Jangan Disepelekan, 5 Penyebab Anak Sering Sakit Perut

Sakit perut juga bisa menjadi gejala penyakit serius lho, Ma!

27 September 2020

Jangan Disepelekan, 5 Penyebab Anak Sering Sakit Perut
Freepik

Sakit perut pada anak terkadang dianggap sebagai sakit biasa yang mudah disembuhkan. Mungkin Mama mengira sakit perut yang dialami anak disebabkan karena pola makan yang salah atau waktu makan yang tidak tepat.

Selain faktor diatas, sakit perut pada anak bisa menjadi tanda kalau ia punya penyakit.

Menurut sebuah riset dari Women’s and Children Hospital di Australia, 10 persen anak balita terkena penyakit serius yang diawali dengan gejala sakit perut. 5 persen diantaranya bahkan sudah masuk tahap kronis.

Agar si Kecil tidak mengalaminya, sebaiknya Mama perlu mengetahui 5 penyebab sakit perut pada balita yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini, yuk simak informasinya!

1. Konstipasi atau sulit buang air besar

1. Konstipasi atau sulit buang air besar
Freepik/User9023173

Sakit perut pada anak yang paling umum adalah konstipasi atau sulit buang air besar. Gejala konstipasi yang paling jelas adalah anak sulit untuk buang air besar, yang biasanya disebabkan oleh pengerasan feces hingga sulit untuk dikeluarkan.

Jika anak mengalami konstipasi, bisa jadi tanda bahwa tubuhnya kekurangan cairan serat atay fiber. Sehingga sebaiknya Mama langsung perbaiki pola makan anak dengan memasukkan lebih banyak jenis makanan yang penuh serat, seperti sayur-sayuran, gandum, serta buah-buahan.

Editors' Picks

2. Gastreontiris atau flu perut

2. Gastreontiris atau flu perut
Freepik/9nong

Flu perut atau gastreontiris merupakan salah satu jenis sakit perut yang cukup serius. Biasanya ditandai dengan munculnya gejala seperti demam tinggi, diare, yang kadang disertai dengan muntah-muntah.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk dan merusak organ pencernaan anak. Jika penyakit ini dibiarkan terus menerus, kemungkinan anak akan kekurangan cairan tubuh secara drastis.

Jika anak mengalami gejala berikut ini, sebaiknya Mama langsung membawanya ke dokter anak secepat mungkin. Agar dokter dapat melakukan tes secepatnya dan langsung menangani anak dengan perawatan yang tepat.

3. Gastroesophegal reflux (GER)

3. Gastroesophegal reflux (GER)
Freepik/Kwanchaichaiudom

GER atau Gastroesophegal Reflux merupakan jenis penyakit yang membuat perut si Kecil terasa terbakar dan ingin muntah. Sakit perut pada anak yang satu ini terjadi karena kontradiksi antara campuran asam pada lambung dengan makanan yang baru dikonsumsinya.

Penyebab lainnya adalah dengan asupan makanan atau minuman yang mengandung banyak gas dan gula, seperti minuman bersoda.

Jika sakit perut ini hanya dirasakan sesekali, Mama bisa mengatasinya dengan memberikan susu saat anak merasa perutnya terbakar. Tetapi jika sakit perut terus kambuh dalam waktu yang berdekatan, Mama perlu langsung konsultasikan ke dokter anak.

4. Sakit perut karena begah

4. Sakit perut karena begah
Freepik/Kwanchaichaiudom

Memilki gejala yang hampir sama dengan konstipasi, sakit perut karena begah juga terkadang diderita oleh anak balita. Walaupun sering dihubungkan dengan ‘angin duduk’ ternyata perut begah memiliki gejala yang cukup berbeda.

Perut begah biasanya disebabkan oleh bakteri yang ada pada makanan yang mengandung karbohidrat, gula, dan mengandung gas.

Untuk mengatasinya, Mama perlu mengganti jenis makanan yang dikonsumsi anak dengan jenis lainnya. Namun jika penyebabnya karena akibat minum susu full cream, sebaiknya Mama menggantinya dengan susu krim atau pasteurisasi.

5. Kontraksi pada otot bagian abdominal dan diagfragma

5. Kontraksi otot bagian abdominal diagfragma
Freepik

Sakit perut pada anak tidak hanya disebabkan oleh organ dalam saja, namun juga bisa disebabkan oleh kontraksi otot pada bagian abdominal dan diafragma. Walaupun belum ada riset, namun kontraksi dan rasa sakit pada perut ini sering dialami oleh anak balita.

Untuk mengatasinya, Mama bisa meminta anak untuk berhenti beraktivitas terlebih dahulu sampai otot perutnya bisa lebih rileks. Namun jika sakit perut menjadi tambah parah atau terjadinya pembengkakan, maka segera konsultasi ke dokter anak terdekat untuk diberikan perawatan yang tepat.

Nah setelah mengetahui penyebab sakit perut anak, kini Mama tidak boleh menyepelekannya ya!

Selalu perhatikan dengan tepat gejala yang timbul saat si Kecil mengeluh sakit perut, agar dapat segera ditangani sesuai dengan penyebabnya. Semoga informasinya bermanfaat ya Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.