5 Cara Mencegah Anak Menjadi Incaran Pedofil

Ma, mulai waspada dengan kejahatan seksual yang ada di luar sana ya

13 Juni 2018

5 Cara Mencegah Anak Menjadi Incaran Pedofil
Unsplash/Cristina Gottardi

Mama sudah tahu belum nih dengan istilah pedofil?

Untuk Mama yang masih merasa asing dengan istilah ini, pedofil itu sebuah kelainan seksual. Seseorang yang punya kelainan ini akan menjadikan anak-anak sebagai objek seksual mereka. Wah, seram sekali ya!

Kasus seperti ini sudah banyak terjadi di luar sana lho, Ma. Bahkan pelaku bisa saja orang-orang terdekat Si Kecil, bisa di dekat rumah atau bahkan sekolah.

Untuk itu, Mama harus punya perhatian lebih dengan kondisi Si Kecil. Jangan sampai dirinya kurang perhatian, sehingga mendekatkan diri dengan orang-orang asing yang justru akan membahayakan.

Untuk mengantisipasi Si Kecil menjadi incaran para pedofil. Kali ini Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht akan memberikan tips untuk Mama.

Ketahui tips-tipsnya ya, Ma!

1. Mengajarkan pendidikan seksual

1. Mengajarkan pendidikan seksual
Freepik

Meskipun usia Si Kecil masih dikatakan terlalu dini untuk mengajarkan pendidikan seksual, tetapi Mama harus mulai pelan-pelan memperkenalkannya ya.  

Mama hanya perlu mengajarkan yang dasar-dasar dulu ke Si Kecil, seperti pengenalan nama-nama anggota tubuhnya. Pelan-pelan kenalkan bagian tubuh mana yang memang boleh dan tidak boleh dipegang orang lain.

Mama bisa memberikan pengenalan mengenai anggota tubuh ini dengan menggunakan lagu. Tujuannya agar mudah dimengerti dan diingat Si Kecil nih, Ma.

Mama bisa mencari lagu di YouTube berjudul “Tubuhku Berharga”. Ini salah satu lagu yang bisa digunakan dalam memperkenalkan anggota-anggota tubuh milik Si Kecil. Apalagi Si Kecil akan merasa lebih antusias saat diajarkan sesuatu dengan nyanyian.

Sambil bernyanyi bersama Mama, pelan-pelan berikan pertanyaan seperti “apa ada orang yang pernah membuka-buka atau melihat bagian tubuh kamu? Kalau ada yang berniat untuk membuka bagian tubuh terlarang secara paksa maupun baik-baik, kamu harus bisa tegas menolak ya.”

Bermula dari edukasi seperti ini Mama bisa mengajarkan agar Si Kecil semakin menghargai tubuhnya sendiri.

Editors' Picks

2. Kurangi update foto anak

2. Kurangi update foto anak
Unsplash/rawpixel

Sering update foto Si Kecil ke sosial media gak nih, Ma?

Biasanya orangtua merasa gemas dengan tingkah laku Si Kecil, sehingga ada keinginan untuk membagikan video itu ke sosial media.

Terlalu sering posting foto atau video di sosial media itu tidak baik lho. Tanpa Mama sadari melakukan kebiasaan ini akan membuat ancaman tersendiri untuk Si Kecil.

Jika terlalu sering, ini justru akan memancing para predator berbuat jahat dan melirik Si Kecil untuk menjadi incarannya.

Kondisi terburuk lainnya ketika Mama posting foto Si Kecil tanpa menggunakan busana. Hati-hati ya Ma, Si Kecil bisa menjadi sasaran empuk para pedofil yang ada di media sosial.

Keselamatan dan privasi Si Kecil harus dijaga ya, Ma. Jangan sampai Mama latah untuk ikut-ikutan posting foto mulai dari keberadaan Si Kecil di sekolah atau rumah, ini memastikan tidak ada tindak kejahatan yang mengincar keselamatan keluarga.

3. Kenali gerak-gerik pelaku

3. Kenali gerak-gerik pelaku
Unsplash/Louis Blythe

Sebagai orangtua, Mama harus bisa mengenali sejauh mana gerak pelaku pedofil ya.

Tak jarang pelaku pedofil itu justru berasal dari lingkungan terdekat Mama lho. Intinya harus tetap waspada dengan orang-orang di sekitar. Ini meminimalisir semua hal yang bisa membahayakan keselamatan Si Kecil.

Ketika Si Kecil sudah semakin fasih menggunakan smartphone. Mama harus berusaha untuk tidak terlalu lengah ya. Gerak-gerik si predator juga bisa dibilang cepat tanpa Mama sadari.

Pastikan untuk selalu melihat setiap chat masuk dan keluar dari smartphone Si Kecil. Jangan sampai ada kiriman gambar-gambar yang mengarah ke pornografi. Perhatikan setiap isi history percakapannya ya, Ma.

4. Tetap bersikap tenang

4. Tetap bersikap tenang
Freepik/v.ivash

Sebagai orangtua pasti panik ya ketika Si Kecil menjadi incaran dari para predator anak-anak. Ini sebuah ekspresi yang spontan dan wajar kok, Ma. Meskipun ada perasaan panik, ada baiknya Mama tetap berusaha untuk tetap tenang ya.

Cobalah untuk tidak menunjukkan rasa panik di depan Si Kecil, ini akan membuat dirinya bertanya-tanya. Kecemasan Mama pun bisa saja dirasakan Si Kecil. Sebaiknya Mama merespon kejadian ini dengan tenang karena seorang predator yang sudah mengincar Si Kecil bisa sangat responsif dan bertindak aneh-aneh.

Mama bisa perlahan-lahan menjelaskan masalah ini dengan tenang ke Si Kecil ya. Lalu perlahan-lahan, katakan kepadanya untuk menjauhi si pelaku pedofil agar menghindari hal-hal yang bisa membahayakan. Secara terbuka Mama bisa mengatakan kalau ada “orang jahat” yang harus Si Kecil jauhi. Meskipun pelaku cenderung bersikap baik selama berinteraksi dengan Si Kecil.

Jika gerak-gerik orang yang Mama curigai sudah sangat membahayakan, bisa mengambil sikap tegas dengan melaporkan ke pihak berwajib ya.

5. Tingkatkan komunikasi yang baik

5. Tingkatkan komunikasi baik
Unsplash/Sai De Silva

Punya komunikasi yang bekualitas itu penting lho, terutama dengan Si Kecil. Usahakan tetap menjaga komunikasi secara intens setiap hari karena ini berguna untuk mengetahui keadaan dan perasaannya.

Semakin baik hubungan komunikasi di dalam keluarga, Si Kecil akan terbiasa bercerita ke Mama tanpa ragu-ragu tentang apa yang sedang dihadapinya sekarang.

Segala sesuatu akan diceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi.Apalagi kalau sudah bersifat seperti sebuah ancaman yang bisa merugikan dirinya.

Komunikasi yang berkualitas juga akan mengajarkan Si Kecil untuk mau berkata jujur dengan perasaannya sendiri. Jangan sampai dirinya tumbuh berkembang tanpa adanya komunikasi dengan Mama ya. Ini akan membuat dirinya bisa menjadi pribadi yang tertutup.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.