Sedih! 98 Persen Anak-Anak di India Terkena Udara Beracun

PM 2,5 menjadi penyebabnya!

10 November 2018

Sedih 98 Persen Anak-Anak India Terkena Udara Beracun
Pixabay/Myriams-Fotos

Sekitar 98 persen anak-anak di bawah usia lima tahun pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk India, terpapar polusi udara. Menurut WHO, hal ini disebabkan oleh partikulat yang lebih halus sejak tahun 2016. 

Dalam sebuah laporan berjudul “Air Pollution and Child Health: Prescribing Clean Air”, ada sekitar 600.000 kematian pada anak-anak di bawah 15 tahun pada tahun 2016 yang dikaitkan akibat efek gabungan dari polusi udara ambien dan rumah tangga.

Polusi udara ini berdampak buruk untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun karena menyebabkan infeksi pernapasan akut. 

"Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di seluruh dunia, 98% dari semua anak di bawah 5 tahun terpapar dengan tingkat PM 2,5 di atas pedoman kualitas udara seharusnya. Sebagai perbandingan bersamaan negara-negara berpenghasilan tinggi, ada 52% anak-anak di bawah 5 tahun yang terpapar polusi udara,” jelas  WHO dalam sebuah laporan. 

Secara global tingkat anak-anak dunia di bawah usia 18 tahun yang terpapar kadar partikel udara halus mencapai 93 persen. Itu berarti sudah mencangkup 630 juta anak di bawah usia 5 tahun dan 1,8 miliar anak-anak di bawah 15 tahun. 

Untuk Mama yang lebih banyak mengetahui informasi mengenai PM 2,5 beserta risikonya terhadap kesehatan pernapasan, berikut rangkuman dari Popmama.com

1. Apa itu partikel PM 2,5? 

1. Apa itu partikel PM 2,5 
Pixabay/JuergenPM

Partikulat atau PM 2,5 adalah sebuah partikel udara berukuran kecil karena ukuran diameternya kurang dari 2,5 mikrometer dan terpapar di udara bebas. PM 2,5 disebut juga sebagai partikulat halus yang dapat menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dari  PM 10. 

Ukuran PM 2,5 yang begitu kecil, Greenpeace Indonesia mengatakan bahwa PM 2,5 bisa dengan mudah menembus masker yang biasa dipakai. Warga kota Jakarta misalnya, terbiasa memakai masker harian berwarna hijau yang sesungguhnya tak mempan melawan PM 2,5. 

Saking ringannya partikel PM 2,5 bisa berbentuk gas. Di sisi lain, masker N95 yang berwarna putih dan memiliki penyaring di bagian depan (respiratory mask) lebih disarankan karena cukup efektif. Hanya saja harganya lebih tidak terjangkau orang kebanyakan. 

PM 2,5 dengan mudah ditemukan di berbagai tempat. Partikulat halus ini juga dengan gampang memasuki sistem pernapasan manusia. Itulah alasan PM 2,5 menjadi partikel udara paling mematikan bagi manusia secara pelan-pelan tanpa disadari para korban. 

Menurut catatan Departemen Kesehatan New York, PM 2,5 bisa berasal dari udara di luar ruangan dan juga dalam ruangan. 

Dalam kategori outdoor, PM 2,5 bisa terdapat pada polusi asap mobil, truk, bus dan kendaraan bermotor lain. Tak hanya itu, polusi udara ini bisa berasal dari hasil pembakaran kayu, minyak, batu bara atau akibat kebakaran hutan.

Sedangkan yang dari dalam ruangan, PM 2,5 terkandung dalam asap rokok, asap yang timbul setelah memasak (menggoreng atau membakar bahan makanan), membakar lilin atau minyak lampu hingga sebuah asap perapian. 

Editors' Picks

2. Polusi udara menjadi ancaman kesehatan anak-anak dan ibu hamil

2. Polusi udara menjadi ancaman kesehatan anak-anak ibu hamil
Unsplash/Wim van 't Einde

Peningkatan paparan PM 2,5 menimbulkan beberapa masalah di beberapa negara seperti India, Cina, Bangladesh dan Jepang.

Terhitung hampir 1 dari 10 kematian pada anak-anak di bawah usia lima tahun diakibatkan oleh polusi udara. Bisa dibilang polusi udara yang buruk dapat menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan pernapasan anak-anak. 

Bahkan PM 2,5 juga bisa mengganggu pernapasan untuk ibu hamil. Dalam kondisi seperti ini, tercemarnya udara dapat berdampak buruk untuk kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan. Paparan polusi udara pada berdampak terhadap penurunan berat lahir dan terjadi peningkatan 2 persen dalam berat lahir rendah. 

3. Risiko anak-anak terkena PM 2,5 

3. Risiko anak-anak terkena PM 2,5 
ozonnews.com

Dari udara yang dihirup setiap harinya secara tidak sadar terdapat PM 2,5, baik di dalam atau di luar ruangan. Sebuah partikel tak kasat mata ini mampu mengganggu kesehatan terutama pernapasan. Ukurannya yang sangat kecil bisa diibaratkan hanya 3 persen dari diameter rambut manusia. 

Polusi udara yang sangat halus dari PM 2,5 sangat berbahaya bagi kesehatan terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia. Beberapa penyakit yang bisa muncul akibat PM 2,5 seperti: 

  • Asma
  • Stroke
  • Mengalami gangguan pernapasan
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Memicu kematian dini
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru

Baca juga: Tanpa Harus Panik, Begini 5 Cara Menangani Anak Asma

Baca juga: Kenali dan Hindari Faktor Pemicu Serangan Asma pada Anak