6 Cara Mencegah Masalah Citra Tubuh (Body Image) pada Anak

Meningkatkan keinginan anak untuk lebih menyayangi diri sendiri

23 April 2021

6 Cara Mencegah Masalah Citra Tubuh (Body Image) Anak
Freepik/User17067123

Citra Tubuh (body image) merupakan cara anak berpikir tentang tubuh dan penampilan, yang dapat memengaruhi kesehatan mental, baik secara positif atau negatif. Anak bisa mengalami kecemasan tentang penampilannya dari berbagai sumber, seperti orangtua, teman, dan media sosial.

"Aku sangat gemuk." atau "Aku jelek.", kata-kata seperti ini mungkin biasa Mama dengar ketika anak berusia remaja hingga dewasa. Namun sayangnya, anak-anak semuda usia prasekolah atau taman kanak-kanak juga sudah mengkhawatirkan hal tersebut.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak mungkin mulai mengkhawatirkan berat badan dan penampilan fisik sejak usia 3 hingga 5 tahun, dan banyak anak kecil mengungkapkan ketidakbahagiaan tentang tubuh mereka.

Memiliki pola pikir citra tubuh yang baik, dapat meningkatkan rasa untuk menyayangi diri sendiri, percaya diri, dan bangga pada tubuhnya. Berikut Popmama.com berikan tips untuk membantu anak dalam menghindari masalah citra tubuh:

Penelitian yang Membahas Tentang Masalah Citra Tubuh pada Anak

Penelitian Membahas Tentang Masalah Citra Tubuh Anak
Freepik/karlyukav

Penelitian yang dirilis pada Agustus 2016 oleh Professional Association for Childcare and Early Years (PACEY), menemukan bahwa tak jarang anak-anak yang sangat kecil mengungkapkan ketidakpuasan tentang cara mereka melihat tubuhnya. Beberapa temuan penelitian mereka antara lain:

  • Sebanyak 24 persen penitipan anak profesional telah melaporkan melihat anak-anak berusia 3 hingga 5 tahun mengungkapkan ketidakbahagiaan tentang penampilan atau tubuh mereka sendiri.
  • Sebanyak 47 persen penitipan anak profesional telah melihat kecemasan tentang citra tubuh pada anak-anak usia 6 sampai 10 tahun, hampir dua kali lipat dari jumlah anak-anak yang hanya beberapa tahun lebih muda
  • Sebanyak 71 pekerja penitipan anak percaya bahwa anak-anak mulai mengkhawatirkan tubuh mereka sejak usia lebih muda.
  • Kalimat seperti "Dia gendut" atau "Dia gendut" umum di kalangan anak-anak. Sebanyak 37 persen pekerja pengasuhan anak pernah mendengar anak-anak mengatakan hal-hal seperti ini dan sebanyak 31 persen pernah mendengar seorang anak menyebut dirinya gemuk.
  • 10 persen pekerja pengasuhan anak melaporkan pernah mendengar seorang anak mengatakan dia merasa jelek, dan 16 persen mengatakan mereka pernah mendengar anak-anak mengatakan mereka berharap mereka secantik atau secantik orang lain.
  • Hampir satu dari lima (19 persen) penitipan anak profesional mengatakan bahwa mereka pernah melihat anak-anak menolak makanan karena takut akan membuat mereka gemuk.

Laporan tahun 2015 oleh Common Sense Media, menemukan bahwa citra tubuh mulai berkembang pada usia yang sangat muda dan itu gambar yang berpusat di sekitar penampilan seseorang bersifat stereotip, tidak realistis, dan bias gender.

Laporan tersebut memeriksa penelitian yang ada tentang bagaimana perasaan anak-anak dan remaja tentang tubuh mereka, dan menemukan bahwa masalah seputar citra tubuh dimulai jauh sebelum pubertas.

Anak-anak berusia 5 tahun mulai menunjukkan ketidaksukaan terhadap tubuh mereka dan mengatakan bahwa mereka ingin menjadi lebih kurus. Temuan lainnya dari studi Common Sense Media meliputi:

  • Lebih dari separuh anak perempuan dan sepertiga anak laki-laki berusia 6 sampai 8 tahun mengatakan berat badan ideal mereka adalah lebih kurus daripada mereka.
  • Pada usia 7 tahun, satu dari empat anak telah mencoba semacam perilaku diet.
  • Sebanyak 41 persen anak perempuan mengatakan bahwa mereka menggunakan media sosial untuk "membuat diri mereka terlihat lebih keren".
  • 87 persen karakter perempuan di TV yang berusia antara 10 dan 17 tahun memiliki berat di bawah rata-rata.

Citra tubuh yang negatif atau ketidakpuasan tubuh dapat memengaruhi seorang anak atau remaja dalam banyak hal, seperti harga diri dan tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah hingga mengarah pada isolasi diri dan depresi.

Untuk mencegah hal ini terjadi pada anak mama, terapkan beberapa tips berikut ini:

1. Perhatikan penggunaan kata-kata yang akan diucapkan tentang tubuh

1. Perhatikan penggunaan kata-kata akan diucapkan tentang tubuh
Freepik/Karlyukav

Saat bersama si Kecil, hindari mengatakan hal-hal seperti, "Mama terlihat sangat gemuk saat menggunakan baju ini", atau "Mama tidak bisa makan ini karena dapat membuat gemuk". Seperti yang Mama ketahui, anak mendengarkan dan belajar dari orangtuanya.

Penelitian dari Common Sense Media di tahun 2015 menemukan bahwa anak-anak usia 5 hingga 8 tahun yang menganggap sang Mama tidak bahagia dengan tubuhnya, lebih cenderung tidak puas dengan tubuh mereka sendiri.

Sehingga, tunjukkan kepercayaan diri pada tubuh Mama dan juga tentang diri sendiri saat bersama anak.

Editors' Picks

2. Cobalah untuk tidak fokus pada penampilan orang lain

2. Cobalah tidak fokus penampilan orang lain
Freepik/Lookstudio

Ketika sedang menyaksikan televisi atau menunjukkan orang lain pada balita di media sosial, hindari berbicara tentang penampilan dan tubuh mereka. Melainkan, fokuslah pada hal-hal kebaikan yang lebih penting tentang seseorang.

Mama bisa menyebutkan seperti, seberapa baik atau dermawan mereka, bagaimana prestasi mereka, atau apakah mereka memiliki perilaku yang baik atau bekerja keras yang bisa anak contoh, tanpa harus melihat penampilannya.

3. Buatlah anak berperan dalam berbagai aktivitas fisik dan makan sehat

3. Buatlah anak berperan dalam berbagai aktivitas fisik makan sehat
Freepik

Olahraga dan mengonsumsi makanan sehat, tak hanya dilakukan ketika anak mengalami permasalahan pada tubuh saja, namun buatlah rutinitas ini untuk lebih menjaga kesehatan tubuhnya sejak dini.

Habiskan waktu keluarga dengan melakukan hal-hal aktif seperti bermain di luar, mengendarai sepeda, dan pergi ke taman.

Selain itu, saat Mama berbelanja bahan makanan, biarkan si Kecil membantu Mama memilih buah dan sayuran yang sehat, dan membaca label nutrisi bersama untuk mengajarinya tentang kebiasaan makan yang sehat.

4. Perhatikan mainan anak

4. Perhatikan mainan anak
Freepik/Benevolente82

Lihatlah mainan-mainan yang menggambarkan penampilan, seperti figur aksi atau boneka karakter manusia di peti mainan anak.

Apakah di antara mainan-mainan tersebut ada memiliki otot menonjol yang tidak realistis? Apakah ada boneka di kamar anak perempuan mama yang memiliki proporsi tubuh yang tidak mungkin ada secara manusiawi?

Cobalah untuk memerhatikan mainan tersebut atau setidaknya seimbangkan dengan representasi tubuh manusia yang lebih realistis. Sebaiknya, Mama bisa memberikan anak permainan papan yang membangun otak, teka-teki, dan buku-buku dengan cerita menarik untuk anak-anak.

5. Bicarakan tentang gender dan stereotip tubuh dalam iklan dan media

5. Bicarakan tentang gender stereotip tubuh dalam iklan media
Freepik/Tirachardz

Saat menyaksikan televisi, Mama dan anak dapat melihat bagaimana penampilan seseorang di layar televisi dapat memengaruhi pemikiran anak tentang citra tubuhnya.

Dalam sebuah studi yang ditulis pada Turkish Online Journal of Qualitative Inquiry di tahun 2010, mengatakan, dalam beberapa kasus, anak dapat melakukan evaluasi diri dengan membandingkan dirinya dengan para selebriti. Ketidaksesuaian antara persepsi diri anak dengan citra ideal dapat menyebabkan mereka melakukan perbandingan yang tidak nyata.

Tunjukkan konten tersebut dengan si Kecil, dan bicarakan apa yang keliru dengan tayangan-tayangan tersebut. Selain itu, Mama juga bisa membicarakan sebuah iklan, acara TV, atau film yang menampilkan makanan tidak sehat terlihat menggoda.

6. Batasi waktu layar

6. Batasi waktu layar
Freepik

Dilansir dari verywellfamily.com, penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi waktu menatap layar dapat mengurangi risiko obesitas pada anak-anak dan bahkan meningkatkan nilai diri.

Maka dari itu, perhatikan ketika anak melihat iklan makanan junk food, baik di televisi atau di media sosial, berikan pemahaman tentang apa yang mereka coba jual dan bicarakan mengapa makanan ini buruk bagi kesehatan anak jika sering di konsumsi.

Nah itulah beberapa tips untuk mencegah anak mengalami permasalahan pada citra tubuh yang menjadi salah satu dampak penggunaan teknologi saat ini. Memiliki pola pikir tubuh yang positif dapat mendukung kesehatan mental dan fisik anak.

Tidak mengukur nilai berdasarkan penampilan dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan, dan mengajari anak untuk berfokus pada harga diri dan citra diri dari karakteristik internal, bukan eksternal.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.