Tak dapat dimungkiri bahwa banyak orangtua yang merasa tidak nyaman dan canggung untuk memulai pembicaraan seputar edukasi seks pada anaknya.
Namun demi menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan anak di masa depan, ada beberapa cara yang bisa Mama terapkan untuk menjelaskan pada anak perempuan tentang organ intim. Berikut tipsnya:
Gunakan nama asli untuk bagian tubuh
Mama dapat menggunakan kata seperti vulva atau vagina alih-alih nama panggilan atau samaran. Menggunakan bahasa samaran untuk alat kelamin dapat mengirim pesan bahwa bagian-bagian ini tidak boleh dibicarakan atau memalukan.
Sikap orangtua juga penting
Jika Mama bereaksi sangat keras (marah atau malu) ketika si Kecil membicarakan tentang alat kelaminnya, anak akan mendapatkan pesan bahwa ia tidak berbicara atau bertanya pada Mama tentang bagian tubuhnya.
Jadi cobalah untuk tetap tenang dan terbuka untuk menjawab pertanyaannya.
Perjelas siapa yang boleh melihat atau menyentuh alat kelaminnya
Aturan yang jelas dan sederhana tentang hal ini dapat membantu mencegah pelecehan seksual.
Misalnya, Mama dapat mengatakan, "Hanya Mama, Papa, dan dokter atau perawat yang boleh melihat vulvamu, terutama saat kami merawatmu. Jika ada orang lain yang ingin melihat atau menyentuhmu, dan kamu terganggu, beri tahu Mama segera."
Dilansir dari Arnold Palmer Hospital for Children, anak-anak yang mengetahui batasan yang tepat untuk alat kelamin mereka, cenderung tidak mengalami pelecehan seksual.
Berikan jawaban untuk setiap pertanyaan anak dengan jujur, namun hindari terlalu detail
Misalnya, jika si Kecil bertanya darimana bayi bisa keluar. Mama dapat mengatakan, "Itu adalah vagina. Semua perempuan memiliki vagina untuk melahirkan bayi.".
Yup, Mama tidak perlu langsung menjelaskan bagaimana proses bayi terbentuk atau proses melahirkan itu sendiri. Karena anak-anak yang masih kecil, cenderung tidak akan mengajukan pertanyaan lebih lanjut, yang secara perkembangan mereka tidak siap untuk mendengar jawabannya.
Menghormati bagian pribadi tubuh orang lain
Tak hanya penting untuk menjelaskan kepada anak-anak bahwa bagian tubuh pribadinya, tetapi bagian tubuh orang lain juga bersifat pribadi.
Dalam hal ini, Mama perlu mengajarkan anak untuk menghormati orang lain dengan membiarkan mereka merahasiakan bagian tubuhnya masing-masing.
Meskipun rasa ingin tahu itu wajar, pertanyaan seputar bagian tubuh orang lain bisa dijawab oleh orangtua, bukan pada teman sebaya.
Nah itulah informasi seputar organ intim perempuan dan cara merawatnya, yang perlu anak ketahui sejak dini.
Dengan mengajarkan anak secara langsung, ini mencegahnya untuk mencari tahu informasi dari internet atau dari teman sebaya. Memahami batasan ini sejak dini juga bisa mencegah pelecehan seksual pada anak.