Hindari 5 Kesalahan dalam Mendidik Anak

Jangan lakukan 5 hal ini dalam mendidik anak agar tumbuh kembangnya optimal

16 Desember 2019

Hindari 5 Kesalahan dalam Mendidik Anak
Pexels/JoelSuper

Kita adalah produk hasil pendidikan orangtua kita.

Ada banyak hal yang dapat kita ambil dari pengalaman kita sebagai anak baik sisi positif maupun negatif.

Meskipun sangat ingin menerapkan pola didik yang ideal, tak jarang kebiasaan buruk orangtua saat mendidik kita dulu terbawa dalam cara kita memperlakukan anak.

Hal ini dapat terjadi karena pengalaman menahun sejak kecil membuat kita merasa lumrah melakukan hal tersebut untuk mendidik anak.

Pola asuh yang diterapkan orangtua menjadi setelan alam bawah sadar yang dapat muncul sewaktu-waktu tanpa kita sadari.

Padahal tidak semua pola asuh orangtua kita baik diterapkan untuk perkembangan anak lho.

Popmama.com akan membagikan 5 jenis kesalahan dalam mendidik anak berikut ini:

1. Menyalahkan benda mati

1. Menyalahkan benda mati
Pexels/pixabay

Sering kali orang tua kita dahulu menyalahkan benda mati, misalnya saat kita tersandung meja maka mereka akan memukul meja dan berkata “Cup sayang, jangan nangis lagi. Meja-nya nakal ya. Nih udah Mama pukul".

Pola asuh seperti ini tidak baik untuk perkembangan anak karena dengan memukul benda mati akan mengajarkan pada anak bahwa ia dapat menyalahkan apapun atas kondisi yang menimpanya.

Dikhawatirkan kebiasaan buruk ini terbawa hingga anak dewasa.

Apabila ini terjadi maka di masa depan nanti anak akan terbiasa menyalahkan orang lain atas peristiwa yang dihadapi.

Lebih baik Mama membiasakan si Kecil untuk menghadapi peristiwa yang menimpanya dengan bijak.

Misalnya saat anak tersandung sesuatu cukup ucapkan "Lain kali hati-hati ya sayang supaya tidak tersandung lagi."

Editors' Picks

2. Sering berbohong hal kecil

2. Sering berbohong hal kecil
Pexels/Pixabay

Salah satu hal yang sering dilakukan orangtua kita jaman dahulu adalah berbohong hal kecil dan sering.

Hal ini mereka lakukan agar anak menuruti permintaannya dalam waktu singkat.

Orangtua Mama saat hendak pergi ke kantor pasti pernah berkata "Mama pergi cuma sebentar kok sayang, nggak lama". Padahal kenyataannya mereka pergi dari pagi sampai sore.

Daripada berbohong lebih baik berkata jujur pada anak dan beri pemahaman bahwa orangtua harus bekerja terlebih dahulu dan akan pulang di sore hari.

Mama bisa mengatakan, "Mama pamit kerja ya sayang nanti sore Mama pulang, supaya hari Minggu nanti kita bisa beli mainan".

Si Kecil pun lambat laun akan memahami aktifitas rutin Mama setiap harinya dan akan lebih tenang nantinya.

3. Menakuti anak

3. Menakuti anak
Pexels/Gratisography

Salah satu hal yang sering dilakukan orangtua kita jaman dahulu adalah menakuti anak. Hal ini mereka lakukan agar anak menuruti permintaannya dalam waktu singkat.

Orangtua Mama pasti pernah berkata "Hati-hati makan buahnya jangan sampai tertelan biji-nya, nanti bisa tumbuh pohon lho di kepala". Atau jika saat malam hari belum tidur juga pasti orangtua pernah berkata "Dengar nggak tuh ada bunyi tok tok tok, tukang nasi goreng itu nangkepin anak kecil lho mau dimasak".

Serem ya Ma?

Lebih baik berkata jujur pada anak dan beri pemahaman sesuai usianya. Lebih baik berkata "Jangan termakan bijinya sayang soalnya pahit dan keras" dan "Ayo tidur sayang sudah malam, Mama juga ngantuk nih".

Yang seperti itu lebih bijaksana lho Ma. Memang sih proses belajar mematuhi Mama kemungkinan akan lebih lambat dibanding menakut-nakuti, tetapi itu jauh lebih baik.

4. Hadiah untuk perilaku buruk anak

4. Hadiah perilaku buruk anak
Pexels/Paropak Apichodilok

Seringkali anak tantrum tidak melihat tempat. Apabila sedang tantrum di tempat umum, orangtua biasanya panik dan mengalah.

Misalnya saat anak merengek minta dibelikan mainan, kemudian Mama bilang jangan hari ini karen belum punya uang, maka kemungkinan anak akan menangis dan merengek.

Pada situasi ini sebaiknya Mama teguh pada pendirian meskipun akibat perilaku si Kecil orang di sekitar Mama akan memperhatikan.

Hindari menuruti kemauan anak pada situasi seperti ini karena akan menimbulkan kebiasaan buruk.

Anak akan mengerti bila ia menangis terus di tempat umum maka keinginannya akan terkabul. Hal ini tidak baik bagi perkembangan dirinya ke depan.

5. Terlalu memanjakan anak

5. Terlalu memanjakan anak
Pexels/Brett Sayless

Sudah sewajarnya orangtua ingin memanjakan anak dan memberikan segala yang terbaik.

Namun harus tetap diperhatikan agar tidak berlebihan dan sesuai porsinya.

Apabila terlalu memanjakan anak misalnya dengan mudah mengabulkan sesuatu tanpa usaha terlebih dulu, maka anak akan menjadikan itu sebuah kebiasaan.

Mama tentu tidak mau bukan si Kecil tumbuh manja dan tidak menjadi anak yang tangguh?

Oleh sebab itu sangat perlu untuk memberikan kasih sayang dan memanjakan sewajarnya sehingga kemandirian anak terbangun dengan baik.

Nah, itulah 5 kesalahan dalam mendidik anak yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk hindari melakukan hal diatas sebelum terlambat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.