Ketahui 4 Alasan Anak Tidak Mau Makan Nasi dan Cara Mengatasinya

Bisa disebabkan oleh trauma akibat dipaksa makan lho, Ma!

21 Oktober 2020

Ketahui 4 Alasan Anak Tidak Mau Makan Nasi Cara Mengatasinya
Freepik/Kasipat

Selama masa pertumbuhannya, anak tentu membutuhkan nutrisi yang cukup dari makanannya. Saat anak menutup mulut atau menggelengkan kepala saat diberi makan, Mama pasti akan pusing dan memutar otak agar anak mau makan.

Berbagai cara dilakukan agar napsu makan anak kembali baik. Sayangnya, kadang hal ini membuat anak jadi pemilih dalam hal makanan, termasuk tidak mau makan nasi. Tapi sebaiknya, Mama mencari tahu terlebih dulu apa penyebab anak tidak mau makan nasi.

Apa karena memang tidak nafsu makan, atau ada hal lain yang menyebabkannya. Lalu apa yang menyebabkan anak tidak mau makan nasi? Serta, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut ini Popmama.com akan membahas informasi selengkapnya di bawah ini ya, Ma!

1. Trauma akibat sebelumnya pernah diberi makan dengan cara dipaksa

1. Trauma akibat sebelum pernah diberi makan cara dipaksa
Freepik/Cubacuba31

Saat anak sulit makan, terkadang Mama suka kurang sabar dan memaksa anak makan dengan cara yang salah. Hal ini ternyata dapat menyebabkan anak trauma. Inilah yang harus Mama pahami, bahwa anak juga memiliki perasaan dan kondisi mental yang berbeda-beda.

Memaksa anak dan membentaknya untuk makan bisa berdampak buruk pada anak dan mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. Sehingga anak yang terbiasa melakukan sesuatu dengan cara dipaksa, dapat semakin keras kepala dan memberontak.

Meskipun makanan yang diberikan adalah makanan bergizi seperti nasi, sayur, dan buah, anak justru akan semakin menolaknya. Bila hal ini terjadi, Mama perlu melakukan trauma healing karena dampak terburuknya adalah anak bisa depresi.

Depresi pada anak dapat lebih berbahaya daripada saat dewasa, sehingga diskusikan dengan psikolog anak agar trauma anak bisa sembuh dan tidak takut makan.

Editors' Picks

2. Memiliki rasa sensitivitas yang tinggi pada rasa

2. Memiliki rasa sensitivitas tinggi rasa
Freepik/Aspsvz

Salah satu penyebab anak tidak mau makan nasi adalah, anak memiliki rasa sensitivitas yang tinggi pada rasa. Memang ada kondisi di mana lidah anak terdapat lebih banyak cita rasa dibanding anak lainnya.

Hal ini yang membuat anak terlalu peka terhadap rasa nasi dan menolak makanan lainnya yang mungkin tidak cocok dengan lidahnya. Sebenarnya, kondisi ini jangan dianggap sepele oleh Mama.

Mama dapat lebih bijak dan memilih makanan yang mungkin disukai oleh anak. Ketika anak sudah mau berbicara, baiknya tanyakan pada anak makanan apa yang diinginkan. Dengan begitu, nafsu makan anak bisa mulai timbul kembali dan akhirnya mau makan.

3. Mengalami masalah pada pencernaannya sehingga nafsu makannya berkurang

3. Mengalami masalah pencernaan sehingga nafsu makan berkurang
Freepik/pornpan77

Alasan selanjutnya bisa jadi karena anak mengalami masalah pada pencernaannya. Gangguan pencernaan ini salah satunya adalah konstipasi atau sembelit.

Konstipasi ini adalah proses terhambatnya pengeluaran sisa-sisa makanan yang membuat anak sulit buang air karena keras.

Perut anak menjadi terasa penuh dan keras karena sulit buang air besar, akibatnya nafsu makan anak semakin lama semakin menurun. Jangan anggap sepele ketika anak mengalami sembelit.

Penanganan awalnya adalah dengan cukupi cairan tubuhnya dengan banyak minum air putih dan berikan buah-buahan yang tinggi kandungan serat.

4. Sering ngemil dan kuat minum susu

4. Sering ngemil kuat minum susu
Freepik

Idealnya anak dapat makan tiga kali sehari dengan tambahan dua kali selingan cemilan dan susu. Jika anak dapat menerapkannya secara teratur, maka kesehatan tubuhnya dapat terjaga. Namun, ada beberapa anak yang memang tidak mudah lapar dan dianggap tidak mau makan.

Biasanya kasus ini terjadi pada anak yang suka ngemil dan kuat minum susu. Untuk mengatasi masalah ini, Mama sebaiknya dapat mengatur pola makannya. Mulai dengan mengurangi cemilan dan susu, agar anak bisa cepat merasakan lapar.

Jika sudah merasa lapar, Mama bisa memberikan makanan berat dengan nasi serta lauk favorit kesukaannya.

Untuk mengatasi anak yang tidak mau makan nasi atau alami trauma makan nasi, Mama dapat mengikuti beberapa cara di bawah ini

Tips dalam Mengatasi Anak yang Tidak Mau Makan Nasi

Tips dalam Mengatasi Anak Tidak Mau Makan Nasi
Freepik/Odua

Dalam mengatasi anak yang susah makan nasi, Mama bisa mencoba melakukan beberapa tips berikut ini:

  1. Bersabar dan tetap berusaha untuk berikan nutrisi terbaik bagi anak, tidak memaksa anak karena bisa membuatnya semakin malas makan
  2. Jika belum mau makan, tunda pemberian makan dan coba berikan makanan kembali, misalnya setengah jam atau 1 jam setelahnya.
  3. Jika masih tidak mau makan nasi, Mama bisa menggantinya dengan sumber karbohidrat lain seperti ubi, singkong, kentang, roti, jagung, dan mie yang di olah sendiri atau bukan mie instan.
  4. Penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin dari sumber lainnya, termasuk dalam buah, sayur, lauk pauk, susu, dan sumber karbohidrat selain nasi seperti di atas.
  5. Berikan makanan dalam porsi yang lebih sedikit namun sering, makan dalam porsi besar dapat membuat anak menjadi tidak nafsu makan.
  6. Buat makanan menjadi lebih menarik, seperti menggunakan piring berwarna, atau menggunakan sendok yang lucu.
  7. Mama juga bisa mulai membuat nasi dengan bentuk lucu, seperti membuat nasi ala sushi yang dibalut dengan rumput laut kering atau dibalut dengan telur dadar gulung, dan lain-lain.
  8. Mengenai vitamin tambahan atau suplemen sebenarnya tidak wajib dibberikan, namun sebaiknya Mama berkonsultasikan dahulu dengan dokter secara langsung karena tidak semua kondisi anak perlu diberikan suplemen tambahan.

Nah itu dia Ma, penyebab anak tidak mau makan nasi dan cara mengatasinya. Apabila dengan cara-cara di atas anak masih susah makan, menjadi trauma dengan nasi, sehingga berat badannya turun selama 2 bulan, maka Mama perlu memeriksakan anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mengetahui penyebab serta anak mendapatkan penanganan lanjutan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.