5 Kemandirian yang Perlu Ditanamkan pada Anak Sejak Dini

Mengajarkan kemandirian pada anak, tidak mengurangi rasa kasih sayang orangtua pada anak

27 Mei 2021

5 Kemandirian Perlu Ditanamkan Anak Sejak Dini
Freepik/Zinkevych

Kemandirian merupakan hal penting yang perlu ditanamkan pada setiap anak sejak dini. Karena seiring bertumbuhnya usia anak, ia perlu belajar untuk mengatasi kondisi tertentu sendiri sebelum meminta bantuan dari orang lain.

Melimpahkan kasih sayang dan mengajarkan kemandirian terkadang menjadi suatu hal yang sulit bagi orangtua. Namun, tidak mengajarkan kemandirian pada anak justru bisa merugikannya di masa depan.

Membangun kemandirian, tentu tidak mengurangi rasa kasih sayang orangtua pada anak. Untuk mengetahui kemandirian apa yang bisa diajarkan pada anak sejak kecil, kali ini Popmama.com akan membahas selengkapnya di bawah ini.

Yuk simak informasinya!

1. Mengajarkan anak untuk mengurus dirinya sendiri dengan hal-hal sederhana

1. Mengajarkan anak mengurus diri sendiri hal-hal sederhana
Freepik/bearfotos

Sejak kecil Mama perlu mengajarkan anak untuk bisa mengurus dirinya sendiri. Ini bukan berarti Mama seutuhnya melepas anak dan tidak mengurusnya ya. Namun, ini bisa diajarkan dengan mengambil makanan sendiri, mencuci peralatan makan, membersihkan tempat tidur, dan lain-lain.

Sekalipun ada asisten rumah tangga (ART), si Kecil tetap perlu diajarkan untuk melakukannya sendiri. Jangan sampai Mama dan anak kebingungan ketika tidak ada ART  di rumah. Terlebih lagi jika Mama memang tidak menggunakan jasanya.

Mengajarkan anak tentang kemandirian sehari-hari, bisa berguna ketika anak perlu tinggal terpisah dari orangtua. Anak tetap bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik.

Editors' Picks

2. Melindungi dan mengurus orang yang lebih lemah darinya

2. Melindungi mengurus orang lebih lemah darinya
Freepik/User5290677

Mampu mengurus diri sendiri seperti dalam poin pertama saja belum cukup mengajarkan kemandirian pada seorang anak. Ibarat seekor burung, bentangan sayap anak harus makin lebar dari waktu ke waktu.

Semakin bertumbuh usianya, anak perlu menjadi tonggak bagi orang-orang yang lebih lemah darinya. Contohnya seperti di lingkungan keluarga, anak perlu melindungi adiknya yang jauh lebih muda atau nantinya anak akan melindungi orangtuanya, kakek dan nenek yang sudah lanjut usia.

3. Menetapkan keputusan penting

3. Menetapkan keputusan penting
Freepik/Karlyukav

Tak jarang, si Kecil seringkali bingung menghadapi perkara kecil. Seperti akan mengenakan pakaian apa, sepatu yang mana, apa saja yang harus di bawa, dan lain-lain. Ini membuat Mama selalu menentukan dan menyiapkan segala hal untuk anak.

Jika dibiarkan, anak bisa tidak percaya diri untuk membuat keputusan sendiri dan bergantung dari orang lain yang bisa memutuskan sesuatu untuknya. Jika dibiarkan, anak bisa kesulitan saat ia sudah tumbuh dewasa, di mana ia perlu menetapkan keputusan yang masing-masing ada risikonya.

4. Meminta maaf dan bertanggung jawab atas kesalahan diri sendiri

4. Meminta maaf bertanggung jawab atas kesalahan diri sendiri
Freepik/Toystoryss

Orangtua seringkali menjadi tameng atas setiap kesalahan anak, namun jika hal ini terus dilakukan justru berisiko membuat anak menjadi perundung yang semena-mena pada orang lain, karena merasa dilindungi oleh orangtuanya.

Jika anak bersalah, ajarilah anak meminta maaf pada temannya dan berusaha untuk bertanggung jawab. Hindari membela anak pada saat ia bersalah atau justru menyalahkan temannya. Kemandirian ini dapat membantu menguatkan pondasi karakter anak untuk menjadi pribadi yang lebih positif.

5. Berperan dalam lingkungan sosial

5. Berperan dalam lingkungan sosial
Freepik/Rawpixel-com

Setelah mengetahui kemandirian di lingkungan keluarga dan teman, si Kecil juga perlu dilatih kemandiriannya tertaik dengan lingkungan tempat tinggalnya. Seperti yang Mama tahu, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan memiliki perannya masing-masing.

Contohnya adalah lingkungan terdekat rumah, alias tetangga. Jangan sampai anak terlalu gak peduli dengan tetangga sekeliling rumahnya. Sekalipun anak mungkin belum bisa mengikuti kegiatannya, jangan sampai anak seperti mengasingkan diri apalagi meremehkan tetangga.

Hal paling sederhana yang bisa Mama lakukan adalah, mengajari anak bersikap ramah pada tetangga. Baik yang sebaya apalagi pada yang lebih tua, dengan mengajarkan anak untuk bertegur sapa dengannya. Kemandirian melatih anak untuk membaur dengan masyarakat, kelak di mana pun anak akan tinggal.

Seperti yang disebutkan di atas, mengajarkan kemandirian bukan berarti mengurangi kasih sayang orangtua pada anak. Justru ini adalah bentuk kasih sayang orangtua pada anak yang berdampak pada jangka panjang.

Walaupun pada awalnya mungkin sulit, begitu konsisten mengjarkan anak kemandirian tentu akan terasa semakin mudah dari waktu ke waktu, baik bagi anak maupun bagi Mama dan Papa.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.