Ciri-Ciri Anak Sehat Jasmani dan Rohani

Bisa dilihat sendiri oleh Mama melalui keseharian anak

23 September 2021

Ciri-Ciri Anak Sehat Jasmani Rohani
Freepik

Melihat anak yang tumbuh sehat pasti akan menyenangkan hati Mama dan Papa. Namun, biasanya para orangtua mengukur kesehatan anak hanya dari keadaan fisiknya saja. Misal, jika anak tidak batuk dan pilek maka ia dikatakan sehat. 

Padahal tubuh tidak dapat dikatakan sehat jika tidak memiliki kesehatan mental. 

Seperti yang diungkapkan oleh WHO (World Health Organization), Kesehatan adalah suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan.

Jadi, anak dapat dikatakan sehat seutuhnya jika ia sehat jasmani dan rohani. 

Untuk itu, coba lihat kondisi anak mama kembali, apakah ia benar-benar sehat atau tidak. 

Hal itu dapat mama deteksi secara pribadi melalui ciri-ciri khusus seperti yang telah Popmama.com tangkum berikut ini. Simak yuk, Ma! 

Ciri-ciri anak sehat jasmani 

Ciri-ciri anak sehat jasmani 
Pexels/yankrukov

Kesehatan jasmani berkaitan dengan fisik. Maka, anak yang sehat secara jasmani berarti ia memiliki kondisi fisik yang prima sehingga tubuh setiap bagian tubuh dapat melakukan fungsinya masing-masing. 

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri yang menandai anak sehat secara jasmani.

1. Aktif melakukan kegiatan fisik

1. Aktif melakukan kegiatan fisik
Pixabay/Victoria_Borodinova

Aktivitas fisik adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh anggota tubuh. Contohnya, berjalan, berlari, menari dan lain sebagainya. 

Melakukan aktivitas fisik dapat membantu menyehatkan tubuh. Misalnya memperkuat tulang, otot, jantung, paru-paru, mencegah obesitas dan lain-lain. 

Selain itu, melakukan kegiatan fisik juga mampu membuat anak menjadi lebih percaya diri, mudah berkonsentrasi saat mengerjakan tugasnya, lebih nyenyak saat tidur dan masih banyak lainnya. 

Selain mendapat, aktif melakukan aktivitas fisik dapat membantu Mama mengetahui kondisi fisik anak. Sebab, jika salah satu fisiknya sakit pasti anak akan kesulitan dan itu bisa terlihat dengan jelas. 

Misalnya, salah satu kaki anak sakit, maka ia tidak akan bisa berlari dengan optimal. Contoh lainnya, jika punggung atau tangan anak mengalami cedera, maka ia tidak bisa berenang dengan baik. 

Untuk itu, mulailah ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik. 

2. Tampilan fisik yang sehat

2. Tampilan fisik sehat
webmd.com

Selain melalui aktivitas fisik, Mama dapat melihat kesehatan fisik anak melalui tampilan fisiknya. 

Contohnya, anak yang sehat memiliki kulit yang tidak terlalu kering, berbintik atau korengan. Selain itu, Mama dapat melihat pula dari rambut anak, jika sehat ia tidak mudah rontok dan kulit kepala tidak berkutu.

3. Pertumbuhan yang baik

3. Pertumbuhan baik
Freepik/Jcomp

Setiap anak memiliki pertumbuhan yang berbeda-beda. Namun, menurut Kementerian Kesehatan RI, tinggi badan ideal anak berusia empat tahun adalah 94,1-111,3 cm untuk perempuan dan  94,9-111,7 cm untuk laki-laki. 

Sedangkan berat badan idealnya adalah 12,3-21,5 kg untuk perempuan dan 12,7-21,2 kg untuk laki-laki.

Kemudian untuk anak berusia lima tahun tinggi badan idealnya yakni 99,9-118,9 cm untuk perempuan dan 100,7-119,2 cm untuk laki-laki. 

Sedangkan berat badan idealnya adalah 13,7-24,9 kg untuk perempuan dan 14,1-24,2 kg untuk laki-laki. 

Editors' Picks

Ciri-ciri anak sehat rohani 

Ciri-ciri anak sehat rohani 
Freepik/Cookie-studio

Kesehatan rohani sering juga disebut kesehatan mental berkaitan dengan jiwa, sikap, kepribadian, perkembangan bahkan kemampuan akademik anak.

Kesehatan rohani ini juga berhubungan dengan kemampuan anak menghadapi masalah dan tantangan yang datang. 

Seseorang biasanya akan dikatakan sehat jasmani apabila hati dan jiwanya tenang dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

Ciri-ciri anak yang sehat secara rohani yakni seperti berikut ini: 

1. Ceria dan percaya diri

1. Ceria percaya diri
Freepik/Cookie_studio

Seperti yang diketahui, jika anak memiliki jiwa yang tenang, maka ia dapat menjalani hidup tanpa rasa khawatir dan cemas yang berlebihan. Anak akan menjalani hari-harinya dengan penuh keceriaan dan rasa percaya diri. 

2. Memiliki emosi yang stabil 

2. Memiliki emosi stabil 
Freepik/wayhomestudio

Selain menunjukkan keceriaan dalam menjalani hari, seorang anak yang sehat mental biasanya mampu mengendalikan emosinya. Anak tidak akan menunjukkan tantrum atau bersikap agresif terus-menerus, sedih berlebihan secara berulang dan tidak menarik diri dari lingkungan secara tiba-tiba. Dapat dikatakan emosinya stabil.

3. Mudah bergaul

3. Mudah bergaul
Freepik/pcn.vector

Emosi yang stabil juga menjadi kunci untuk bergaul dengan mudah. Ia akan memulai pertemanan dengan mudah dan disukai oleh teman-temannya. 

Contoh, jika seorang anak mudah marah, anak-anak di sekitarnya pun sulit untuk menemaninya karena merasa takut. 

4. Mudah dalam belajar 

4. Mudah dalam belajar 
Freepik/jcomp

Karena kedamaian hati dan pikiran, anak-anak akan mudah fokus dan berkonsentrasi sehingga mudah untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

5. Istirahat yang cukup  

5. Istirahat cukup  
Freepik/pvproductions

Anak balita umumnya memiliki waktu tidur selama 10-13 jam. Namun, ketika rohaninya tidak sehat, bisa saja ia mengalami gangguan tidur seperti susah tertidur hingga rewel, tidak tidur dalam waktu lama, sering kebangun ketika tidur dan lain-lain.

Itulah beberapa ciri-ciri anak jika benar-benar sehat jasmani dan sehat rohani. Ketika ternyata Mama menemukan masalah dan merasa anak tidak mengalami salah satu di atas, cobalah untuk konsultasi ke dokter anak sesegera mungkin. 

Hal itu dilakukan agar anak cepat mendapat pertolongan jika nyatanya ia tidak sehat secara keseluruhan. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.