Tanda Anak Mama Sudah Siap Berhenti Tidur Siang

Beberapa sikap anak berikut ini mungkin menandakan bahwa si Kecil telah siap berhenti tidur siang

26 Februari 2020

Tanda Anak Mama Sudah Siap Berhenti Tidur Siang
Unsplash/Jelleke Vanooteghem

Momen tidur siang bagi anak mungkin menjadi hal yang paling ditunggu Mama. Selain sebagai istirahat anak setelah bermain dan belajar, juga dapat menjadi waktu Mama merenggangkan badan dari penatnya urusan si Kecil dan rumah. Mama pun bisa ikut tidur sebagai pemulihan tenaga akibat jam tidur yang berkurang. 

Namun, tidur siang tidak selamanya diperlukan oleh anak. Anak Mama bisa saja ingin berhenti tidur siang seperti biasa. Meskipun tidur siang dapat membantu anak lebih tenang dan nyenyak ketika tidur di malam hari. 

Perubahan ini mungkin akan membuat bingung atau khawatir ya, Ma, tetapi berhentinya tidur siang bisa menjadi tanda bahwa anak telah tumbuh semakin besar. 

Selain itu, anak yang berhenti tidur siang cenderung tidur sepanjang malam sehingga membantu Mama tidak terbangun di malam hari. Mama dan Papa pun akan nyaman tidur hingga esok harinya.

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan kapan waktu si Kecil berhenti tidur siang dan apa saja yang perlu orangtua perhatikan dalam perubahan jam tidur ini. 

Editors' Picks

1. Kapan anak bisa berhenti tidur siang

1. Kapan anak bisa berhenti tidur siang
Pexels/Sam K

Setiap anak memiliki energi yang berbeda sehingga waktunya berhenti tidur siang tidak bisa disama ratakan.

Anak Mama mungkin akan lebih cepat berhentu tidur siang dibandingkan dengan teman sebayanya.

Seberapa banyak waktu tidur di malam hari dan seberapa aktif anak di siang hari juga dapat memengaruhi waktu berhenti tidur siang.

Namun, sebagian anak-anak akan berhenti tidur siang ketika mendekati masa prasekolah. Dilansir dari Parenthood, National Sleep Foundation (NSF) memperkirakan bahwa hanya sekitar 50% anak-anak berusia 4 tahun yang masih tidur siang. Sedangkan pada anak-anak usia 5 tahun hanya 30% yang masih terbiasa tidur siang.

Jika balita biasanya tidur siang selama 2 kali dalam sehari, yaitu ketika di pagi dan sore hari.

Balita akan beralih tidur siang menjadi satu kali dalam sehari kurang lebih selama 18 bulan.

Tidur siang kemudian secara bertahap berkurang selama beberapa tahun ke depan. Hingga pada usia 5 tahun, sebagian besar anak tidak lagi tidur siang secara teratur.

Jadi, tidak ada aturan atau waktu pasti kapan si Kecil berhenti tidur siang. Perbedaan antara keduanya, yaitu anak yang tidak tidur siang akan lebih lelap ketika beristirahat di malam hari. 

2. Tanda anak berhenti tidur siang

2. Tanda anak berhenti tidur siang
Freepik/prostooleh

Pada usia tertentu, mungkin anak akan menolak ketika Mama meminta mereka untuk tidur siang. Jadi, ada beberapa tanda yang bisa Mama kenali ketika si Kecil berhenti tidur siang.

Misalnya, jika anak tidak merasa lelah dan mengantuk di siang hari. Jangan paksa anak untuk tidur siang jika mereka tidak menginginkannya ya, Ma. 

Namun, ada beberapa tingkah anak juga yang bisa menandakan bahwa mereka masih perlu tidur siang. Berikut tanda-tandanya.

  • Anak tertidur sendiri saat siang hari menandakan bahwa mereka memerlukan istirahat.
  • Anak yang cenderung hiperaktif sehingga mereka lebih butuh banyak jam tidur untuk mengembalikan energi.
  • Tanda-tanda fisik lain, seperti menguap terus-menerus, menggosok mata, atau menjadi kurang aktif.

3. Hal yang perlu orangtua perhatikan

3. Hal perlu orangtua perhatikan
Freepik

Apabila si buah hati sudah menunjukkan tanda-tanda akan berhenti tidur siang, Mama dan Papa sebagai orangtua perlu memerhatikan jam istirahat mereka.

Hal ini berarti anak memerlukan tidur malam yang lebih awal karena energi mereka telah terkuras seharian.

Jadi, orangtua harus menyesuaikan perubahan dan jam tidur anak yang baru. Tubuh anak juga mungkin akan mengalami penyesuaian dengan jam tidurnya yang baru.

Mama bisa membantu adaptasi mereka dengan cara menyajikan makanan ringan saat jam makan siang karena makanan yang berat biasanya cenderung menyebabkan kantuk.

Mama juga dapat membantu anak dengan menghindari aktivitas sore yang dapat menyebabkan kantuk.

Setidaknya sampai anak benar-benar berhenti dari kebiasaan tidur siang. Selain itu, Mama juga dapat membantu anak agar terjaga dengan menstimulasinya agar tetap terus bergerak dan tidak mengantuk. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.