Stimulasi untuk Anak agar Siap Menghadapi Masa Depan

Tak hanya kemampuan akademik saja yang perlu diasah, Ma

28 September 2020

Stimulasi Anak agar Siap Menghadapi Masa Depan
Unsplash/Alvin Mahmudov

Setiap orangtua biasanya menginginkan segala hal terbaik agar proses tumbuh kembang anak berlangsung maksimal sehingga berhasil di masa depan. Beragam usaha pun akan orangtua tempuh agar masa depan si Kecil sesuai harapan. 

Selama ini Mama dan Papa mungkin berpikir bahwa anak yang dapat menghadapi masa depan dengan baik adalah harus pintar secara akademik. Namun, hal tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar, lho. 

Ada hal penting lain, yaitu life skill. Kombinasi kemampuan akademik dan life skill dapat memungkinkan anak untuk beradaptasi dalam situasi di masa depan. 

Mengingat masa depan masih penuh ketidakpastian, orangtua perlu menyiapkan bekal untuk anak sebaik mungkin. Salah satunya dengan memberikan stimulasi yang tepat. 

Berikut Popmama.com jelaskan mengenai hal-hal penting untuk anak sehingga siap menghadapi masa depan. Dikutip dari pernyataan Neha Vaswani dan dr. Reza Fahlevi, Sp. A dalam acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 bersama Cerebrofort. 

POPAC 2020 merupakan event tahunan Popmama.com yang didedikasikan untuk para keluarga millennial. Diselenggarakan pada 28 September-3 Oktober 2020 secara virtual melalui platform website, Zoom, dan WhatsApp agar dapat dinikmati oleh keluarga Indonesia dengan tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19.

1. Tak hanya kemampuan akademik, life skill juga penting

1. Tak ha kemampuan akademik, life skill juga penting
Dok. Popmama.com/Novy Agrina

Sebagai usaha dalam mempersiapkan masa depan anak yang baik, Mama perlu tahu bahwa kemampuan akademik bukan satu-satunya penentu. Ada hal penting lain yang perlu diperhatikan, seperti life skill, Ma. 

"Masa depan itu tidak sama dengan hari ini dan penuh ketidakpastian. Apalagi dalam kehidupan anak di 20 tahun yang akan datang pasti sangat berbeda dengan kehidupan sekarang. Jadi, orangtua sebaiknya bisa menciptakan peluang untuk anak agar sukses di masa depan," jelas Neha Vaswani, Co-founder happyteepee.id pada Senin (28/9/2020). 

Jadi kemampuan akademik bukanlah suatu keharusan, tetapi life skill juga penting, seperti kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kemampuan adaptasi dan kasih sayang. 

2. Bermain sebagai salah satu stimulasi tumbuh kembang

2. Bermain sebagai salah satu stimulasi tumbuh kembang
Dok. Popmama.com

Terkadang, orangtua terlalu memaksakan anak agar terus belajar. Bahkan melupakan hak si Kecil untuk bermain.

Padahal, bermain tidak selalu buruk bagi anak-anak karena dengan bermain buah hati Mama dapat belajar banyak hal. Bermain bisa menjadi salah satu stimulasi dalam tumbuh kembang anak untuk menghadapi masa depannya. 

"Salah satu cara untuk memberitahukan anak tentang masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, yaitu membiarkannya bermain. Bermain ini dapat menjadi stimulasi selama tumbuh kembang anak. Biarkanlah anak bermain bebas sehingga bisa bereksplorasi," jelas Neha. 

Ia menambahkan, waktu bermain anak juga merupakan waktu belajar. Salah satu cara memanfaatkan waktu bermain untuk belajar, yaitu dengan memberikan contoh yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. 

Misalnya, saat bermain masak-masakan dan Mama membacakan resep makanan bersama anak, di mana 1 buah kue memerlukan 3 butir telur.

Lalu, Mama mengajukan pertanyaan tentang perkalian dengan cara "Berapa butir telur yang dibutuhkan untuk membuat 2 buah kue?."

Mama bisa langsung menghitungnya bersama buah hati. Selain menyenangkan, waktu bermain ini pun dapat menjadi sarana belajar perkalian. 

"Cara seperti ini dapat memudahkan anak dalam belajar karena diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Selain itu, anak juga tidak mudah bosan," jelas Neha. 

Editors' Picks

3. Pentingnya tumbuh kembang optimal untuk masa depan

3. Penting tumbuh kembang optimal masa depan
Unsplash/Mael Balland

Tumbuh kembang anak menjadi hal utama dan paling penting untuk memastikan masa depannya dengan baik, Ma. Secara garis besar, tumbuh kembang anak terbagi dalam 4 aspek, yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan psikososial.

Dengan terpenuhinya keempat aspek tumbuh kembang tersebut, maka anak dapat menjadi manusia berkualitas yang siap menghadapi masa depan. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan potensi.

Jadi, orangtua sebaiknya dapat mencari potensi mana yang bisa dikembangkan agar berkualitas. Hindari untuk memaksakan sesuatu di luar kemampuan anak, Ma. 

"Tumbuh kembang dapat menjadi jalan anak menuju manusia yang berkualitas di masa depan. Manusia berkualitas dapat ditandai dengan kemampuan anak dalam berinteraksi di lingkungan sekitar dan kemampuan dasar baik," jelas dr. Reza Fahlevi, Sp.A, Dokter Spesialis Anak. 

4. Tumbuh kembang memengaruhi perkembangan otak

4. Tumbuh kembang memengaruhi perkembangan otak
Unsplash/Caroline Hernandez

Penting bagi orangtua untuk mengetahui bahwa tumbuh kembang anak berhubungan langsung dengan perkembangan otak. Maka, proses tumbuh kembang ini sebaiknya diawasi dengan baik sehingga dapat berjalan maksimal. 

"Sekitar 70–80% massa otak bertumbuh pada 100p hari pertama, yaitu saat anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Bentuk sel otak ini seperti akar tunggal. Jadi, ketika anak diberikan nutrisi dan stimulasi dengan baik, sel yang mirip seperti akar tersebut akan tumbuh bercabang sehingga semakin banyak di dalam otak," kata dr. Reza menjelaskan. 

Kemampuan anak pun akan semakin baik, Ma. Misalnya dalam menganalogikan sesuatu dan mengaitkan suatu hal dengan hal lainnya.

Jadi, proses tumbuh kembang ini menjadi sesuatu yang berpengaruh pada otak. Semakin berkembang kemampuan dan otaknya, maka akan baik pula masa depannya.  

5. Karakter anak yang siap menghadapi masa depan

5. Karakter anak siap menghadapi masa depan
Unsplash/Edward Cisneros

"Sebuah penelitian tentang perkembangan kognitif anak menyebutkan bahwa karakter anak yang siap menghadapi masa depan tidaklah harus berprestasi di sekolah. Namun, hal paling penting adalah anak perlu kreatif dengan menciptakan sesuatu yang bersifat asli (original) dan mengembangkan kecerdasan ganda," ungkap Neha. 

Kecerdasan ganda meliputi 4 hal, di antaranya:

  • Interpersonal intelligence, kemampuan anak mengenali dirinya sendiri,
  • Intrapersonal intelligence, kemampuan anak dalam bercakap dan bekerja sama,
  • Naturalist intelligence, kemampuan anak memahami lingkungan sekitar, dan 
  • Existencial intelligence, kemampuan anak dalam memahami sejarah dan sifat keberadaan manusia. 

"Kemampuan tersebut mungkin tidak semuanya diajarkan pada tingkat pendidikan formal, tetapi bukan berarti tidak penting. Anak tetap perlu memahami hal-hal tersebut agar karakter siap menghadapi masa depannya terbentuk," tutupnya. 

6. Faktor tumbuh kembang buah hati yang perlu diketahui

6. Faktor tumbuh kembang buah hati perlu diketahui
Dok. Popmama.com

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Secara garis besar dibagi dalam 2 hal, yaitu:

  • Internal, yang meliputi faktor genetik dan hormonal, serta
  • Eksternal, yang meliputi asah (stimulasi), asih (kasih sayang dan dukungan emosional), dan asuh (nutrisi, imunisasi, fasilitas pendukung kesehatan). 

Faktor nutrisi inilah yang sangat penting untuk diperhatikan, Ma. Mengingat nutrisi dengan gizi seimbang dapat membantu proses tumbuh kembang buah hati agar maksimal.

"Nutrisi terbagi dalam 2 jenis, yaitu nutrisi makro yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi mikro yang terdiri dari vitamin dan mineral," jelas dr. Reza. 

Seluruh nutrisi tersebut, baik makro maupun mikro sebaiknya dipenuhi. Dengan cara memberikan anak makanan bergizi seimbang dan menu yang bervariasi. Bila perlu, berikan juga multivitamin sebagai asupan tambahan sesuai kebutuhan. 

"Nutrisi tersebut akan membantu pertumbuhan fisik serta otak anak. Anak pun dapat meraih potensi sebanyak-banyaknya sehingga siap menghadapi masa depan," imbuhnya. 

Itulah beberapa aspek penting saat memberikan stimulasi dalam tumbuh kembang anak sehingga siap dengan masa depan. Semoga dapat bermanfaat bagi Mama dan Papa, ya. 

Cek sesi interviewnya disini: 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.