Dalam Islam, menjaga keabsahan puasa berarti menghindari memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja, terutama makanan dan minuman.
Oleh karena itu, meskipun menyikat gigi saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak sampai membatalkan puasa.
Berikut adalah beberapa jenis sikat gigi yang dapat membatalkan puasa jika tidak dilakukan dengan hati-hati:
- Menggunakan pasta gigi dalam jumlah berlebihan
Salah satu risiko utama dalam menyikat gigi saat berpuasa adalah tertelannya pasta gigi. Jika pasta gigi tertelan, maka puasa bisa batal karena dianggap memasukkan sesuatu ke dalam tubuh.
Oleh karena itu, jika ingin menggunakan pasta gigi, pastikan untuk menggunakannya dalam jumlah sedikit dan berhati-hati agar tidak tertelan.
Ada baiknya menyikat gigi dengan sedikit air atau bahkan hanya menggunakan siwak, sebagaimana disunnahkan dalam Islam.
- Menyikat gigi dengan air berlebihan
Menggunakan terlalu banyak air saat menyikat gigi juga bisa menjadi risiko bagi orang yang sedang berpuasa.
Jika air yang digunakan untuk berkumur-kumur atau membilas mulut secara tidak sengaja tertelan, maka hal ini dapat membatalkan puasa.
- Menggunakan pasta gigi atau obat kumur beraroma kuat
Pasta gigi dengan rasa yang sangat kuat, seperti mint yang menyengat atau pasta gigi berfluoride yang meninggalkan sensasi di mulut, dapat meningkatkan risiko zat-zat tersebut tertelan tanpa disadari.
Begitu juga dengan obat kumur atau penyegar napas yang mengandung bahan-bahan kimia tertentu. Jika bahan-bahan ini masuk ke tenggorokan, maka puasa bisa batal.
Sebagai solusi, pilihlah pasta gigi yang ringan atau tanpa rasa, atau jika memungkinkan, gunakan siwak yang lebih alami dan disunnahkan dalam Islam.