TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Gejala Kekurangan Zat Besi pada Balita

Kekurangan zat besi dapat menghambat aktivitas si kecil

14 Agustus 2022

Gejala Kekurangan Zat Besi Balita
Pexels/vladakarpovich

Setiap orangtua tentunya ingin anaknya tumbuh sehat. Oleh karena itu, Mama selalu memberikan asupan terbaik untuk anak-anaknya agar tubuh mereka sehat dan tidak mudah jatuh sakit.

Di masa pertumbuhan, anak membutuhkan berbagai macam vitamin, mineral, dan zat besi untuk tubuhnya. Vitamin, mineral, dan zat besi, bisa didapatkan oleh anak salah satunya melalui makanan yang ia konsumsi.

Namun terkadang ada beberapa anak yang sulit disuruh makan. Oleh karena itu, tubuhnya mudah sakit karena kekurangan asupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu hal yang kerap dialami anak, yakni kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi dapat berpengaruh pada aktivitas si kecil. Nah untuk menambah pengetahuan Mama, berikut Popmama.com berikan informasi gejala kekurangan zat besi pada balita. Disimak ya, Ma!

Gejala Balita Kekurangan Zat Besi

Gejala Balita Kekurangan Zat Besi
Pexels/cottonbro

Kekurangan zat besi dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Salah satu kemungkinan paling umum si kecil kekurangan zat besi, yakni pola makan yang tidak baik.

Si kecil yang makannya susah tidak hanya berisiko kekurangan zat besi, namun juga akan kekurangan vitamin, mineral, dan komponen-komponen lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal inilah yang menyebabkan si kecil rentan akan penyakit.

Saat si kecil kekurangan zat besi, maka tubuhnya akan menunjukan beberapa gejala layaknya orang sakit, di antaranya:

  • Lemas dan lesu
  • Pusing dan sakit kepala
  • Dada berdebar
  • Wajah pucat
  • Nafsu makan yang tidak normal
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat

Editors' Picks

Dampak Kekurangan Zat Besi pada Balita

Dampak Kekurangan Zat Besi Balita
Pexels/mikhailnilov

Zat besi menjadi salah satu komponen penting bagi tubuh yang terdapat dalam darah merah. Darah merah berfungsi sebagai pembawa oksigen ke paru-paru dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, jika tubuh kekurangan zat besi maka sel tubuh akan mengalami kekurangan oksigen.

Kekurangan zat besi dapat menganggu kegiatan si kecil, misalnya sulit konsentrasi, tidak bersemangat, pusing atau sakit kepala, lemas, lesu dan lain-lain. Selain itu, anak juga akan terlihat pucat di wajah ataupun di kuku. 

Anak yang kekurangan zat besi berisiko terkena anemia, serta pertumbuhannya juga dapat terhambat.

Kebutuhan Zat Besi yang Dibutuhkan Anak Berdasarkan Umur

Kebutuhan Zat Besi Dibutuhkan Anak Berdasarkan Umur
Pexels/cottonbro

Dikutip dari herminahospital.com, setiap anak memiliki angka kebutuhan zat besi yang berbeda-beda tergantung pada usia dan jenis kelaminnya.

Anak perempuan yang telah mengalami pubertas, cenderung membutuhkan lebih banyak zat besi dibandingkan anak laki-laki. Hal tersebut disebabkan karena anak perempuan akan banyak kehilangan darah saat menstruasi. 

Berikut jumlah kebutuhan zat besi berdasarkan umur anak:

  • Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan zat besi 0,27 mg
  • Bayi usia 7 bulan membutuhkan 11 mg
  • Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 7 mg
  • Anak usia 4-8 tahun membutuhkan 10 mg
  • Anak usia 9-13 tahun membutuhkan 8 mg
  • Anak laki-laki usia 14-18 tahun membutuhkan 11 mg
  • Anak perempuan usia 14-18 tahun membutuhkan 15 mg.

Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejak bayi anak sudah membutuhkan zat besi, serta kebutuhan zat besi pada anak berbeda-beda bergantung pada usianya.

Makanan Penambah Zat Besi

Makanan Penambah Zat Besi
Pexels/vladakarpovich

Karena zat besi termasuk dalam komponen penting bagi tubuh, maka Mama perlu memastikan asupan zat besi pada si kecil terpenuhi sesuai dengan usianya.

Zat besi bisa didapatkan melalui makanan, yang dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni heme yang berasal dari hemoglobin hewan dan nonheme yang berasal dari tumbuhan. 

Zat besi yang bersumber dari hewan diketahui lebih mudah diserap oleh tubuh daripada zat besi dari tumbuhan.

Berikut beberapa makanan penambah zat besi yang dapat dikonsumsi oleh anak:

1. Daging merah 

Diketahui daging merah yang berasal dari sapi memiliki kandungan zat besi yang paling tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. 100 gram daging sapi dapat mengandung 3 mg zat besi. 

2. Ikan 

Ikan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya sebagai penambah zat besi. Berbagai jenis ikan seperti salmon, sarden, dan lain-lain diketahui dapat menjadi makanan penambah zat besi selain daging sapi. Ikan juga kaya akan protein yang baik untuk kesehatan si kecil. 

3. Sayuran hijau

Aneka sayuran hijau seperti bayam, dikenal sebagai makanan sumber zat besi. Dalam 180 gram bayam, diketahui terdapat 7mg zat besi. 

4. Konsumsi vitamin c untuk membantu penyerapan zat besi

Vitamin c dapat memabantu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Oleh karena itu, selain mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, Mama juga perlu memberikan si kecil makanan yang kaya akan vitamin c. 

Itu dia gejala kekurangan zat besi pada balita, beserta jumlah kebutuhan zat besinya sesuai umur. Untuk menghindari si kecil kekurangan zat besi, Mama perlu memberinya makanan-makanan sehat seperti buah dan sayur.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk