5 Tips Mengisi Kegiatan Positif Anak Saat Pandemi untuk Usia 4-5 Tahun

Mengisi kegiatan positif anak dapat mencegah dampak buruk pandemi pada kesehatan mental anak

25 Juli 2021

5 Tips Mengisi Kegiatan Positif Anak Saat Pandemi Usia 4-5 Tahun
Freepik/lookstudio

Hari ini, 25 Juli 2021, Cussons Kids mengadakan acara “Inspirative Talkshow with Cussons Kids: Bersama dengan Keluarga Indonesia Bermain dan Mengisi Kegiatan Positif di Masa Pandemi”.

Acara ini diisi dengan sesi bincang-bincang interaktif, foto challenge “Bersama Jadi Juara”, mendengarkan dongeng oleh Kak Awam, performance musik oleh Zara Leola, dan diakhiri dengan pengumuman 20 pemenang kompetisi Cussons Kids Play.

Untuk sesi bincang-bincang interaktif, Cussons Kids Indonesia mengundang 3 pembicara. Ada Dian Ayu sebagai content creator; Roslina Verauli, M.Psi., Psi. sebagai Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Keluarga; dan Raisa Maldini sebagai Brand Manager Cussons Kids Indonesia.

Mereka membahas bagaimana keluarga Indonesia bisa bermain dan melakukan kegiatan positif selama pandemi sehingga menciptakan bonding antara orangtua dan anak.

Bagaimana melakukan kegiatan positif bersama anak saat pandemi, ya?

Yuk, simak tips mengisi kegiatan positif anak saat pandemi untuk balita usia 4-5 tahun yang telah Popmama.com rangkum dari sesi bincang-bincang interaktif dalam acara “Inspirative Talkshow with Cussons Kids” di bawah ini, Ma.

1. Mengelola kecemasan dalam diri Mama sendiri

1. Mengelola kecemasan dalam diri Mama sendiri
Freepik/wayhomestudio

Riset membuktikan bahwa salah satu aktivitas yang dapat menguras energi orangtua pada masa pandemi adalah menemani si Kecil mengikuti kelas online. Kadang, aktivitas ini terasa melelahkan dan dapat memicu amarah orangtua yang tanpa disadari diluapkan pada anak.

Tentu ini menjadi masalah yang harus segera diatasi ya, Ma. Namun, bagaimana caranya?

Psikolog Roslina Verauli, M.Psi., Psi. menjelaskan bahwa hal utama yang perlu dilakukan adalah mengelola kecemasan dalam diri orangtua sendiri.

Hal ini dilakukan agar tidak memunculkan pengaruh negatif pada anak. Sebab, kecemasan orangtua terhadap ketidakpastian pandemi biasanya bisa memengaruhi aktivitas anak di rumah, Ma.

Editors' Picks

2. Menjaga rutinitas anak

2. Menjaga rutinitas anak
Freepik/lookstudio

Menurut Roslina, menjaga rutinitas anak juga penting lho, Ma. Aktivitas anak berkurang selama pandemi.

Yang biasanya anak memiliki kegiatan yang padat di sekolah, bermain bersama teman-teman di sekolah, kini seharian anak belajar dan berkegiatan di rumah. Hal ini membuat anak cepat bosan dan cemas.

Untuk membantu anak merasa lebih tenang, sebaiknya Mama mencari cara agar anak tetap happy, walaupun di rumah saja.

Carilah apa saja yang bisa dilakukan di rumah, Ma. Salah satunya, Mama bisa menyediakan waktu untuk bermain bersama anak secara rutin.

3. Hindari aktivitas-aktivitas pasif

3. Hindari aktivitas-aktivitas pasif
Freepik

Gadget sering dijadikan solusi sementara oleh orangtua untuk mengalihkan perhatian anak ketika sibuk, entah mengurus pekerjaan ataupun hal lain yang lebih mendesak. Akibatnya, anak jadi menghabiskan terlalu banyak waktu di hadapan layar.

Aktivitas pasif seperti membiarkan anak bermain gadget terlalu lama tanpa pengawasan atau duduk menonton televisi, lebih baik dihindari ya, Ma. Aktivitas seperti ini jika terlalu lama, bisa membuat mood anak memburuk dan kesehatan psikologisnya tidak maksimal.

“Hal tersebut akan membuat mood anak cenderung kurang baik dan justru dapat membuat kesehatan psikologis mereka tidak berjalan maksimal,” terang Roslina.

4. Bermain untuk belajar

4. Bermain belajar
Freepik/master1305

Menurut Cussons Kids, bermain adalah salah satu cara terbaik bagi anak-anak untuk belajar. Berbagai macam permainan dapat membangun ketahanan, mengurangi stres dan kecemasan, serta memperkuat ikatan dan hubungan keluarga.

Hal-hal tersebut penting ditingkatkan pada anak selama pandemi karena pandemi Covid-19 ini berdampak pada kesehatan mental juga, tidak hanya kesehatan fisik.

Selain itu, banyak yang bisa anak pelajari dari bermain. Anak bisa belajar strategi, kelincahan, dan banyak lagi. Tergantung dari permainan apa yang ia mainkan.

Ini berlaku pada permainan fisik maupun game dalam gadget. Anak bermain gadget bukanlah hal yang buruk, asalkan diawasi dan tidak terlalu lama menggunakannya.

Lagipula, ada juga kok game menggunakan gadget yang melibatkan keaktifan si Kecil secara fisik.

5. Cussons Kids Play: teman bermain anak-anak Indonesia di masa pandemi

5. Cussons Kids Play teman bermain anak-anak Indonesia masa pandemi
Freepik/gpointstudio

Cussons Kids Play dapat dijadikan teman bermain anak di masa pandemi ini, Ma. Aplikasi ini berisi beragam permainan yang cocok dimainkan oleh anak usia 4-8 tahun.

Aplikasi tersebut diperkaya dengan berbagai fitur interaktif dan kompetisi-kompetisi menyenangkan bagi anak dan orangtua.

Kredibilitasnya pun tak perlu dipertanyakan lagi. Raisa Maldini selaku Brand Manager Cussons Kids Indonesia menjelaskan bahwa Cussons Kids Play dikembangkan oleh pengembang aplikasi khusus anak terkemuka di Indonesia, yaitu Reimajina Studio. Juga bekerja sama dengan Insight Psychology.

“Saya dan anak-anak saya, sudah sejak awal diluncurkannya Cussons Kids Play, menjadikan aplikasi ini salah satu solusi bermain online yang tidak hanya edukatif, namun juga seru dan menyenangkan. Ketika ada waktu luang, anak-anak bermain melalui aplikasi Cussons Kids Play dan biasanya kemudian bercerita perihal kesulitan maupun keberhasilan mereka ketika bermain,” cerita Dian Ayu sebagai seorang ibu dan content creator.

Itulah tips mengisi kegiatan positif anak saat pandemi untuk balita usia 4-5 tahun dari Cussons Kids, Ma. Yuk Ma, pergunakan kesempatan ini untuk meningkatkan bonding Mama dengan anak selagi semua kegiatan dilakukan di rumah. Salah satunya dengan bermain bersama anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.