TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Alergi Tungau Debu: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Konsentrasi tungau debu tertinggi biasanya terdapat di kamar tidur anak

25 September 2022

Alergi Tungau Debu Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya
Freepik/Anchaleeyates

Tak ada orangtua yang ingin melihat anaknya menderita alergi. Namun, setiap anak dapat mengembangkan alergi, apalagi ketika ada keluarga yang memiliki riwayat alergi. Salah satu alergi yang paling sering dialami anak adalah alergi tungau debu.

Alergi tungau debu merupakan reaksi alergi terhadap serangga kecil yang biasa hidup di dalam debu rumah. Tungau debu memakan sel kulit yang terkelupas dari manusia, dan berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembab.

Di kebanyakan rumah, barang-barang seperti tempat tidur, furnitur berlapis kain dan karpet menyediakan lingkungan yang ideal untuk tungau debu. Tungau debu mungkin sulit dilihat tanpa mikroskop.

Mungkin akan sulit bagi Mama untuk mengetahui tanda-tanda dan penanganan pertama ketika anak mengalami alergi tungau debu. Kali ini Popmama.com akan membahas seputar alergi tungau debu pada anak yang perlu Mama ketahui. Yuk simak!

1. Tungau debu merupakan serangga yang hidup di debu-debu rumah tangga

1. Tungau debu merupakan serangga hidup debu-debu rumah tangga
Commons.wikimedia.org

Tungau debu merupakan sejenis serangga mikroskopis yang hidup di debu rumah tangga. Mereka memakan sel-sel kulit yang berasal dari manusia. Tungau debu sangat banyak hidup di furnitur berlapis kain, di beberapa jenis tempat tidur, dan di karpet. Konsentrasi tungau debu tertinggi di rumah biasanya terdapat di kamar tidur.

2. Gejala alergi tungau debu pada anak

2. Gejala alergi tungau debu anak
Freepik/Rolencino

Jika anak memiliki alergi tungau debu yang disebabkan oleh radang saluran hidung, Mama dapat memerhatikan gejala yang muncul, yang meliputi:

  • Bersin
  • Pilek
  • Mata gatal, merah atau berair
  • Hidung tersumbat
  • Hidung gatal, atap mulut atau tenggorokan
  • Lendir berwarna kuning dari hidung
  • Batuk
  • Tekanan dan nyeri wajah
  • Kulit bengkak berwarna biru di bawah mata
  • Anak sering menggosok hidung ke atas

Jika anak memiliki asma, alergi tungau debu dapat menyebabkan anak juga mengalami:

  • Sulit bernafas
  • Sesak atau nyeri dada
  • Suara bersiul atau mengi saat menghembuskan napas
  • Kesulitan tidur yang disebabkan oleh sesak napas, batuk atau mengi
  • Serangan batuk atau mengi yang diperburuk oleh virus pernapasan seperti pilek atau flu

Alergi tungau debu dapat berkisar dari ringan hingga parah. Alergi tungau debu yang ringan dapat menyebabkan pilek sesekali, mata berair, dan bersin. Dalam kasus yang parah, kondisinya mungkin berkelanjutan, mengakibatkan bersin terus-menerus, batuk, hidung tersumbat, tekanan pada wajah, atau serangan asma yang parah.

3. Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak bereaksi pada zat asing

3. Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak bereaksi zat asing
Freepik/Poringdown

Dilansir dari mayoclinic.org, alergi terjadi saat sistem kekebalan tubuh anak bereaksi terhadap zat asing seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau tungau debu.

Sistem kekebalan kemudian menghasilkan protein yang dikenal sebagai antibodi, dan melindungi anak dari penyerang yang tidak diinginkan yang berisiko membuat anak sakit atau terkena infeksi. Ketika anak memiliki alergi, sistem kekebalannya membuat antibodi yang mengidentifikasi alergen tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya, meskipun sebenarnya tidak.

Ketika anak bersentuhan dengan alergen, sistem kekebalannya menghasilkan respons peradangan di saluran hidung atau paru-paru. Paparan alergen yang berkepanjangan dapat menyebabkan peradangan (kronis) yang berlangsung dan terkait dengan asma.

Tungau debu memakan bahan organik seperti sel-sel kulit mati yang telah dilepaskan manusia, dan bukannya meminum air, mereka menyerap air dari kelembapan di atmosfer. Debu juga mengandung kotoran dan tubuh tungau yang membusuk, dan protein yang ada dalam "puing-puing" tungau debu inilah yang menjadi penyebab alergi tungau debu.

Editors' Picks

4. Faktor yang meningkatkan risiko anak terkena alergi tungau debu

4. Faktor meningkatkan risiko anak terkena alergi tungau debu
Freepik/diana.grytsku

Faktor-faktor berikut meningkatkan anak berisiko terkena alergi tungau debu:

  • Memiliki riwayat alergi dalam keluarga, anak lebih mungkin mengembangkan kepekaan terhadap tungau debu jika beberapa anggota keluarganya memiliki alergi.
  • Terkena tungau debu tingkat tinggi, terutama di awal kehidupan, meningkatkan risiko anak mengembangkan alergi ini.
  • Berusia anak-anak atau dewasa muda, anak lebih mungkin mengembangkan alergi tungau debu selama masa kanak-kanak atau awal masa dewasa.

5. Paparan tungau dan kotorannya dapat menyebabkan komplikasi pada anak

5. Paparan tungau kotoran dapat menyebabkan komplikasi anak
Freepik/Norgal

Jika anak memiliki alergi tungau debu, paparan tungau dan kotorannya dapat menyebabkan komplikasi, seperti berikut ini:

Infeksi sinus: Peradangan jaringan (kronis) di saluran hidung yang disebabkan oleh alergi tungau debu dapat menyumbat sinus, rongga berlubang yang terhubung ke saluran hidung anak. Hambatan ini dapat membuat anak berisiko mengembangkan infeksi sinus (sinusitis).

Asma: Penderita asma dan alergi tungau debu seringkali mengalami kesulitan dalam menangani gejala asma. Anak mungkin berisiko terkena serangan asma yang membutuhkan perawatan medis segera atau perawatan darurat.

6. Diagnosa alergi tungau debu yang mungkin dilakukan oleh dokter anak

6. Diagnosa alergi tungau debu mungkin dilakukan oleh dokter anak
Freepik/Seventyfour

Dokter anak mungkin mencurigai alergi tungau debu berdasarkan gejala dan jawaban atas pertanyaannya seputar rumah Mama.

Untuk memastikan bahwa anak alergi terhadap beberapa zat yang terbawa udara, dokter anak mungkin menggunakan alat berlampu untuk melihat kondisi lapisan hidung anak. Jika anak alergi terhadap sesuatu yang ada di udara, lapisan saluran hidung akan membengkak dan tampak pucat atau kebiruan.

Dokter mungkin mencurigai alergi tungau debu jika gejala lebih buruk saat anak pergi tidur atau saat rumah sedang dibersihkan, yaitu ketika alergen tungau debu akan menyebar sementara di udara. Jika memiliki hewan peliharaan, akan lebih sulit untuk menentukan penyebab alerginya, terutama jika hewan peliharaan tidur di kamar tidur anak.

Beberapa diagnosa yang mungkin dilakukan dokter adalah:

Tes kulit alergi

Dokter anak mungkin menyarankan anak untuk mengikuti tes kulit alergi, untuk menentukan apa anak memiliki alergi atau tidak. Anak mungkin akan dirujuk ke spesialis alergi (ahli alergi) untuk tes ini.

Dalam tes ini, sejumlah kecil ekstrak alergen yang dimurnikan, termasuk ekstrak untuk tungau debu ditusuk ke permukaan kulit anak. Ini biasanya dilakukan di lengan bawah, tetapi bisa dilakukan di punggung atas.

Dokter atau perawat akan mengamati kulit anak untuk mencari tanda-tanda reaksi alergi setelah 15 menit. Jika anak alergi terhadap tungau debu, ia akan mengembangkan benjolan merah dan gatal di mana ekstrak tungau debu ditusuk ke kulit.

Efek samping yang paling umum dari tes kulit ini adalah gatal dan kemerahan. Namun efek samping ini biasanya hilang dalam waktu 30 menit.

Tes darah alergi

Beberapa anak mungkin tidak dapat menjalani tes kulit karena memiliki kondisi kulit tertentu yang dapat memengaruhi hasil. Sebagai alternatif, dokter mungkin melakukan tes darah yang menyaring antibodi penyebab alergi tertentu untuk berbagai alergen umum, termasuk tungau debu. Tes ini juga dapat menunjukkan seberapa sensitif Anda terhadap alergen.

7. Perawatan yang bisa dilakukan dalam mengatasi tungau debu pada anak

7. Perawatan bisa dilakukan dalam mengatasi tungau debu anak
Freepik/Jiboom

Perawatan pertama untuk mengendalikan alergi tungau debu adalah menghindari tungau debu sesering mungkin. Namun, tungau debu tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dari lingkungan anak. Anak mungkin juga memerlukan obat untuk mengontrol gejalanya atau terapi. Seperti:

Irigasi hidung

Anak dapat menggunakan botol yang dirancang khusus untuk mengeluarkan lendir yang kental dan iritan dari sinus, dengan air garam (saline) yang telah disiapkan.

Jika Mama menyiapkan larutan garam sendiri, gunakan air yang bebas kontaminan seperti air suling, steril, direbus dan didinginkan sebelumnya, atau disaring dengan filter yang memiliki ukuran pori absolut 1 mikron atau lebih kecil.

Pastikan untuk membilas botol setelah digunakan dengan air bebas kontaminan, dan biarkan terbuka hingga kering di udara.

Imunoterapi

Anak bisa "melatih" sistem kekebalannya agar tidak peka terhadap alergen. Ini dilakukan melalui serangkaian suntikan alergi yang disebut imunoterapi. Suntikan satu hingga dua mingguan awal membuat anak terpapar dengan dosis yang sangat kecil dari alergen.

Kemudian dosis ditingkatkan secara bertahap, biasanya selama periode tiga sampai enam bulan. Suntikan perawatan diperlukan setiap empat minggu selama tiga hingga lima tahun. Imunoterapi biasanya digunakan ketika perawatan sederhana lainnya tidak memuaskan.

8. Cara mengatasi sekaligus mencegah tungau debu pada anak

8. Cara mengatasi sekaligus mencegah tungau debu anak
Freepik/Zasabe

Dilansir dari kidshealth.org, tungau debu adalah pemicu alergi yang umum bagi banyak anak. Untuk mengatasi sekaligus mencegah pemicu alergen, berikut adalah beberapa penanganan yang bisa Mama lakukan:

  • Sedot debu dan bersihkan rumah, terutama kamar tidur anak sesering mungkin, setidaknya sekali seminggu. Gunakan kantong filter pori kecil khusus pada penyedot debu atau beli penyedot debu dengan filter HEPA. Saat membersihkan debu, gunakan kain lembab untuk menghindari penyebaran partikel tungau debu di udara.
  • Hindari bantal atau selimut bulu atau bulu angsa, pilih tempat tidur yang terbuat dari bahan sintetis.
  • Cuci atau ganti seprai setiap minggu, cuci semua tempat tidur anak dengan air panas yang lebih tinggi dari 54,4ºC dan keringkan dengan pengaturan tinggi.
  • Tutupi kasur, bantal, dan pegas kotak dengan sarung anti tungau. Pastikan untuk membersihkan selimut secara teratur.
  • Singkirkan semua karpet dari kamar tidur anak dan ruang lain di mana anak menghabiskan banyak waktu.
  • Jika Mama memiliki area karpet, pastikan karpet tersebut dapat dicuci dan dibersihkan setiap minggu dengan air panas.
  • Pastikan penutup jendela di kamar anak bisa dicuci atau dibersihkan dengan mudah. Jauhi tirai yang memiliki banyak permukaan yang terkena debu, atau tirai dengan banyak lipatan yang harus dicuci kering. Cuci semua penutup jendela secara teratur.
  • Hindari furnitur dan bantal berlapis kain.
  • Bersihkan debu dari mainan anak, pernak pernik, bingkai foto, dan tanaman yang berdebu.
  • Simpan sebagian besar buku anak di ruangan selain kamar tidur atau ruang bermainnya.
  • Minimalkan koleksi boneka binatang anak, cuci mainan atau boneka anak yang tanpa baterai dengan air panas sesering mungkindan kemudian dikeringkan pada pengaturan pengering yang paling tinggi. Mama juga dapat menyimpan mainan ini ke dalam kantong plastik dan memasukkannya ke dalam freezer setidaknya selama lima jam atau semalaman, karena tungau debu tidak dapat bertahan lebih dari lima jam pada suhu beku.
  • Hindari menggunakan humidifier, terutama di kamar tidur anak.
  • Pasang dehumidifier di ruang bawah tanah atau area lembab lainnya di rumah Mama. Buang dan bersihkan wadah air sesering mungkin.

Nah itulah beberapa informasi seputar alergi tungau debu yang mungkin menyerang anak. Perhatikan jika anak mengalami gejala-gejala alergi tungau debu, dan segera atasi pemicunya dengan melakukan tips-tips di atas. Jika alergi masih berlangsung, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk