6 Keterampilan Sosial yang Harus Dimiliki Anak Usia 3-5 Tahun

Mulai mengajarkan si Kecil tentang bagaimana bersosialisasi dengan baik dan benar

31 Juli 2021

6 Keterampilan Sosial Harus Dimiliki Anak Usia 3-5 Tahun
Pexels/Cottonbro

Mengembangkan keterampilan sosial merupakan tonggak penting bagi anak-anak dalam lima tahun pertama kehidupan mereka, terutama ketika anak mulai menjadi lebih mandiri di antara usia 3-5 tahun.

Sebagai orangtua, Mama tentunya sering mengukur perkembangan anak dari tonggak ke tonggak yang sesuai usianya. Pertama kemampuan merangkak, kemudian berjalan, berlari, atau kemampuan berbicara.

Ketika anak mencapai usia prasekolah, tonggak tersebut menjadi pengembangan keterampilan sosial. Usia 3-5 tahun merupakan tahun yang sangat penting bagi anak untuk mulai mengembangkan keterampilan sosialnya.

Berikut Popmama.com akan membahas 6 keterampilan sosial yang paling penting untuk dikembangkan si Kecil ketika usianya 3-5 tahun.

1. Menyesuaikan dan mengelola perasaannya

1. Menyesuaikan mengelola perasaannya
Freepik/Katemangostar

Si Kecil perlu memahami emosi dasar pada titik ini. Emosi yang lebih kompleks seperti rasa empati mungkin masih membingungkannya pada tahap ini, tetapi ia harus memiliki pemahaman tentang emosi seperti kemarahan, kebahagiaan, dan kesedihan.

Karena anak telah lebih memahami emosi, ia akan lebih mungkin untuk mulai berbagi perasaannya. Penting bagi setiap anak-anak untuk belajar mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga ia dapat memprosesnya sendiri dengan lebih baik.

Lebih dari itu, anak pada tahap ini akan memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Jika marah, ia mungkin memiliki kontrol yang lebih baik terhadap reaksinya. Alih-alih marah, anak bisa tenang dan dengan lembut mengungkapkan perasaannya.

2. Mengembangkan empati dan memahami aturan sosial

2. Mengembangkan empati memahami aturan sosial
Pexels/Eren Li

Pada saat anak mencapai usia lima tahun, ia mungkin akan memiliki pemahaman tentang emosi dasar seperti, kebahagiaan, kesedihan, kemarahan. Ia juga akan dapat membaca emosi itu pada orang lain.

Jika anak melihat seseorang menangis, maka ia akan mulai mengerti bahwa orang itu sedih atau terluka dan mungkin menawarkan bantuan. Namun dengan empati, ini juga bisa menyebabkan sebaliknya. 

Misalnya, begitu anak mulai memahami efek emosi, ketika marah, anak mungkin tidak berteriak, namun ia mungkin mulai menggunakan agresi terhadap orang lain yang menyebabkan kemarahannya.

Maka dari itu, di usia ini anak juga perlu mempelajari isyarat dan aturan sosial, dan ada cara yang lebih baik untuk mengatasi kemarahan. Ia akan belajar mengendalikan bagaimana mengekspresikan perasaannya kepada orang lain.

Editors' Picks

3. Memiliki setidaknya satu hubungan persahabatan

3. Memiliki setidak satu hubungan persahabatan
Pexels/Cottonbro

Pada saat anak mencapai usia 5 tahun, kemungkinan ia akan mengembangkan setidaknya satu persahabatan yang berkelanjutan.

Karena anak secara intens beraktifitas dengan anak-anak seusianya secara lebih baik, sehingga ia akan mulai menjalin persahabatan dengan mereka, terutama yang sering bermain bersamanya.

Persahabatan mungkin tidak berlangsung selama beberapa dekade, tetapi setidaknya akan menjadi persahabatan yang berkelanjutan untuk waktu dekat.

4. Peningkatan penggunaan imajinasi dalam bermain

4. Peningkatan penggunaan imajinasi dalam bermain
Pexels/Amina Filkins

Kemungkinan imajinasi anak akan benar-benar mulai berkembang selama tahun-tahun pembentukan ini.

Di usia ini, anak tidak bermain mobil-mobilan dan meniru suara sirene sendiri, namun ia mungkin mulai bermain peran menjadi petugas pemadam kebakaran atau polisi, dan berpura-pura memadamkan api atau menangkap penjahat.

Anak akan mulai memperlakukan boneka atau boneka binatang seolah-olah mereka hidup.

Selain itu, selama tahun-tahun prasekolah anak akan beralih dari permainan paralel menjadi permainan sosial. Perubahan ini membuat anak yang bermain bersebelahan tetapi tidak bersama-sama, menjadi mulai berinteraksi dalam permainan dan berbagi ide.

Ini adalah saat anak akan mulai menggunakan imajinasinya untuk bermain dengan anak-anak lain juga.

5. Belajar cara berbagi dalam bermain

5. Belajar cara berbagi dalam bermain
Pexels/Cottonbro

Seperti disebutkan, ini adalah tahap ketika anak-anak mulai bermain bersama, bukan hanya bersebelahan. Interaksi ini perlahan akan mengajari anak mama cara berbagi.

Pada usia tiga tahun, si Kecil baru mulai belajar cara berbagi, tetapi pada usia lima tahun, ia kemungkinan akan memiliki pengetahuan yang jauh lebih baik. Berbagi akan datang lebih alami kepada anak-anak, terutama selama bermain.

6. Mengurangi agresivitas ketika bermain

6. Mengurangi agresivitas ketika bermain
Pexels/Allan Mas

Selain berinteraksi dan belajar berbagi dalam bermain, si Kecil juga harus mengatasi agresivitas fisiknya dalam bermain, yang di mana seharusnya mengurangi pukulan atau mainan yang dilempar.

Pada usia lima tahun, anak harus lebih memahami aturan sosial bermain dengan lebih baik, dan dengan demikian akan membuat anak mengerti bahwa menjadi agresif saat bermain itu tidak baik.

Nah itulah beberapa keterampilan sosial ini adalah yang paling umum dikembangkan anak usia 3-5 tahun, tetapi setiap anak akan mengembangkan keterampilan ini dengan kecepatan mereka sendiri.

Jika Mama khawatir si Kecil tidak mengembangkan keterampilan sosialnya dengan kecepatan yang Mama harapkan, jangan ragu untuk menghubungi guru atau dokter anak.

Tetapi ingatlah sekali lagi bahwa semua anak tumbuh dengan kecepatannya masing-masing, dan yang dapat Mama harapkan sebagai orang tua hanyalah anak-anak yang tumbuh sehat.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.