Pertanyaan Ajaib Anak, Bagaimana Ya Cara Tepat Menjawabnya?

Sebaiknya berikan jawaban apa ya?

26 Juli 2021

Pertanyaan Ajaib Anak, Bagaimana Ya Cara Tepat Menjawabnya
Freepik

Semakin bertambah usia, anak-anak akan mulai terbuka dan mengenali lingkungan sekitarnya lebih baik lagi. Tidak heran jika itu menumbuhkan banyak pertanyaan dalam diri anak. 

Melihat si Kecil mulai aktif bertanya menjadi hal yang menggembirakan. Sebab ini merupakan salah satu tanda bahwa kecerdasan mereka tumbuh dan berkembang. Rasa penasaran ini dapat menjadi jembatan awal anak memperoleh berbagai informasi dan ilmu yang baru. 

Pertanyaan anak mama tak selamanya mudah dijawab, benar bukan? Terkadang anak-anak menanyakan hal-hal yang "ajaib" sampai membuat Mama binggung bagaimana cara tepat menjawab mereka.

Pertanyaan seperti, "Apa yang terjadi ketika kita mati?", atau "Bagaimana adik bisa berada di dalam perut mama?" terdengar sulit sekali dijawab bukan. Mengingat mereka mungkin belum mengerti dan siap mendapatkan jawaban tersebut. 

Ternyata ada loh cara efektif menanggapi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak ini. Popmama.com telah menyediakan informasi yang Mama butuhkan untuk mengasah rasa penasaran si Kecil dengan jawaban yang tepat. 

1. Pertanyaan ajaib anak

1. Pertanyaan ajaib anak
Freepik/Zinkevych

Mulai usia 3 tahun ke atas, umumnya anak-anak akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga terbiasa bertanya akan banyak hal. Ini merupakan hal yang baik. karena merupakan pertanda perkembangan kecerdasan anak.

Rasa penasaran ini sendiri membantu anak berpikir dan mengobservasi hal-hal baru mengenai dunianya. Anak-anak yang dibiasakan mengeksplor rasa penasarannya juga dapat mengasah kemampuan berbahasa, sebagaimana mereka menggunakan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan apa yang mereka pikirkan, rasa, atau dengar. 

Maka tidak heran jika anak-anak seiring bertambahnya usia, anak mama mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan membuat Mama binggung. 

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering sekali anak muncul dalam pemikiran anak :

"Mengapa orang bisa muat dalam tv?" 

"Mengapa nenek keriput?"

"Kok bisa adik berada dalam perut Mama?"

"Pacaran itu apa?"

Lalu bagaimana ya cara menjawab yang tepat?

Editors' Picks

2. Masalah dengan orangtua

2. Masalah orangtua
Freepik/wayhomestudio

Pertanyaan anak sebenarnya merupakan hal yang baik. Namun di sisi lain ini menimbulkan masalah baru bagi Mama, yaitu bagaimana cara yang tepat menjawab pertanyaan tersebut.

Mama mungkin berpikir apakah ini waktu yang tepat untuk menjawab pertanyaan anak tersebut? Bagaimana jawaban yang tepat, perlukah kita membuat jawaban lain yang tidak sesuai fakta namun si Kecil pahami maksudnya. 

Salah satu cara terbaik menjawabnya ialah dengan memberikan jawaban sesuai fakta dan menggunakan bahasa yang mudah anak pahami sesuai dengan tingkat perkembangan oraknya. Hindari memberikan jawaban yang sulit untuk anak cerna/anak pahami. 

3. Berikan jawaban sesuai fakta

3. Berikan jawaban sesuai fakta
Freepik/Prostooleh

Sesulit dan seajaib apapun pertanyaan anak, Mama usahakan ya untuk tetap memberikan jawaban sesuai kebenaran yang ada. Sebab melalui rasa penasaran itulah anak-anak mulai belajar mengenai dunianya. 

Memberkan jawaban yang tidak sesuai fakta atau memilih tidak menjawabnya bukanlah cara penyelesaian yang baik. Respon ini malah akan membuat anak binggung dan tidak mendapatkan kejelasan yang mereka butuhkan. Dalam waktu lama ini akan membuat anak memahami hal yang salah atau tidak benar. 

Contohnya ketika anak bertanya, "Mengapa kakak/adik memiliki tubuh yang berbeda denganku?". Cobalah jawab dengan mengenalkan perbedaan anggota tubuh, khususnya bagian privasi mereka. Jelaskan juga bahwa penting bagi anak menjaga dan tidak membiarkan orang lain meliat atau bahkan menyentuhnya. 

Atau ketika berhadapan dengan pertanyaan, "Mengapa adik bisa ada dalam perut Mama?". Mungkin jelaskan dengan jawaban yang sederhana, dan sesuai dengan fakta. Coba juga minta pendapat si Kecil untuk mengetahui hal apa yang kemungkinan mereka pahami sebagaimana yang dilansir dari brighthorizons.com.

4. Dengarkan dengan baik pertanyaan si Kecil

4. Dengarkan baik pertanyaan si Kecil
parenting.firstcry.com
Ilustrasi

Ketika kamu dihadapkan dengan pertanyaan anak, usahakan untuk tidak terburu-buru menjawabnya. Berhentilah sebentar dan pilih kata-kata yang tepat untuknya.

Seringkali anak pertanyaan anak bukan berarti mereka bertanya apa yang kamu pikir mereka tanyakan. Kamu dapat memberikan jawaban yang berlebihan dan belum tentu mereka butuhkan atau bahkan belum siap untuk itu. Perhatikan untuk selalu memberikan anak jawaban sesuai dengan informasi yang dapat mereka terima. 

Kamu juga dapat bertanya terlebih dahulu untuk memastikan jawabanmu sesuai dengan apa yang si Kecil butuhkan. Seperti ketika mereka bertanya mengenai, "Mengapa kita tidak kaya?". Coba tanyakan kembali apa arti kaya bagi mereka. Apakah itu berarti si Kecil dapat mendapatkan semua yang mereka mau? Atau mungkin berarti ia ingin melihat kalian seperti orang tua teman-temanya. Dari sana berikan jawaban yang tepat sesuai pemahaman anak mama. 

5. Berikan jawaban yang mereka pahami

5. Berikan jawaban mereka pahami
Freepik/user23443555

Seperti yang disinggung sebelumnya, untuk menanggapi pertanyaan anak, Mama sebaiknya tetap memberikan jawaban yang sederhana sesuai dengan pemahaman anak. 

Hindarilah jawaban yang terlalu rumit atau penjelasan yang terlalu padat. Daripada begitu Mama cukup menjawab dengan hal-hal yang jelas dan sederhana. 

Ketika anak bertanya mengapa dari mana mereka lahir, kamu dapat mengatakan dari rahim Mama. Jelaskan juga bahwa rahim hanya dimiliki oleh perempuan sehingga Papa tidak dapat melahirkan. 

Atau ketika anak bertanya mengapa Mama/Papa bekerja, kamu dapat menjawabnya dengan menjelaskan bahwa setiap orang bekerja. Orang-orang mengusahakan yang terbaik untuk membahagiakan keluarganya. 

Hindari pemikiran ragu dan takut untuk menjawab pertanyaan si Kecil ya, Ma. Sebab ini menjadi langkah pertama anak untuk lebih terbuka dan mengenal dunianya lebih lagi. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.