Dongeng Anak Islami: Hari Pertama Lio Berpuasa di Bulan Ramadan

Mengenalkan anak tentang tujuan dan kewajiban berpuasa

13 April 2021

Dongeng Anak Islami Hari Pertama Lio Berpuasa Bulan Ramadan
Freepik/Odua

Membaca dongeng bersama anak merupakan aktivitas yang menyenangkan dan juga bermanfaat. Sebab dongeng dapat membantu meningkatkan imajinasi anak, kemampuan membaca, menambah pengetahuan dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Menjelang bulan puasa Ramadan 1442 H ini, Mama dapat membacakan dongeng anak tentang puasa, sekaligus mengenalkan anak tentang apa saja yang harus dilakukan saat bulan puasa, apalagi jika si Kecil baru mencoba ikut berpuasa pada bulan Ramadan tahun ini.

Kali ini Popmama.com akan menceritakan dongeng anak islami berjudul “Hari puasa pertama Lio” di bawah ini. Yuk baca ceritanya bersama si Kecil!

1. Sang Mama mengajak Lio dan Nissa bersiap-siap ketika mereka lagi menyaksikan televisi

1. Sang Mama mengajak Lio Nissa bersiap-siap ketika mereka lagi menyaksikan televisi
Freepik/Pch.vector

Pada sore hari sebelum bulan Ramadan tiba, ada dua kakak beradik bernama Lio dan Nissa yang sedang asyik menyaksikan televisi. Beberapa lama kemudian, datanglah sang Mama yang baru pulang dari kantornya.

Melihat dua anaknya sedang menyaksikan televisi, sang Mama menyuruh Lio dan Nissa untuk segera bersiap-siap pergi tarawih.

“Lho, kok masih nonton TV saja? Kita siap-siap yuk!” kata sang Mama.

Lio yang baru pertama kali menjalankan ibadah puasa, belum mengerti maksud Mama nya untuk segera bersiap-siap.

“Kita mau jalan-jalan ya, Ma?” tanya Lio.

“Bukan sayang, kita mau sholat tarawih” jawab sang Mama pada Lio.

“Oh iya, besok kan sudah mulai puasa, yuk kita siap-siap dulu” ujar Nissa.

“Ayo!”

2. Mama mengingatkan agar rajin sholat terawih hingga akhir Ramadan

2. Mama mengingatkan agar rajin sholat terawih hingga akhir Ramadan
Freepik/Paansaeng

Setelah bersiap-siap, Mama mengajak Lio dan Nissa keluar rumah agar bisa mengunci pintu.

“Ayo Ma cepat!” ujar Nissa yang semangat.

“Tunggu sebentar ya nak” ujar Mama sambil mengunci pintu.

Mereka bertiga pun segera berjalan menuju Masjid di dekat rumahnya. Tak lama kemudian, mereka sampai di depan Masjid An-nur yang terletak tidak jauh dari rumah.

Setelah selesai sholat tarawih, Mama, Nissa, dan Lio pun mengobrol sambil berjalan pulang.

“Hari pertama terawih yang sholat banyak ya, Ma” ucap Nissa.

“Iya, tapi kita harus sholat terawih terus sampai akhir Ramadan nanti lho” kata sang Mama.

“Oke deh, siap Ma,” jawab Nissa.

Editors' Picks

3. Sepulang sholat terawih, Lio mengajak Nissa untuk menonton televisi kembali

3. Sepulang sholat terawih, Lio mengajak Nissa menonton televisi kembali
Freepik/Sompong_tom

Sesampainya di rumah, Lio mengajak Nissa untuk menonton televisi kembali. Mereka pun segera mengganti baju dan duduk di sofa ruang keluarga.

“Kak, ayo kita nonton lagi!” ajak Lio.

“Ayo!”

Melihat Nissa dan Lio yang sudah duduk di depan sofa, Mama pun terkejut dan ia langsung mencabut kabel televisi dari stopkontaknya.

“Jlebb”

“Lho kok tv-nya mati?” kata Nissa yang kaget.

“Iya kok mati?” kata Lio yang mengikuti kakaknya.

“Emm…Nanti jam 3 pagi kita harus sahur, jadi kalian nggak boleh begadang dulu. Kalau telat sahur gimana? Jadi lebih baik kalian tidur saja ya,” jawab sang Mama.

4. Lio kemudian kecewa karena tidak boleh menonton tayangan kartun favoritnya lagi

4. Lio kemudian kecewa karena tidak boleh menonton tayangan kartun favorit lagi
Freepik/Gelpi

Karena Lio ingin menyaksikan televisi, ia pun menjadi murung dan memaksa ingin melanjutkan kartun favoritnya.

“Tapi aku kan masih mau nonton!” teriak Lio yang murung sambil menyilangkan tangannya.

“Ih Lio kita harus bangun pagi besok, kalau kamu ketiduran gimana?” ucap Nissa.

“Huh!”

“Lio, Mama mengerti kamu belum terbiasa puasa, tapi puasa itu adalah kewajiban kamu supaya takwa pada Allah SWT. Nanti saat puasa, kamu bisa belajar bersabar nak” kata Mama.

Lio pun menoleh pada Mama dan berkata, “Ma, kenapa sih aku harus berpuasa?”

“Di Alquran, puasa Ramadan bisa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan melatih diri kamu agar semakin jadi anak baik, yang  sepenuhnya patuh pada perintah dan kehendak Allah, yang nantinya kamu lebih sabar dan tenang,” jawab Mama.

“Tapi kok ngga boleh makan?” tanya Lio lagi.

“Kamu tahu Lio, ada banyak orang-orang di luar sana yang kurang mampu, mereka mungkin makan hanya satu kali sehari, atau mungkin ada yang makan dua hari sekali. Puasa buat kamu jadi tahu rasanya jadi mereka, dan akhirnya kamu akan membantu mereka yang kurang mampu,” kata Mama yang menjelaskan hikmah berpuasa.

“Oh jadi begitu ya Ma…maafin Lio ya Ma, Lio janji akan rajin puasa,” kata Lio

“Oke sekarang kalian tidur ya,”

“Baik Ma,” kata Nissa dan Lio sambil berjalan ke kamarnya masing-masing.

Dan tepat jam 09:00 malam, Nissa dan Lio sudah terlelap.

5. Lio pun semangat membangunkan kakaknya di sahur pertamanya

5. Lio pun semangat membangunkan kakak sahur pertamanya
Freepik/Coffeekai

“Kriiing”

“Kriiing”

“Kriiing”

Suara jam alarm tepat berbunyi pukul 03.00 pagi, yang membangunkan Nissa dan Lio agar bisa ikut sahur pertamanya.

huah…” bangun Lio sambil menguap dan mereggangkan badannya ke atas.

Lio kemudian beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar kakaknya yang masih belum bangun.

“Kak…kak…bangun,” ujar Lio sambil menepuk pundak kakaknya.

huah…Lho kok kamu sudah bangun?” kata Nissa.

Sebelum Nissa dan Lio bangun, sang Mama ternyata sudah mempersiapkan hidangan untuk sahurnya yaitu sayur lodeh, tempe goreng, serta buah-buahan.

“Alhamdulillah sudah selesai masak, tinggal panggil anak-anak deh,” ujar Mama sambil menyiapkan piring dan sendok garpu di meja makan.

6. Lio, Nissa, dan Mama sahur bersama dan dilanjutkan dengan doa niat puasa

6. Lio, Nissa, Mama sahur bersama dilanjutkan doa niat puasa
Freepik/Odua

Sang Mama kemudian masuk ke kamar Lio dan melihat Lio sudah tak ada di kasurnya, Mama langsung pergi ke kamar Nissa dan melihat Nissa serta Lio yang sudah bangun.

“Wah ternyata anak-anak Mama sudah bangun, ayo kita sahur,” ajak sang Mama.

Kemudian, Mama langsung meletakkan nasi, sayur, dan lauk di piring Lio dan Nissa. Mereka pun sahur bersama-sama di meja makan. Melihat kedua anaknya menyantap makanan dengan lahap di sahur pertamanya, Mama pun ikut senang.

Usai makanan habis, Nissa dan Lio langsung terburu-buru beranjak dari kursinya.

“Kalian buru-buru mau kemana?” tanya Mama.

“Tidur Ma….masih ngantuk!” jawab Lio.

“Kalian belum membaca doa niat puasa kan? Kita baca sama-sama dulu yuk,”

Bismillahirrahmanirrahim, nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa, aamiin.

Setelah membaca doa niat puasa, Lio dan Nissa akhirnya membantu sang Mama untuk merapikan meja makan.

Nah itulah cerita tentang “Hari Puasa Pertama Lio” yang bisa Mama ceritakan untuk anak menyambut bulan Ramadan.

Cerita ini memiliki pesan bahwa semangat anak untuk berpuasa, terawih, dan sahur jangan hanya di awal-awal bulan saja, namun harus mempertahankannya hingga akhir bulan puasa.

Selain itu dongeng anak islami ini juga mengingatkan Mama agar selalu sabar mengingatkan anak tentang tujuan dan kewajiban-kewajiban saat berpuasa, karena bagi anak yang baru pertama kali menjalankannya, mungkin masih belum mengetahui apa tujuan dari rutinitasnya yang baru ini.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.