7 Tips Membuat Anak Suka Berbagi Sejak Usia Dini

Mengajarkan berbagi dapat mencegah anak tumbuh egois

26 September 2021

7 Tips Membuat Anak Suka Berbagi Sejak Usia Dini
Pexels/Cottonbro

Mengajar anak-anak untuk berbagi membantunya mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. Dari berbagi, anak dapat belajar kerja sama, kolaborasi, dan kerja tim.

Berbagi dengan keluarga dan teman juga dapat meningkatkan persatuan dan ikatan yang balita rasakan dengan mereka. 

Tetapi tak dapat dipungkiri bahwa, tak sedikit balita yang sulit untuk berbagi mainan atau makanan favoritnya, sehingga Mama perlu menanamkan kebiasaan berbagi sejak usia dini.

Bagaimana cara untuk mengajari si Kecil tentang kegembiraan berbagi dan kebahagiaan yang dibawanya?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara membuat anak suka berbagi dengan orang lain sejak dini, di bawah ini!

1. Mulai dari usia muda

1. Mulai dari usia muda
Freepik/Ronnachaipark

Saat Mama bermain dengan balita, bahkan pada usianya yang masih sangat muda, mulailah mengajari anak tentang berbagi. Tunjukkan pada si Kecil cara membagikan mainannya saat bermain, dengan mengatakan hal-hal seperti "giliranmu" saat memberikan anak giliran bermain dengan mainan tertentu,

Dan kemudian saat giliran Mama atau Papa yang bermain dengan mainan itu, ucapkan "sekarang giliran Mama/Papa ya". Dengan begitu, anak bisa memahami konsep berbagi di usia muda bahwa ia perlu meminjamkan atau memberikan apa yang ia punya pada orang lain.

2. Jadikan panutan dalam berbagi

2. Jadikan panutan dalam berbagi
Freepik/Rawpixel-com

Berbagi adalah bagian penting dari perkembangan anak. Ketika anak melihat Mama memberikan uang atau barang dengan orang lain, ia juga akan menangkap perilaku itu dan mencontohnya sendiri.

Misalnya, jika ingin menyumbangkan uang ke panti asuhan, Mama dapat dengan mudah mengubahnya menjadi momen yang dapat diajarkan untuk anak. Tunjukkan padanya ketika Mama sedang memberikan dan katakan bahwa Mama sedang berbagi dengan anak-anak di panti asuhan.

Mama bisa mengatakan sesuatu seperti "Mama memberikan bantuan uang kepada mereka yang tinggal di panti asuhan, yang hidup tanpa orangtua dan keluarga kandungnya". Ini menunjukkan kepada balita bahwa berbagi adalah hal yang baik, dan ia juga bisa melakukannya.

Contoh lain adalah jika Papa berbagi sebagian makanannya kepada Mama, pastikan untuk mengatakan sesuatu seperti "Terima kasih telah berbagi makanan denganku!" Balita akan sangat tanggap dan ia akan menirukan hal-hal seperti ini.

Editors' Picks

3. Memasang timer

3. Memasang timer
Freepik

Timer atau pengatur waktu adalah alat yang tepat untuk mengajari anak-anak cara berbagi dengan saudara kandung atau teman-temannya.

Misalnya, jika si Kecil bermain dengan mainan yang juga ingin dimainkan oleh adik atau kakaknya, Mama dapat mengatur timer, sekitar dua hingga tiga menit cocok untuk anak berusia dua hingga tiga tahun.

Saat timer berbunyi, saatnya balita menyerahkan mainannya kepada adik atau kakaknya. Dan hal yang sama terjadi lagi, timer disetel dan dimulai lagi. Dengan cara ini, setiap anak mendapat kesempatan dengan mainan tersebut.

4. Berbicara sebelumnya tentang berbagi mainan

4. Berbicara sebelum tentang berbagi mainan
Freepik/Senivpetro

Jika balita memiliki teman yang akan datang untuk bermain, Mama dapat mengajak anak berbicara sebelum temannya tiba. Ajak anak berbicara dengan ramah, tentang berbagi mainannya.

Mama bisa mengatakan sesuatu seperti, "[Nama teman anak] akan datang hari ini! Mama yakin kamu senang! Tapi kamu tahu itu berarti kamu harus berbagi/meminjamkan beberapa mainannya dengannya ya."

Dengan cara ini ia akan tahu sebelumnya, yang mencegah anak menjadi kesal ketika temannya datang bermain dengan mainannya.

5. Saling berbagi mainan dengan temannya

5. Saling berbagi mainan temannya
Pexels/Cottonbro

Jika akan ada teman anak yang ingin bermain ke rumah, dan Mama mengetahui bahwa si Kecil sulit untuk membagikan mainannya, ada cara yang baik untuk mencontohkan anak seperti apa perilaku berbagi. Mama dapat meminta orangtua dari teman anak tersebut untuk membawa mainannya ke rumah. 

Tentu balita mama tidak akan bisa menolak mainan baru yang diperkenalkan kepadanya. Dengan cara ini, anak akan belajar bahwa untuk bermain dengan mainan temannya, ia juga harus berbagi beberapa mainannya.

6. Memberikan pujian jika anak berbagi

6. Memberikan pujian jika anak berbagi
Freepik

Menggunakan pujian saat anak-anak belajar untuk berbagi sangat penting, karena ini membantu anak untuk mengatur perasaannya tentang berbagi itu sendiri. Mendapatkan pujian membuat anak akan merasa lebih termotivasi untuk berbagi.

Namun, jangan menggunakan pujian yang tidak detail, seperti "kamu anak laki-laki yang baik" atau "anak yang baik!" Ini tidak akan tepat. Sedangkan, Mama perlu menunjukkan kepada anak mengapa berbagi itu baik seperti, "Mama sangat bangga karena kamu bisa meminjamkan mainanmu padanya"

Setelah itu, Mama dapat mengatakan sesuatu seperti "apakah kamu ikut merasa bahagia saat melihat temanmu bahagia karena kamu pinjamkan mainan untuknya?" ini akan mengajari anak bahwa berbagi itu baik, dan berbagi membuat orang lain bahagia.

7. Beri tahu anak betapa menyenangkannya berbagi

7. Beri tahu anak betapa menyenangkan berbagi
Freepik/Teksomolika

Ketika Mama ada momen untuk berbicara bersama balita, bicarakan dengannya tentang betapa menyenangkannya berbagi mainan dengan anak-anak lain!

Biarkan anak tahu bahwa dengan berbagi mainan, itu memberi setiap orang kesempatan untuk bersenang-senang dan tidak ada yang akan merasa ditinggalkan.

Dengan berbagi, anak juga bisa berkesempatan untuk meminjam mainan lain dari temannya.

Selain itu, Mama juga bisa mengajarkan anak bahwa akan sangat menyenangkan untuk melihat orang lain bahagia, terlebih lagi jika kebahagiaan itu disebabkan karena perilaku anak kepadanya.

Nah itulah langkah-langkah atau cara membuat anak suka berbagi sejak usia dini.

Mengajarkan berbagi pada anak dapat dimulai dari usia dini ya Ma. Mengajarkan berbagi juga mencegah anak bersikap egois pada orang lain, dan meningkatkan sikap empati.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.