Mengapa Balita Suka Melamun? Simak Faktanya!

Melamun tidak berarti buruk kok, Ma

28 November 2019

Mengapa Balita Suka Melamun Simak Faktanya
Pexels/Pixabay

Saat sedang melakukan sesuatu, apakah anak Mama suka tiba-tiba melamun?

Melihat anak menatap kejauhan dengan tatapan kosong pasti membuat Mama penasaran dengan apa yang sedang ia pikirkan.

Nah, beberapa orangtua mungkin berpikir anak melamun karena mereka bosan ataupun menderita kondisi tertentu. Nyatanya, hal ini tidak selalu benar.

Melamun bukanlah hal yang buruk. Bagi balita, ia adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan. Mereka melakukannya untuk berimajinasi ataupun menenangkan emosi. Bahkan, anak yang sering melamun terbukti memiliki kecerdasan yang lebih tinggi lho, Ma!

Melihat fakta-fakta tersebut, tentunya rasa kekhawatiran Mama adalah hal yang tidak perlu. Agar Mama semakin tenang, yuk simak fakta yang lebih lengkap berikut:

1. Anak yang sering melamun cenderung lebih cerdas

1. Anak sering melamun cenderung lebih cerdas
france-formation-hypnose.fr

Mama patut bangga jika anak balita Mama sering melamun. Faktanya, anak yang sering melamun cenderung memiliki kecerdasan yang tinggi.

Mereka melamun bukan karena bosan dengan kegiatan yang sedang dilakukan ataupun sulit berkonsentrasi, tapi karena otak mereka mampu berkonsentrasi pada dua hal sekaligus.

Faktanya, ilmuwan-ilmuwan terkenal di dunia seperti Albert Einstein dan Isaac Newton termasuk orang yang suka melamun lho, Ma!

Editors' Picks

2. Melamun berkaitan dengan kreativitas anak

2. Melamun berkaitan kreativitas anak
thedailybeast.com

Selain dengan kecerdasan, kebiasaan anak untuk melamun juga berkaitan dengan kreativitasnya.

Saat anak-anak melamun, sebenarnya mereka sedang berusaha mencerna informasi yang mereka terima.

Informasi tersebut dapat berupa pengalaman baru ataupun sebuah emosi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Misalnya, saat anak pertama kali naik pesawat ataupun saat pertama kali melihat hewan peliharaannya meninggal.

Nah, karena anak belum punya pengalaman untuk mengatasi pengalaman ataupun emosi yang baru ia rasakan tersebut, mereka pun membuat berbagai kemungkinan skenario dan tanpa sadar melamun.

3. Melamun meningkatkan kemampuan sosial anak

3. Melamun meningkatkan kemampuan sosial anak
pstatic.net

Seperti yang telah disebutkan di atas, saat anak melamun sebenarnya ia sedang menciptakan berbagai macam skenario di otak.

Skenario tersebut termasuk cara menanggapi atau cara berinteraksi dengan orang lain. Alhasil, kemampuan sosial serta empati anak pun akan terasah.

Anak yang suka melamun pun cenderung lebih bahagia saat bermain. Mereka tidak mudah bosan karena mereka mengiringi permainan mereka dengan berbagai imajinasi.

Seperti berimajinasi menjadi pembalap saat bermain mobil-mobilan atau berimajinasi menjadi putri kerajaan saat bermain boneka Barbie.

4. Melamun adalah cara anak untuk menenangkan emosinya

4. Melamun adalah cara anak menenangkan emosinya
picdn.net

Apakah anak Mama pernah tiba-tiba melamun dan murung padahal sebelumnya ia habis tertawa terbahak-bahak?

Tenang Ma, hal ini adalah hal yang wajar. Anak Mama melamun bukan karena merasa sedih atau bosan, namun ia membutuhkan waktu untuk menenangkan emosi.

Emosi yang dimaksud di sini tidak selalu berkaitan dengan amarah. Bisa saja anak melakukannya saat ia terlampau senang atau sedih. Karena itu, biarkan anak melamun agar ia bisa tenang kembali.

5. Melamun berbeda dengan berhalusinasi

5. Melamun berbeda berhalusinasi
eastidahonews.com

Jika Mama perhatikan, terkadang anak juga berbicara sendiri saat sedang melamun.

Hal tersebut mereka lakukan tanpa sadar karena mereka mengikuti skenario yang ada di dalam otaknya. Namun, Mama tidak perlu khawatir.

Anak Mama tidak sedang berhalusinasi ataupun mengalami skizofrenia kok.

Perlu Mama ketahui, skizofrenia adalah gangguan mental yang membuat penderitanya tidak hanya sekedar berhalusinasi, namun meyakini halusinasi mereka adalah hal yang nyata.

Sedangkan ketika anak melamun, mereka sadar bahwa mereka hanya berimajinasi.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, melamun terbukti bukanlah hal yang buruk bagi balita.

Meski demikian, jika anak terlalu sering melamun hingga mengganggu aktivitas, Mama boleh mulai curiga.

Cobalah mencari akar permasalahannya. Bila perlu, Mama juga bisa mengajak anak ke tenaga ahli ya Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.