TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

9 Kebiasaan Sehat yang Bisa Diterapkan Bersama Anak di Rumah

Lakukan kebiasaan ini bersama si Kecil agar semakin semangat menjalaninya!

17 Maret 2021

9 Kebiasaan Sehat Bisa Diterapkan Bersama Anak Rumah
Freepik/Jcomp

Tak hanya faktor fisik dan genetik saja yang menjadi kemiripan antara orangtua dan anak. Namun, anak juga bisa memiliki kebiasaan yang sama dengan orangtuanya. Bukan rahasia umum lagi jika anak menjadikan orangtuanya teladan kehidupan sehari-hari.

Bahkan mungkin anak juga bisa menyerap kebiasaan baik dan buruk dari orangtuanya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Kebiasaan yang baik sangatlah penting bagi anak untuk menunjang kesehatan di masa pertumbuhannya.

Sehingga Mama perlu memberikan contoh pada anak bagaimana kebiasaan sehari-hari yang membantunya jadi terbiasa menjaga kebersihan dan kesehatan.

Apa saja perilaku yang perlu dibangun? Kali ini Popmama.com telah menyiapkan beberapa daftarnya di bawah ini!

1. Pola tidur yang berkualitas

1. Pola tidur berkualitas
Freepik/Gpointstudio

Sebelum Mama dan anak mulai menjalankan rutinitas pagi hari, Mama dan anak perlu menyiapkan tenaga. Tampaknya sudah jelas dan mungkin Mama juga pernah mendengarnya sebelumnya, tetapi pentingnya tidur yang berkualitas tidak dapat dipungkiri.

Pola tidur berkualitas seperti tidur pada jam yang sama setiap harinya, seperti contoh anak usia empat tahun yang harus bangun jam 7 pagi, maka anak harus tidur pada pukul 8 atau paling lambat pukul 9.

Mama dan anak harus dapat menentukan waktu tidur yang sama setiap harinya, agar pola tidurnya tidak terganggu, tidak berlebihan atau tidak kekurangan. Sebagian besar anak prasekolah membutuhkan 10-13 jam tidur malam, dan beberapa masih tidur siang di siang hari.

2. Mandi dan keramas secara rutin

2. Mandi keramas secara rutin
Freepik/User16285795

Mandi dua kali sehari berguna untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan debu yang menempel, terlebih lagi jika si Kecil melakukan aktivitas di luar rumah. Terkadang bau polusi ikut menempel di tubuhnya.

Selain membersihkan tubuh, mandi dua kali sehari juga membuat tubuh anak lebih segar. Pada pagi hari, mungkin Mama bisa memberikan anak mandi air dingin agar lebih semangat beraktifitas. Sedangkan pada malam hari, bisa menggunakan air hangat untuk menenangkan tubuhnya agar siap tidur.

Keramas juga bisa dilakukan rutin beberapa 1-2 kali dalam seminggu jika rambut anak sangat tipis untuk mencegahnya kering. Namun jika anak perempuan mama memiliki rambut yang panjang dan tebal mungkin keramas bisa dilakukan 2 kali lebih sering.

Akan tetapi jika anak aktif bermain di luar rumah setiap harinya, maka keramas bisa dilakukan setiap hari, untuk membantu menghilangkan kotoran, debu, dan bau polusi yang menempel di rambut dan kulit kepala.

3. Menyisir rambut 2 kali sehari agar tidak kusut

3. Menyisir rambut 2 kali sehari agar tidak kusut
Freepik/Prostooleh

Menyisir rambut penting untuk mengurai rambut yang kusut. Dilansir dari Healthline.com, pakar perawatan rambut merekomendasikan menyisir rambut anak dua kali sehari pada pagi dan malam hari untuk membantu menyebarkan minyak alami kulit kepala melalui rambut.

Selain itu Vincent De Marco, penata rambut selebriti yang tinggal di Los Angeles dan pemilik Vincent Hair Artistry, mengatakan menyisir rambut tak hanya sekadar mengurai rambut yang kusut. Namun ada manfaat lainnya, seperti:

Kesehatan dan kilau rambut

“Kelenjar minyak yang terletak di folikel rambut menghasilkan minyak alami yang membantu melumasi kulit kepala. Saat menyisir rambut dengan benar, membantu mendistribusikan minyak alami dan sehat ini, dari akar rambut ke ujung, memberi mereka kilau alami” ujar Vincent.

Stimulasi kulit kepala

Menyisir rambut dengan lembut ibarat memberikan pijatan yang merangsang kulit kepala anak, yang bermanfaat untuk mendorong aliran darah dan pertumbuhan rambut.

Membuang rambut yang rapuh

Vincent De Marco juga mengatakan bahwa merontokkan antara 50 dan 100 helai rambut sehari adalah hal yang wajar, karena dapat membantu menghilangkan rambut yang lepas.

Editors' Picks

4. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

4. Cuci tangan menggunakan sabun air mengalir
Freepik

Saat pandemi Covid-19, hampir setiap orang mengingatkan satu sama lain agar rajin cuci tangan. Tak terkecuali pada anak yang sering menyentuh benda-benda disekitarnya. Tanpa diketahui, banyak bakteri, kuman, atau virus yang menempel di benda-benda sekitar anak.

Ketika tangan anak menyentuh wajah, atau memegang makanan yang kemudian dimakan, maka bakteri bisa masuk ke tubuh dan menimbulkan penyakit pada anak.

Maka dari itu penting untuk menunjukkan pada anak pentingnya cuci tangan selama 20 detik menggunakan sabun dan air yang mengalir. Khususnya saat sebelum dan sesudah makan, setelah bermain di luar rumah, setelah buang air kecil/besar, dan lain-lain.

5. Menyikat gigi secara teratur

5. Menyikat gigi secara teratur
Freepik/prostooleh

Menyikat gigi secara teratur penting untuk anak-anak dan orang dewasa. Ini membantu menghilangkan bakteri dan plak yang menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi. Anak  disarankan untuk menyikat gigi dua kali sehari, yaitu di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.

Ada baiknya bagi anak untuk mulai menyikat gigi sejak dini agar ia bisa melihat menyikat gigi sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Mama juga bisa menjadi contoh yang tepat untuk memberi tahu cara menyikat gigi dengan bersih, dan memberikan dorongan pada anak untuk mengembangkan kebiasaan ini.

6. Menjaga kesehatan kuku

6. Menjaga kesehatan kuku
Freepik/Varenje

Seperti bagian tubuh lainnya, kuku juga perlu dibersihan dan dirawat dengan baik. Karena kuku penting dan bahkan membantu dokter untuk mengetahui apakah anak sedang sehat atau sakit, maka dari itu penting bagi Mama untuk mengajarkan anak cara merawat kuku dengan baik.

Tak perlu khawatir ya Ma, karena tidak sesulit itu. Cukup jaga agar kuku tetap pendek dan bersih, kemudian potong kuku sesuai bentuk ujung jari, serta potong lurus kuku kaki. Anak mungkin membutuhkan kikir kuku untuk menghaluskan ujung-ujung kuku yang baru dipotong agar tidak tajam dan menusuk kulit.

Setelah itu, pastikan tangan selalu dalam keadaan kering dan jangan terlalu lama basah. Gunakan lotion, hindari kebiasaan menggigit kuku, dan jangan pakai sepatu yang terlalu ketat.

7. Mengganti pakaian setelah kotor atau bernoda

7. Mengganti pakaian setelah kotor atau bernoda
Freepik

Meskipun anak tidak terlalu berkeringat pada masa kanak-kanak, pakaiannya bisa saja bernoda atau kotor, sehingga anak harus sering menggantinya. Kebersihan pakaian dalam dan luar perlu dijaga dengan baik, karena pakaian berada tepat di samping kulit.

Pakaian yang kotor mengumpulkan sel-sel kulit mati, keringat, dan kemungkinan noda lain yang tidak diketahui. Bakteri kemudian mulai bekerja pada noda tersebut sehingga pakaian jadi berbau.

Selain itu, penting untuk menjauhi asap rokok karena baunya akan masuk ke pakaian dan rambut anak. Maka minta anggota keluarga yang merokok untuk tidak merokok di dalam rumah atau di mobil.

Jika anak harus mengenakan seragam prasekolah, lepaskan segera setelah anak tidak lagi memakainya, gantung keudara terbuka sebelum anak kembali memakainya di keesokan harinya.

8. Minum air putih sebanyak-banyaknya

8. Minum air putih sebanyak-banyaknya
Freepik

Si Kecil mungkin minum banyak jus dan susu setiap hari. Tapi tetap jangan lupakan minum air mineral. H2O dalam air sangat penting untuk kesehatan anak. Air membantu pencernaan, membantu mencegah sembelit, dan sangat penting untuk sirkulasi darah yang baik.

Selain itu, air juga membantu mengangkut nutrisi dan oksigen ke sel, bantalan sendi dan melindungi organ dan jaringan, membantu mengatur suhu tubuh, dan menjaga keseimbangan elektrolit (natrium). Berikut adalah kecukupan air bagi anak perharinya yang perlu diterapkan:

  • Anak laki-laki dan perempuan berusia 4-8 tahun membutuhkan 1,1 hingga 1,3 liter per hari
  • Anak perempuan usia 9-13 tahun membutuhkan 1,3 hingga 1,5 liter per hari.
  • Anak laki-laki usia 9-13 tahun membutuhkan 1,5 hingga 1,7 liter per hari.

Selain cairan yang diperoleh dari minuman, banyak makanan juga mengandung air, sehingga makanan dengan kandungan air yang tinggi juga dapat menambah cairan anak. Buah dan sayuran khususnya dapat memiliki kandungan air yang tinggi. Misalnya, mentimun dan semangka mengandung lebih dari 90 persen air.

9. Lakukan aktivitas fisik dengan rutin

9. Lakukan aktivitas fisik rutin
Freepik/Prostooleh

Ketika Mama berolahraga, mungkin Mama lebih sering melakukannya di gym, berlari di treadmill, atau bahkan mengangkat beban. Tetapi bagi anak, olahraga atau aktivitas fisik berarti bermain dan aktif secara fisik.

Anak dapat melakukan aktivitas fisik sesuai kegiatan yang disukainya, seperti menari, bermain sepak bola, bola basket, bermain sepeda, dan lain-lain. Anak bisa mendapatkan keuntungan dari olahraga yang teratur. Seperti:

  • Otot dan tulang yang lebih kuat
  • Tubuh lebih ideal
  • Lebih sedikit risiko menjadi kelebihan berat badan
  • Risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2
  • Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah
  • Pandangan hidup yang lebih baik

Selain menikmati manfaat kesehatan dari aktivitas fisik yang teratur, anak yang bugar bisa tidur lebih nyenyak. Bahkan ia juga mampu menangani tantangan fisik dan emosional.

Nah itulah beberapa kebiasaan yang bisa Mama terapkan pada anak.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, anak dapat belajar dari apa yang Mama dan Papa lakukan. Sehingga sebaiknya, Mama dan Papa juga ikut melakukan kebiasaan sehat di atas, agar anak semakin semangat melakukannya bersama orang terkasihnya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk