Kenali Kelainan Penis Mendelep atau Buried Penis pada Balita

Kelainan yang terjadi pada ligamen penis si Kecil

19 Januari 2021

Kenali Kelainan Penis Mendelep atau Buried Penis Balita
Freepik/jcomp

Kelainan pada genital anak laki-laki sering luput dari perhatian orangtua karena tidak menimbulkan keluhan kesehatan. Namun, kelainan ini juga perlu mendapatkan perhatian dari Mama. Walaupun tidak banyak keluhan, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan dan psikologis anak.

Penis mendelep atau tersembunyi merupakan kelainan genital yang dapat terlihat pada anak laki-laki saat lahir tetapi juga dapat muncul di kemudian hari. Kelainan ini paling sering terjadi pada bayi dan balita, dapat terjadi pada laki-laki dari segala usia.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelainan pada ligamen penis, obesitas yang tidak wajar atau pembengkakan di sekitar skrotum. Penis mendelep dapat menyebabkan masalah fisik dan psikologis seorang anak.

Kali ini Popmama.com akan membahas lebih lanjut mengenai buried penis atau penis mendelep di bawah ini:

1. Buried Penis atau penis mendelep adalah kondisi penis berukuran normal tapi tersembunyi

1. Buried Penis atau penis mendelep adalah kondisi penis berukuran normal tapi tersembunyi
Freepik/Bilahata

Buried penis atau penis mendelep adalah suatu kondisi yang dapat menyerang anak laki-laki dan laki-laki dewasa. Dalam kondisi ini, penis berukuran normal tetapi tersembunyi di bawah kulit perut, paha, atau skrotum yang merupakan kantung di bawah penis untuk menahan testis.

Penis biasanya tetap panjang dan berfungsi normal, tetapi tersembunyi. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh, kelebihan lemak, retensi cairan, masalah dengan ligamen, komplikasi setelah sunat.

Kondisi ini dapat memengaruhi buang air kecil anak, tetapi biasanya dapat diobati dengan operasi. Penis mendelep juga dapat menyebabkan rasa malu dan kerusakan psikologis.

Editors' Picks

2. Penyebab penis mendelep yang sering dialami oleh bayi dan balita

2. Penyebab penis mendelep sering dialami oleh bayi balita
Pxhere.com

Kondisi ini dapat terjadi saat lahir atau mungkin terjadi di kemudian hari. Buried penis lebih sering dialami oleh bayi dan balita, daripada pada anak laki-laki dan laki-laki yang lebih tua. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

  1. Kelainan yang muncul saat lahir: Ligamen yang menempel pada penis ke struktur di bawahnya mungkin lebih lemah dari biasanya.
  2. Obesitas morbid: Kelebihan lemak di sekitar perut dan area genital dapat membuat penis tampak tersembunyi.
  3. Limfedema: Pembengkakan di sekitar area skrotum karena pengumpulan cairan getah bening dapat menyebabkan penis terkubur di dalam jaringan.

Dilansir dari Healthline.com, kondisi ini tidak diwariskan atau tidak ada hubungannya dengan hormon. Jika Mama menduga ada sesuatu yang tidak biasa pada penis bayi yang baru lahir, tunda sunat sampai pemeriksaan yang lebih menyeluruh dapat dilakukan.

3. Komplikasi buried penis dengan masalah fisik dan psikologis

3. Komplikasi buried penis masalah fisik psikologis
Freepik/Maria-sbytova

Penis mendelep seringkali disertai dengan komplikasi masalah fisik dan psikologis lainnya, yaitu seperti:

  • Anak laki-laki mungkin tidak dapat buang air kecil sambil berdiri, atau bahkan duduk, tanpa meneteskan air seni ke kulit skrotum atau paha bahkan ke celana.
  • Infeksi pada saluran kemih dan area genital sering terjadi karena kulit lembab yang konstan.
  • Pada anak yang tidak disunat, kulit yang menutupi kepala penis bisa meradang.
  • Masalah psikologis yang terkait dengan penis mendelep mungkin terjadi pada anak laki-laki, yang mungkin memiliki masalah seperti kepercayaan diri rendah dan depresi.

4. Diagnosis serta perawatan untuk mengatasi penis mendelep pada anak

4. Diagnosis serta perawatan mengatasi penis mendelep anak
Freepik/Seventyfour

Buried penis biasanya dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik. Dokter juga harus dapat membedakan penis mendelep dari kondisi lain, atau yang dikenal sebagai mikropenis, yaitu penis kecil. Jika anak mengalami gejala penis mendelep, sebaiknya Mama harus berkonsultasi dengan dokter.

Pembedahan biasanya diperlukan untuk mengatasi penis mendelep. Pada anak yang masih sangat kecil, kondisi ini dapat hilang tanpa perawatan apapun. Selain itu, untuk anak obesitas, penurunan berat badan dapat membantu.

Namun, menurunkan berat badan biasanya tidak cukup untuk mengatasi masalah sepenuhnya. Jika beberapa bentuk pembedahan diperlukan, pilihan pembedahannya adalah:

  • Melepaskan ligamen yang menghubungkan pangkal penis ke tulang kemaluan
  • Melakukan cangkok kulit untuk menutupi area penis yang membutuhkan perlindungan kulit. Hal ini diperlukan jika penyunatan menghilangkan terlalu banyak kulit
  • Suction lipectomy, yang menggunakan kateter untuk menyedot sel lemak di bawah kulit dari area sekitar penis
  • Abdominoplasti, di mana lemak dan kulit berlebih dari daerah tersebut dibuang melalui prosedur bedah kosmetik yang terkadang disebut "pengencangan perut"
  • Panniculectomy, yang menghilangkan pannus, jaringan berlebih dan kulit yang menggantung di alat kelamin dan paha
  • Escutheonectomy, di mana bantalan lemak tepat di atas area kemaluan diangkat
  • Antibiotik mungkin diperlukan jika infeksi telah berkembang di area genital. Selain itu, konseling psikologis mungkin diperlukan jika kondisinya cukup serius sehingga memengaruhi kepercayaan diri anak.

Dilansir dari Healthline.com, untuk hasil jangka panjang yang lebih baik, perawatan bedah harus dilakukan pada usia muda.

Seiring bertambahnya usia, ereksi yang lebih sering serta penumpukan lemak yang lebih besar di area kemaluan, menyebabkan solusi bedah menjadi lebih berat.

Hingga saat ini belum ada data tentang seberapa besar kemungkinan penis mendelep akan sembuh dengan sendirinya pada masa remaja atau dewasa ketika didiagnosis pada bayi atau anak laki-laki. Setelah kondisi diobati, sangat kecil kemungkinannya untuk kambuh dalam bentuk apa pun.

Nah itu dia Ma, informasi seputar Buried penis atau penis mendelep. Jika faktor penyebab penis mendelep adalah obesitas, penting untuk menjaga berat badan anak yang sehat dan ideal setelah operasi. Mama juga harus mengajarkan anak tentang kebersihan alat kelamin yang tepat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.