7 Cara Kreatif untuk Mengajarkan Huruf Alfabet pada Balita

Mulai mempersiapkan si Kecil untuk membaca dan menulis

20 September 2021

7 Cara Kreatif Mengajarkan Huruf Alfabet Balita
Freepik/Rawpixel-com

Sama seperti orangtua lainnya, Mama tentu ingin mempersiapkan si Kecil dengan baik untuk sekolah. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengajarkan huruf alfabet. Mempelajari alfabet sangat penting untuk anak-anak.

Mengajarkan alfabet kepada balita berarti mempersiapkannya untuk membaca dan menulis. Ada beberapa anak yang mempelajarinya dengan sangat cepat, namun tak sedikit juga yang membutuhkan waktu dan pengajaran berulang.

Jika Mama mencoba mengajari balita untuk mengenal huruf dan merasa sulit, baca terus artikel Popmama.com yang satu ini mengetahui bagaimana Mama dapat melakukannya dengan cara yang kreatif dan tentunya menyenangkan bagi anak.

Baca terus ya, Ma!

1. Nyanyikan lagu alfabet

1. Nyanyikan lagu alfabet
Freepik/Katemangostar

Balita senang mendengar orangtuanya bernyanyi, terlebih lagi jika sambil mengajak anak untuk bernyanyi bersama atau menari. Jika Mama menyanyikan lagu alfabet untuk anak, itu akan menjadi cara paling kreatif dan menarik untuk memperkenalkan si Kecil pada huruf-huruf.

Hal ini dapat Mama mulai sedini mungkin, karena saat ia tumbuh sedikit lebih besar, anak mungkin sudah bisa ikut bernyanyi bersama. Mama juga juga dapat memutar lagu "ABCD" di ponsel atau di televisi, dan membiarkan balita menikmatinya dengan musik dan gambar visual yang menarik perhatiannya.

2. Menggunakan buku alfabet

2. Menggunakan buku alfabet
everyday-reading.com

Membaca buku alfabet sebenarnya menjadi tahap kedua. Karena begitu balita terbiasa melafalkan huruf, maka ia akan bisa mengenalinya dengan lebih baik. Mama mungkin tak sulit untuk mendapatkan buku alfabet di pasaran.

Umumnya buku-buku ini tersedia dengan gambar yang mewakilli alfabetnya masing-masing. Namun jika Mama ingin membuat cara yang lebih menarik dan meningkatkan kreativitas balita, cobalah untuk membuat "buku" alfabet sendiri.

Mama dapat membuat buku sendiri yang melibatkan anak saat melakukannya. Ambil buku gambar kosong dan potong abjad dari majalah yang sudah tak terpakai, dan minta si Kecil untuk menempelkannya di setiap halaman.

Mama dapat menempelkan juga objek yang huruf depannya mewakili abjad, misalnya huruf A dengan gambar ayam, huruf B dengan gambar buku, dan seterusnya. Pastikan untuk memilih huruf atau gambar dengan warna yang berbeda.

Editors' Picks

3. Menggunakan alas busa dengan alfabet

3. Menggunakan alas busa alfabet
smythstoys.com

Mama tentu sudah tak asing dengan alas atau karpet busa yang memiliki huruf di atasnya, bukan? Yup, ada alas alfabet yang tersedia di pasaran yang terbuat dari busa dan ukurannya cukup besar.

Ketika huruf-hurufnya besar dan berwarna-warni, balita akan senang mengenali dan membawa huruf-huruf tertentu yang Mama sebutkan. Mama juga bisa melakukan permainan dengan si Kecil yang akan membantunya belajar huruf sambil bermain.

Letakkan alas huruf-huruf ini di beberapa tempat di rumah, seperti di kamar anak, ruang bermain, ruang tamu, dan area lain yang sering dijadikan tempat main anak, dan biarkan ia mengenalinya.

4. Permainan alfabet dengan menggerakan tubuh

4. Permainan alfabet menggerakan tubuh
Freepik/Lookstudio

Menggerakan tubuh sambil merangsang pikiran menjadi pilihan yang sangat tepat untuk balita yang aktif dan senang bergerak. 

Di sini Mama dan anak dapat bermain "menjadi huruf", yaitu bantu si Kecil mencoba membentuk huruf alfabet dengan tubuhnya. Misalnya ketika diminta huruf O, anak dapat melingkarkan tangannya di atas kepala, dan ketika diminta huruf T anak dapat merentangkan tangannya ke samping.

Dengan kerja tim Mama dan balita, sebagian besar alfabet bisa dilakukan.

5. Menggunakan coretan kreatif

5. Menggunakan coretan kreatif
Pexels/Gustavo Fring

Anak balita senang bermain coret-coretan kan, Ma? Mengajarkan anak alfabet dengan coretan kreatif, bisa membuat balita menikmati kegiatan ini. Ia tidak hanya mendapatkan latihan yang bagus, tetapi juga memiliki karya seni.

Mama bisa memberikan stempel alfabet. Mintalah balita mencap alfabet secara berurutan, mencap huruf-huruf dalam nama mereka, atau melatih pelafalan dan kata sederhana. Aktivitas baru menggunakan stempel karet dan bantalan tinta akan membuat pembelajaran ini menjadi segar dan menarik.

Selain itu, Mama juga bisa mengajarkan anak untuk mewarnai alfabet dengan krayon, pensil warna, atau cat air, yang polanya telah digambar atau dicetak sebelumnya.

6. Buatlah kue dengan potongan alfabet

6. Buatlah kue potongan alfabet
globalsources.com

Bukan rahasia umum lagi jika setiap balita suka makan camilan kue, dan Mama bisa memanfaatkan hal ini untuk mengajarkan anak alfabet. Saat ini cetakan kue atau pemotong yang berbentuk alfabet banyak tersedia di pasaran.

Gunakan alat-alat ini untuk membuat kue atau makanan favorit anak lainnya dengan alfabet yang berbeda, kemudian Mama bisa meminta si Kecil untuk mengenalinya dan membaca setiap hurufnya. Jika berhasil, ia dapat memilikinya.

Mama juga boleh meminta anak untuk memutuskan huruf mana yang ingin dimakan saat itu, dan biarkan ia menemukannya.

7. Menggunakan puzzle atau magnet alfabet

7. Menggunakan puzzle atau magnet alfabet
Freepik/Jcomp

Puzzle alfabet sangat tepat untuk membantu balita mempelajarinya. Permainan ini bisa melakukan dua fungsi yang berbeda, yaitu mengajarkan anak tentang alfabet dan membantu pengembangan keterampilan motorik anak dengan meningkatkan cengkeraman jari telunjuk dan ibu jari.

Selain puzzle alfabet, Mama juga bisa menggunakan alfabet yang memiliki magnet untuk ditempelkan di kulkas. Dengan huruf-huruf tersebut, anak akan dapat mengenalinya dengan mudah.

Nah, kini Mama telah mengetahui bagaimana cara kreatif untuk mengajarkan si Kecil tentang alfabet. Ketika membantu balita belajar huruf, Mama harus bersabar. Hindari untuk membandingkan anak dengan anak lain yang sebaya atau lebih muda di lingkungan sekitarnya.

Yuk kenalkan balita pada alfabet sejak usia dini!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.