10 Nilai Moral yang Perlu Mama Ajarkan pada Anak Sejak Dini

Tidak ada usia yang terlalu dini untuk mengajari anak tentang nilai-nilai moral

22 Juni 2021

10 Nilai Moral Perlu Mama Ajarkan Anak Sejak Dini
Pexels/Ketut Subiyanto

Mengasuh anak bukan hanya tentang merawat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga tentang meningkatkan pertumbuhan mental. Orangtuamemiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter anak, dan memiliki dampak paling besar pada bagaimana perilaku anak nantinya saat ia tumbuh dewasa.

Mungkin banyak yang menganggap bahwa terlalu dini untuk mengajari nilai-nilai dan ide-ide moral pada anak prasekolah. Namun, mengajarkan nilai-nilai pada anak-anak sejak usia muda, dapat menjadi bagian dari kepribadiannya saat mereka tumbuh.

Lalu apa saja nilai moral yang perlu diajarkan pada anak? Berikut Popmama.com telah merangkum 10 nilai moral yang harus diajarkan oleh setiap orangtua kepada anak-anaknya dan bagaimana cara mengajarkannya.

1. Menghormati

1. Menghormati
Freepik/anita_bonita7

Banyak orangtua yang mengajarkan anak mereka hanya tentang menghormati orang yang lebih tua, tetapi itu tidak sepenuhnya tepat. Karena, setiap orang berhak dihormati, tanpa memandang usia atau status sosial.

Rasa hormat adalah nilai moral penting yang harus diketahui anak sejak usia muda, karena ini memainkan peran penting dalam perilakunya di sekitar orang asing dan orang yang lebih tua.

Balita yang belajar menghormati teman sebaya, orang yang lebih tua dan yang lebih muda, akan mendapat manfaat ini saat di masa depan. Bahkan ketika ia melalui masa-masa sulit di masa depan, anak akan tetap menghormati orang lain.

2. Rasa kekeluargaan

2. Rasa kekeluargaan
Freepik

Keluarga adalah bagian integral dari kehidupan anak-anak. Ini membentuk dan memelihara mereka menjadi orang dewasa. Oleh karena itu, penting untuk memberi si Kecil rasa kekeluargaan dan membantunya memahami mengapa keluarga itu penting.

Dengan melakukan hal ini, kemungkinan besar anak-anak akan tumbuh dengan menghormati dan mencintai keluarganya melalui suka dan duka.

3. Menyesuaikan dan berkompromi

3. Menyesuaikan berkompromi
Freepik/Rawpixel-com

Penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa tidak semua hal berjalan sesuai keinginannya. Ajari anak sejak usia muda bahwa ketika itu benar-benar diperlukan, ia mungkin harus menyesuaikan diri.

Maka dari itu penting bagi orangtua untuk menjelaskan mengapa anak harus menyesuaikan dan berkompromi dengan keadaan. Namun pastikan bahwa ia dapat berkompromi hanya jika hidupnya sendiri tidak dipertaruhkan pada hal-hal merugikan.

4. Membantu orang lain

4. Membantu orang lain
Freepik/Cookie-studio

Anak perlu diajari untuk membantu orang lain sejak usia muda, bahkan jika itu mungkin orang asing. Mama harus mengajari anak tentang mengapa membantu orang lain sangat penting, dan bagaimana ia nantinya akan mendapatkan pertolongan kembali saat membantu seseorang.

Untuk menjadi bagian fungsional dari masyarakat, penting bagi anak mama untuk berempati terhadap kebutuhan orang lain.

Editors' Picks

5. Menghargai kepercayaan dan agama lain

5. Menghargai kepercayaan agama lain
Freepik

Hidup di Indonesia yang mengakui enam agama yang serta memiliki keberagaman kebudayaan, membuat anak mama harus dibesarkan, tidak hanya untuk menghormati agamanya sendiri, tetapi juga untuk memahami bahwa setiap orang berhak untuk memilih keyakinannya.

Ajari anak sejak usia muda, bahwa semua manusia sama, terlepas dari agama, keyakinan, atau perayaan keagamaan yang mereka rayakan.

6. Keadilan

6. Keadilan
Freepik/kariyukav

Kompas moral dan rasa keadilan adalah dua nilai terpenting yang harus dimiliki setiap anak sejak usia muda. Si Kecil harus selalu didorong untuk berbicara ketika ia melihat suatu kesalahan, baik untuk keuntungannya sendiri atau untuk keuntungan orang lain.

Dengan membangun karakter yang adil, dapat meningkatkan rasa kebijaksanaan dan empati pada anak sejak kecil, yang akan dibawanya hingga usia dewasa, serta dapat menjadi dasar untuk menghindari dari perilaku-perilaku yang merugikan orang lain.

7. Kejujuran

7. Kejujuran
Freepik/Zinkevych

Sejak usia dini, kejujuran harus ditanamkan sebagai salah satu nilai terpenting bagi anak-anak. Kejujuran selalu merupakan kebijakan terbaik, dan anak perlu didorong untuk mengatakan yang sebenarnya terlepas dari kesalahan apa pun yang mungkin dia lakukan.

Beri kejelasan pada anak bahwa lebih baik untuk jujur dan menyelesaikan masalah dengan cepat, daripada menutupi kejujuran yang berlarut-larut dan menyimpan masalah yang tidak akan selesai dengan sendirinya.

8. Jangan pernah menyakiti siapapun

8. Jangan pernah menyakiti siapapun
Freepik/Odua

Jelaskan kepada anak bahwa menyakiti seseorang bukan hanya masalah fisik, namun setiap luka dapat memiliki efek psikologis dan emosional juga.

Selain itu, ingat juga untuk mengajari anak-anak untuk cara meminta maaf, dan dorong anak untuk segera meminta maaf jika ia pernah menyakiti seseorang, baik secara fisik maupun verbal, serta bagaimana cara memperbaikinya agar tidak terulang lagi.

9. Pencurian

9. Pencurian
Freepik/Pixel-shot.com

Tentu Mama sudah tahu bahwa tindakan pencurian itu salah sekecil atau sebesar apa pun adalah tindakan yang negatif, bahkan apapun alasan yang mendasarinya. Ajari anak bahwa mencuri adalah hal yang salah, tidak hanya secara hukum, tetapi juga moral, karena itu berarti dia akan mengambil sesuatu milik orang lain.

10. Tanamkan rasa cinta pendidikan

10. Tanamkan rasa cinta pendidikan
Freepik/Fwstudio

Pendidikan adalah senjata terbesar yang bisa dimiliki seseorang, dan hal yang paling berdampak pada bagaimana masa depan anak. Kecintaan pada pendidikan juga harus ditanamkan pada anak, mulai dari prasekolah.

Setelah itu, Mama juga harus berusaha membuat anak memahami pentingnya pendidikan dalam kehidupan baik ketika menjalani masa sekolah dan setelahnya.

Setelah mengetahui apa saja nilai moral yang bisa Mama ajarkan pada anak sejak dini, penting bagi Mama untuk mengetahui bagaimana cara yang menyenangkan agar si Kecil bisa dengan mudah memahaminya.

Cara Menanamkan Nilai Moral pada Anak

Cara Menanamkan Nilai Moral Anak
Freepik/Karlyukav

Mengajarkan nilai moral pada balita secara teoritis mungkin bisa membuatnya cepat bosan dan tidak tertarik, maka Mama dapat membuat pengajaran ini menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Berikut adalah cara yang bisa Mama terapkan:

Melatih apa yang Mama sampaikan

Anak belajar dari orang-orang di sekitarnya, jadi untuk mengajari anak nilai-nilai yang baik, Mama harus mencontohnya dalam kehidupan diri sendiri terlebih dahulu. Mama mungkin secara verbal menjelaskan banyak nilai, tetapi anak hanya akan mengikuti nilai yang ditunjukkan melalui perilaku orangtua sendiri.

Ceritakan pengalaman pribadi

Hampir semua anak suka mendengar cerita. Bagikan cerita dari kehidupan Mama sendiri, di mana mematuhi nilai moral memiliki pengalaman positif dalam hidup Mama, dan anak tentu akan memahaminya dengan lebih baik.

Beri apresiasi pada anak

Buatlah sebuah sistem, di mana Mama memberi penghargaan kepada si Kecil karena menggunakan nilai-nilai moral ini dalam hidupnya. Pujian dan penghargaan adalah penguatan positif yang bekerja dengan baik dalam membentuk kepribadian anak.

Berkomunikasi secara efektif

Bicaralah dengan anak, setiap hari, tentang bagaimana nilai-nilai moral ini bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Mama dan anak dapat mendiskusikan sebuah berita di koran dan bertanya kepada anak apa yang akan ia lakukan dalam situasi yang sama.

Pantau apa yang anak tonton di televisi atau di internet

Tidak ada jalan keluar dari televisi dan internet, tetapi Mama pasti dapat memantau apa yang ditonton si Kecil. Pastikan acara tersebut mengedepankan nilai dan moral yang baik, dan sesuai dengan usianya.

Nah itulah nilai-nilai moral yang perlu diajarkan pada anak sejak kecil dan bagaimana cara mengajarinya. Nilai moral perlu ditanamkan pada anak sejak dini, dan tidak ada usia yang terlalu dini untuk memulai.

Karena nilai-nilai ini memainkan peran besar dalam membangun kepribadian anak, dan orangtua memiliki suara terbesar dalam bagaimana anak membentuk karakteristiknya.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.