Adab terakhir yang sangat penting adalah tidak meminta-minta barang milik orang lain. Banyak si Kecil yang melihat mainan atau barang menarik di rumah keluarga lalu langsung minta untuk dibawa pulang.
Kebiasaan meminta-minta ini terkesan kurang sopan dan bisa membuat Mama mungkin merasa malu. Apalagi jika dilakukan berulang kali atau dengan cara merengek.
Ajarkan si Kecil bahwa tidak semua yang mereka lihat bisa menjadi milik mereka. Boleh mengagumi atau meminjam untuk dimainkan di tempat, tapi tidak boleh memaksa untuk membawa pulang.
Jika memang ada keluarga yang dengan sukarela ingin memberikan sesuatu pada si Kecil, ajarkan si Kecil untuk tidak langsung mengiyakan. Biarkan Mama yang memutuskan apakah pantas menerima atau tidak.
Jelaskan pada si Kecil bahwa meminta-minta barang sama seperti tidak menghargai apa yang sudah mereka miliki di rumah. Ini juga mengajarkan si Kecil tentang rasa syukur dan tidak tamak.
Jika si Kecil sangat tertarik dengan mainan tertentu, Mama bisa mencatatnya sebagai ide hadiah untuk ulang tahun atau Lebaran nanti. Ini mengajarkan si Kecil tentang kesabaran dan menunggu.
Intinya, Ma, jangan terlalu keras pada si Kecil jika mereka lupa atau melakukan kesalahan. Proses belajar adab butuh waktu dan kesabaran. Yang penting adalah ada perbaikan bertahap, bukan kesempurnaan instan.
Ingat bahwa tujuan mengajarkan adab adalah untuk membentuk karakter yang baik dan peka terhadap perasaan orang lain. Dengan adab yang baik, si Kecil akan lebih dihormati, disayangi, dan diterima dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Adab mana yang paling sulit diajarkan pada si Kecil?