Mama Perlu Tahu, Ini Berat Badan Anak Usia 5 Tahun yang Ideal

Berat yang ideal tidak dapat dinilai dari gemuk atau kurusnya badan anak-anak

17 Januari 2021

Mama Perlu Tahu, Ini Berat Badan Anak Usia 5 Tahun Ideal
Pixabay/finelightarts

Pertumbuhan fisik anak menjadi hal penting yang menjadi perbincangan para orangtua. Hal ini karena perubahan fisik dapat dilihat secara langsung dan cukup mencolok. Hingga tak heran jika fisik menjadi salah satu tolok ukur tumbuh kembang anak-anak. 

Misalnya, pada anak 5 tahun yang memiliki ukuran badan besar dan tinggi dinilai bahwa capaian tumbuh kembangnya telah berhasil. Sebaliknya, anak dengan usia sama yang ukuran badannya cenderung kecil dianggap tidak tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Padahal, untuk mengetahui tumbuh kembang anak tidak dapat dinilai dari hal-hal seperti itu, Ma. Ada panduan khusus yang dengan tepat dapat menentukan tumbuh kembang anak sudah maksimal atau belum. 

Dalam menghindari kesalahpahaman ini, berikut Popmama.com jelaskan berat badan yang ideal untuk anak usia 5 tahun. Disertai hal-hal penting yang perlu diperhatikan, berkaitan dengan berat badan anak. 

Editors' Picks

1. Berat badan ideal anak usia 5 tahun

1. Berat badan ideal anak usia 5 tahun
Pixabay/StartupStockPhotos

Perlu diketahui para orangtua bahwa berat yang ideal tidak dapat dilihat dari gemuk atau kurusnya badan anak-anak. Terdapat sebuah panduan khusus berat badan anak berdasarkan surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antopometri Penilaian Status Gizi Anak.

Panduan ini dikeluarkan langsung oleh Kementrian Kesehatan RI dan telah disesuaikan dengan ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut berat badan anak usia 5 tahun yang ideal.

  • Berat badan anak laki-laki: 14,1–24,2 kg, dan
  • Berat badan anak perempuan: 13,7–24,9 kg. 

Selain berpedoman pada panduan Kemenkes, Mama mungkin juga dapat memantau tumbuh kembang anak dengan kurva berat badan yang telah ditentukan oleh WHO. Apabila ditemui kesulitan, Mama bisa meminta pertolongan pada dokter anak, perawat, atau bahkan bidan dalam mengukur berat badan menggunakan kurva ini. 

2. Hal yang dapat dilakukan jika berat badan kurang

2. Hal dapat dilakukan jika berat badan kurang
Pixabay/9lnw

Setelah mengetahui berat badan yang ideal untuk anak usia 5 tahun, Mama pun langsung menyesuaikan dengan keadaan anak. Lalu, bagaimana jika ternyata berat badan si Kecil kurang atau belum mencapai ukuran yang sesuai dengan ketentuan?

Sebenarnya, berat badan anak yang kurang dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya karena beberapa hal berikut:

  • asupan nutrisi yang tidak memadai,
  • adanya gangguan nafsu makan,
  • pengaruh pengobatan tertentu,
  • alergi makanan,
  • terdapat masalah dalam saluran pencernaannya sehingga makanan tidak dapat diproses dengan baik. 

Namun, Mama masih memiliki harapan untuk mencapai berat badan anak yang ideal. Berikut tips yang dapat dilakukan agar berat badan anak meningkat, Ma. 

  • perhatikan asupan makanan anak

Makanan merupakan salah satu kunci dalam usaha menaikkan berat badan anak. Maka, Mama perlu memerhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh anak setiap harinya. 

Berikanlah makanan dengan kandungan karbohidrat atau kalori yang cukup tinggi, tetapi imbangi juga dengan nutrisi lain dengan menambahkan sayur dan buah-buahan. Hal ini agar kebutuhan gizinya tetap seimbang. 

Perhatikan jadwal makannya, usahakan anak dapat makan rutin sebanyak 3 kali sehari. Selingi juga dengan memberikan camilan di sela-sela waktu makannya. 

Perlu diingat bahwa, hal terpenting dari memberikan makanan untuk anak adalah kualitas, bukan kuantitasnya. Jadi, hindari memberi makanan terlalu sering atau berlebih. Tetap kendalikan sesuai kebutuhan dan perhatikan takaran nutrisinya.  

  • pastikan anak tetap aktif

Hindari menganggap bahwa anak dengan berat badan yang kurang tidak boleh melakukan aktivitas fisik. Biarkanlah anak mama dan papa tetap aktif bermain atau mungkin berolahraga.

Namun, tetap didampingi agar anak terhindar dari hal-hal tidak diinginkan, ya. Mengingat berat badannya yang belum memadai, orangtua mungkin perlu melakukan konsultasi terkait berapa banyak waktu untuk melakukan aktivitas fisik sehingga anak tak kelelahan. 

Selain menyenangkan, beragam aktivitas fisik yang dilakukan anak dapat melatih otot tubuh, serta meningkatkan tumbuh kembang tulang. 

  • pantau terus berat badan anak

Apabila Mama telah melakukan tips di atas dengan baik, lakukanlah pemantauan. Pastikan bahwa anak mengalami perubahan.

Arahkan anak untuk menimbang dan lihat apakah berat badannya bertambah. Namun, Mama tidak perlu kecewa jika belum membuahkan hasil. 

Tetap fokus untuk memberikan segala hal terbaik untuk anak. Dengan tetap semangat memberikan asupan nutrisi yang optimal sehingga anak dapat tumbuh lebih baik. Apabila diperlukan, Mama mungkin bisa memberikan vitamin tambahan. 

3. Bila berat badan berlebihan, apa yang harus dilakukan?

3. Bila berat badan berlebihan, apa harus dilakukan
Pixabay/Skitterphoto

Berat badan yang berlebihan pada anak-anak juga dapat menjadi masalah tersendiri bagi orangtua. Jadi, badan anak yang besar atau gemuk tidak selalu dapat dianggap sebagai ukuran ideal.

Bahkan, dapat menyebabkan masalah serius di kemudian hari. Misalnya, dapat meningkatkan risiko atau diabetes, Ma. 

Jika anak mama memiliki berat badan yang berlebihan, mungkin dapat mengikuti cara berikut agar tubuhnya bisa mencapai ukuran ideal dan tetap sehat:

  • konsultasikan dengan dokter

Dalam mengatasi anak dengan berat badan berlebihan, Mama atau Papa sebaiknya tidak mengambil keputusan secara sepihak. Baiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak. 

Beberapa hal yang mungkin disarankan oleh dokter, yaitu mengurangi porsi makanan anak. Serta mengantikan menu makanan dengan sesuatu yang lebih sehat. Dengan memilih bahan makanan yang lebih rendah kalori.

Namun, lakukan dengan perlahan agar anak tidak terlalu terkejut dengan perubahan yang ada. Berikan pemahaman sederhana juga bahwa makan dengan porsi berlebih dapat menyebabkan masalah kesehatan. 

Apabila anak senang ngemil, sediakan camilan yang lebih sehat. Misalnya, buah-buahan segar kesukaannya. Cegah anak mengonsumsi cokelat, soda, makanan manis, atau makanan cepat saji lainnya. 

Kemudian, hindari untuk membiarkan anak makan dengan menonton TV. Biasanya, anak akan menghabiskan waktu yang lebih lama jika makan dibarengi dengan menonton TV.

Tanpa disadari, hal ini pun memicu anak untuk makan lebih banyak. Apalagi dipengaruhi iklan yang tayang di TV, anak mungkin saja terpicu untuk makan terus-menerus. 

  • aktivitas fisik yang seimbang 

Pada anak-anak yang memiliki berat badan lebih, aktivitas fisik sangat berperan penting. Gerak tubuh yang seimbang akan membantu tubuh membakar lemak atau kalori. 

Jadi, ajaklah anak mama untuk terus bergerak. Bisa dengan bermain di luar rumah, seperti bersepeda atau sepak bola. Bahkan, hal sederhana lain, dengan berjalan atau berlari bersama hewan peliharaannya. 

  • pastikan istirahat yang cukup 

Penting diketahui bahwa istirahat yang cukup dapat memengaruhi berat badan anak, lho. Kekurangan waktu tidur akan memengaruhi sistem metabolisme atau kinerja seluruh organ dalam tubuh. Hal ini pun dapat memicu obesitas.  

Bahkan, sebuah penelitian yang dikutip dari laman resmi Harvard menyebutkan bahwa kurangnya tidur dapat menyebabkan beragam penyakit berbahaya. Mulai dari penyakit jantung, diabetes, depresi, hingga risiko kematian dini. 

Menurut ketentuan Kemenkes, berikut waktu istirahat yang cukup untuk anak-anak, berdasarkan usia:

  • usia 0–1 bulan, membutuhkan waktu tidur selama 14–18 jam sehari,
  • usia 1–18 bulan, membutuhkan waktu tidur selama 12–14 jam sehari,
  • usia 3–6 tahun, membutuhkan waktu tidur selama 11–13 jam sehari,
  • usia 6–12 tahun, membutuhkan waktu tidur selama 10 jam sehari, dan
  • usia 12–18 tahun, membutuhkan waktu tidur selama 8–9 jam sehari. 

Itulah beberapa informasi penting terkait ketentuan berat badan ideal pada anak usia 5 tahun. Disertai beberapa tips penting terkait berat badan anak. Semoga dapat bermanfaat, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.