saatnya memeriksakan anak ke dokter?

4. Kapan saat memeriksakan anak ke dokter
Freepik/pressfoto

Apabila anak memiliki salah satu gejala rakhitis di atas, segera periksakan anak ke dokter untuk mendapat rujukan ke spesialis. Spesialis akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar vitamin D, keseimbangan kalsium, fosfat, fungsi ginjal, dan pergantian tulang, tes urin, serta rontgen. 

Anak-anak dengan kadar kalsium sangat rendah (termasuk yang mengalami kejang) perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan tambahan kalsium dan pemantauan jantung karena kadar kalsium yang rendah dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk jantung.

Rakhitis yang disebabkan oleh penyakit keturunan atau masalah ginjal akan ditangani oleh dokter spesialis ginjal dan hormon.

5. Mencegah terjadinya rakhitis pada anak

5. Mencegah terjadi rakhitis anak
Freepik/jcomp

Meskipun rakhitis biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin D, tidak selalu anak dengan vitamin D yang rendah terkena rakhitis.

Rakhitis lebih mungkin terjadi pada bayi dan anak-anak yang asupan kalsiumnya rendah, dan pada bayi yang menyusui dalam waktu lama tanpa memulai makanan padat pada usia normal.

Untuk anak-anak (atau bayi yang belum lahir) yang berisiko rendah vitamin D, rakhitis dapat dicegah dengan:

  • Mengidentifikasi bayi yang berisiko rendah vitamin D dan memulai suplemen vitamin D (400 IU setiap hari) sejak lahir dan berlanjut hingga mereka berusia setidaknya satu tahun
  • Memperkenalkan makanan padat untuk bayi ketika mereka berusia enam bulan
  • Mengidentifikasi dan mengobati vitamin D rendah
  • Rajin berjemur di bawah sinar matahari pagi agar mendapat asupan vitamin D alami 
  • Memastikan anak mendapatkan asupan cukup kalsium dan fosfat dalam makanan mereka (misalnya satu gelas susu, satu cangkir yogurt atau satu potong keju)
  • Makanan dengan vitamin D termasuk ikan berlemak segar (misalnya salmon, herring, mackerel dan sarden), hati, jamur, dan kuning telur. Beberapa makanan memiliki tambahan kandungan vitamin D, seperti margarin dan beberapa sereal sarapan atau produk susu.

Jika anak alergi terhadap susu dan olahannya, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang alternatifnya.

Semoga informasi penyakit rakhitis pada anak di atas dapat bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.