5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Anak saat Turun Hujan

Main hujan atau membuat penelitian seru juga, lho!

28 Oktober 2020

5 Kegiatan Bisa Dilakukan Anak saat Turun Hujan
Popmama.com/Fx Dimas
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Saat musim hujan seperti ini, anak-anak sering merasa muram karena tidak bisa main ke luar. Tapi tenang, Popmama.com punya kegiatan seru yang malah hanya bisa dilakukan saat hujan turun. 

Meski cuaca mendung dan sering terasa kelabu, namun musim hujan juga seru untuk dilalui bersama anak-anak. Mereka adalah sosok yang selalu tertarik dengan segala hal, termasuk hujan. 

Anak-anak bisa diajak bermain dan lebih dekat dengan hujan. Nah, apa saja ya kegiatannya? Ini dia!

1. Bermain hujan dengan payung dan jas hujan

1. Bermain hujan payung jas hujan
Freepik

Saatnya memberi keseruan maksimal pada anak, mari ajak dirinya bermain hujan!

Mama bisa membekalinya dengan payung, jas hujan, dan sepatu boots. Dengan begitu, ia bisa terlindung dari air hujan dan tetap bisa bersenang-senang. 

Tangannya yang tidak terlindungi membuatnya bisa merasakan air hujan yang turun. Efek suara rintik hujan yang terkena payung dan jas hujan akan mengasah kemampuan mendengarnya. 

Begitu banyak sensori yang terasah saat main hujan ini. Namun, pastikan untuk memberikan batas waktu berapa lama ia boleh ada di bawah hujan. Serta, hindari bermain hujan jika masih banyak petir dan hujan terlalu lebat. 

Editors' Picks

2. Mengukur air hujan

2. Mengukur air hujan
www.education.com

Satu lagi kegiatan yang mengasah otak si Kecil saat hujan turun adalah mengukur air hujan. Mama bisa menyiapkan wadah seperti gelas atau jar yang bening. Kemudian tempatkan di luar ruangan yang terkena hujan. 

Saat pertama kali menempatkan, ajak ia melihat seberapa banyak air yang masuk ke dalam wadah tersebut. Mama bisa memintanya untuk mengukur dan menuliskan garis dan jumlahnya. 

Jika besok hujan lagi, maka akan ada tambahan air dan catatan baru. Mama bisa memberikan notes pada anak yang lebih besar. Jika masih balita, cukup ajak lihat perubahan jumlah air setiap hujan turun. 

Dengan begini, ia bisa sekaligus belajar tentang curah hujan, belajar mengukur tinggi, dan memulai menulis jurnal. 

3. Jadi peneliti hujan

3. Jadi peneliti hujan
Freepik

Jika si Kecil sedang dalam tahap tertarik dengan apa saja, maka ini kegiatan yang cocok untuknya. 

Mama bisa mengajaknya memerhatikan hujan dengan lebih detil. Ajak ia melihat hujan dari jendela, bagaimana airnya jatuh?

Kemudian, minta dia merasakan air hujan yang turun ke tangannya, apakah dingin atau sakit?

Lalu, minta ia mencium aroma bumi saat turun hujan, seperti apa? 

Jika petir dan kilat terlihat, sekaligus saja menjelaskan tentang fenomena alam tersebut. 

Setelahnya, iapun akan selalu menanti-nanti hujan untuk melanjutkan penelitiannya. 

4. Memotret hujan

4. Memotret hujan
Freepik

Si Kecil tertarik dengan kamera akhir-akhir ini? Ajak ia memotret hujan. 

Hujan memberikan sensasi menarik bagi anak-anak. Bayangan air yang turun sebegitu banyak ke bumi dengan cuaca yang menggelap, tentu menggelitik rasa ingin tahunya. 

Lagipula, saat hujan, segalanya terasa berbeda. 

Mama bisa memberikan kamera padanya dan memberikan ruang bagi si Kecil untuk memotret hujan dari jendela atau teras rumah. 

Kalau ingin memotret di bawah air hujan, pastikan untuk memberikannya kamera yang anti air. Hasilnya, pasti seru untuk dilihat bersama nantinya!

5. Menggambar saat hujan

5. Menggambar saat hujan
Freepik

Tak ingin basah namun tetap ingin bersenang-senang saat hujan? Ajak si Kecil melukis atau menggambar saat hujan.

Suara air yang turun, tetesan air yang menempel di kaca jendela, dan cuaca yang sedikit gelap memberikan sensasi tersendiri bagi panca inderanya. 

Berikan kertas atau kanvas dan biarkan ia memaknai hujan dan menuangkannya dalam lukisan. Menggambar tema hujan dan menggambar saat hujan akan memberikan hasil yang berbeda.

Itulah kegiatan yang bisa anak lakukan saat hujan. Mau mencoba?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.