Usia anak dan remaja yang masih dibawah 21 tahun, tidak dianjurkan bahkan dilarang untuk mengonsumsi minuman beralkohol. Bukan tanpa sebab, organ tubuh anak saat usia dini belum berkembang secara sempurna. Sehingga tidak dapat mencerna alkohol seperti orang dewasa.
Lalu, apa saja penyakit yang bisa terjadi jika anak atau remaja terlalu cepat mengonsumsi minuman beralkohol?
Kerusakan hati
Hati atau liver menjadi organ tubuh yang paling rentan menerima dampak dari mengonsumsi alkohol. Organ ini, berfungsi untuk memisahkan zat racun yang masuk dan membuangnya dari tubuh. Alkohol, termasuk jenis racun yang seharusnya diproses dan dibuang oleh hati.
Namun sayangnya jika anak mengonsumsi alkohol sejak dini, bisa memicu organ hatinya dipaksa untuk bekerja lebih keras. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, maka dapat memicu terjadinya kerusakan pada organ hati.
Gangguan pencernaan
Mengonsumsi alkohol sejak dini bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan. Kandungan alkohol dapat mengakibatkan terjadinya gastritis atau radang selaput perut. Mengonsumsi alkohol juga dapat memicu gangguan penyerapan Vitamin B dan Nutrisi lainnya pada tubuh anak.
Konsumsi alkohol, juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada pankreas anak, yaitu bagian tubuh yang berguna untuk menghasilkan hormon pengatur metabolisme dan enzim yang membantu pencernaan.
Gangguan fungsi otak
Konsumsi alkohol berisiko menyerang dan menimbulkan reaksi pada sistem saraf pusat pada otak anak. Alkohol menyerang bagian hipokampus atau otak yang bernapas. Hipokampus ini berperan untuk mengatur koordinasi, pergerakan, daya ingat, hingga kemampuan berpikir, serta bahasa anak.
Mengonsumsi alkohol sejak usia dini bisa menyebabkan kerusakan yang terjadi pada bagian otak anak menjadi lebih serius, bahkan permanen. Alhasil, anak dapat mengalami penurunan pada kemampuan kognitifnya, yang tentu berdampak pada kehidupan anak.
Hipoglikemia
Alkohol dapat menghalangi tubuh anak untuk melakukan proses pelepasan glukosa atau gula ke dalam darah. Anak mungkin dapat mengalami penurunan kadar gula dalam darahnya. Hal ini mengakibatkan kadar gula darah dapat mengalami penurunan secara drastis, atau hipoglikemia.
Hipoglikemia bisa berbahaya bagi anak yang mungkin sebelumnya punya riwayat penyakit diabetes, karena kondisi ini dapat memicu komplikasi diabetes.
Menurunkan kadar gula dalam darah anak bisa mengakibatkan sakit kepala, kejang, hingga hilang kesadaran, bahkan koma. Hal ini karena otak anak yang tidak mendapatkan asupan glukosa yang cukup.
Kecanduan alkohol
Hal ini merupakan dampak yang paling parah dari kebiasaan mengonsumsi alkohol sejak dini, yaitu anak bisa menjadi pecandu alkohol. Kecanduan alkohol ini bisa mendorong anak atau remaja untuk melakukan berbagai tindakan yang berisiko.
Mulai dari kekerasan, penggunaan obat-obat terlarang, hingga perilaku seksual yang salah dan dapat memicu terjadinya infeksi penyakit menular seksual.
Nah di atas merupakan dampak buruk jika anak memiliki kebiasaan meminum alkohol sejak dini, maka dari itu penting utnuk memperhatikan pergaulan anak di sekolah maupun lingkungan agar anak tidak dipengaruhi oleh tindakan-tindakan yang membahayakan kesehatan dan masa depannya.