Media sosial telah mengubah cara orangtua mendapatkan informasi tentang cara mengasuh anak.
Kemudahan akses ini dapat membantu, terutama bagi orangtua baru yang membutuhkan panduan cepat dalam menangani suatu hal terkait anak.
Namun, di balik kemudahan tersebut tersimpan risiko yang tidak boleh diabaikan.
Banyak konten parenting yang viral justru tidak didasarkan pada penelitian ilmiah, melainkan pada mitos, pengalaman pribadi, atau bahkan sekadar opini yang dikemas seolah-olah fakta. Kondisi ini diperparah dengan minimnya literasi digital dalam memilah informasi yang kredibel.
Psikolog Linda Maysha melalui akun TikToknya @lindamaysha memberikan penjelasan tentang bahaya pseudosains dalam konten parenting dan mengapa hal ini bisa berdampak serius pada tumbuh kembang anak.
Simak penjelasan Linda Maysha tentang pseudosains dan bahaya yang dapat ditimbulkannya dalam rangkuman Popmama.com berikut ini.
