Orangtua Overprotective, Bagaimana Dampaknya terhadap Anak?

Sikap overprotective dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak lho, Ma

16 Januari 2020

Orangtua Overprotective, Bagaimana Dampak terhadap Anak
parenting.firstcry.com

Menjaga dan memastikan agar anak selalu aman adalah naluri setiap orangtua. Tapi, bagaimana jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan?

Sikap tersebut disebut pola asuh helicopter parenting.  Orangtua dengan pola asuh ini akan melindungi anak dari rasa sakit atau sedih dan mengontrol kehidupan anak secara berlebihan.

Sebagai contoh, mereka akan melarang anak bermain di taman karena takut kotor, tidak mengajarkan anak naik sepeda karena takut jatuh, dan selalu membela anaknya ketika dikritik.

Nah, sesuatu yang berlebihan tidak pernah menimbulkan dampak positif. Alih-alih baik untuk perkembangan anak, pola asuh overprotective ini justru memiliki dampak negatif lho, Ma. Yuk, simak dampak yang bisa ditimbulkan dari pola asuh ini:

1. Anak tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri

1. Anak tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri
becauseisaidsobaby.com

Anak tidak akan belajar mandiri jika orangtua terlalu mengontrol dan ikut campur kehidupan anak.

Mereka terbiasa bergantung pada Mama dan Papa sehingga tidak mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri. Anak pun tidak terlatih untuk memecahkan masalahnya sendiri.

Sifat ini akan menjadi masalah ketika ia dewasa nanti. Bagaimanapun, Mama dan Papa tidak akan selalu ada di sisi anak. Ia harus berani dan mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri.

2. Anak tumbuh menjadi penakut dan rendah diri

2. Anak tumbuh menjadi penakut rendah diri
themagpieproject

Memiliki anak yang berani adalah harapan setiap orangtua. Namun, hal tersebut tidak akan bisa diwujudkan apabila Mama menerapkan pola asuh helicopter parenting.

Pasalnya, pola asuh tersebut membiasakan anak untuk terus berada di bawah bayang-bayang orangtua. Ia pun menjadi takut apabila orangtua tidak ada di sampingnya untuk mengawasinya.

Kontrol orangtua yang dilakukan terus menerus juga akan menghilangkan kepercayaan diri anak terhadap dirinya sendiri lho, Ma. Alhasil, ia tumbuh menjadi anak yang rendah diri.

3. Anak sulit berinovasi

3. Anak sulit berinovasi
Pixabay/PublicDomainPictures

Anak yang terlalu dilindungi akan kehilangan kesempatan untuk bereksplorasi. Ia pun tidak terbiasa dengan inovasi dan lebih sulit mengungkapkan pendapat serta ide-ide yang ia miliki.

Mama tentu tidak ingin hal ini terjadi pada anak bukan? Bagaimanapun, keberanian untuk berinovasi adalah salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

Editors' Picks

4. Anak lebih mudah stres dan cemas

4. Anak lebih mudah stres cemas
theimagineproject.org

Tidak ada individu yang suka dikontrol dan dikekang terus menerus, begitu pula dengan anak-anak. Tanpa Mama sadari, kecenderungan Mama untuk mengontrol anak akan membuatnya stres dan tertekan.

Sikap tersebut juga akan membuat anak cemas sepanjang waktu. Ia merasa was-was dengan tindakan yang ia ambil karena takut menyalahi keinginan Mama.

5. Anak lebih mudah marah

5. Anak lebih mudah marah
kidsinthehouse.com

Sikap overprotective orangtua juga akan berpengaruh pada hubungan anak dengan orang lain lho, Ma.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Vermont menemukan bahwa kontrol orangtua yang berlebihan akan membuat anak stres sehingga cenderung bersikap kasar dan tidak sopan dengan orang lain.

Sikap tersebut juga membuat anak mudah marah, bahkan terhadap hal sepele sekalipun.

6. Berisiko menimbulkan sifat pemberontak pada diri anak

6. Berisiko menimbulkan sifat pemberontak diri anak
Amazon.com

Semasa balita, anak mungkin diam saja dan patuh dengan perintah dan larangan Mama. Namun, seiring dengan berkembangnya pola pikir mereka, anak akan mulai mempertanyakan perintah dan larangan yang Mama berikan.

Apabila Mama tidak bisa memberikan alasan yang logis, bukan tidak mungkin anak menolak mematuhi Mama.

Selain itu, perintah dan larangan yang Mama berikan dapat membuat anak jengah dan memicu timbulnya jiwa pemberontak yang sulit dikendalikan.

7. Anak berisiko mewarisi sifat overprotective

7. Anak berisiko mewarisi sifat overprotective
verywellfamily.com

Pola asuh adalah sesuatu yang diwariskan. Apakah Mama sadar bahwa pola asuh yang Mama lakukan sekarang memiliki kemiripan dengan pola asuh yang orangtua Mama terapkan dulu?

Otomatis, pola asuh yang Mama terapkan sekarang pun akan anak warisi. Sikap overprotective Mama akan membuat anak tumbuh menjadi orangtua yang penakut. Ia pun akan bersikap demikian pada anaknya nanti.

Dampak yang bisa ditimbulkan pola asuh helicopter parentingtidak bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, yuk, hindari pola asuh ini. Bukan dikontrol atau dilindungi, yang anak butuhkan adalah bimbingan agar ia mampu menghadapi dunia dewasa nantinya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!