Kalimat "Jangan ngomong terus, Mama nggak mau dengar!" yang sering digunakan oleh orangtua kepada anak secara tak sadar saat sedang lelah dapat memiliki dampak yang merusak pada perasaan anak dan membuat mereka merasa diabaikan dan tak berharga.
Kalimat tersebut mencerminkan bahwa orangtua tidak ingin mendengar apa yang anak ingin sampaikan dan mengabaikan kebutuhan anak untuk diekspresikan dan didengarkan. Anak mungkin merasa bahwa pendapat, perasaan, atau cerita mereka tidak dihargai atau diabaikan. Hal ini dapat membuat mereka merasa tidak penting dan tak berharga.
Jika sedang merasa lelah, Mama bisa berbicara dengan kalimat seperti "Mama tahu kamu ingin mengatakan sesuatu, tetapi Mama sedang merasa sedikit lelah. Bagaimana kalau nanti kita bicarakan setelah Mama beristirahat sejenak?." Dengan menggunakan kalimat seperti ini, orangtua dapat mengkomunikasikan kebutuhan mereka dengan lebih positif, menghargai pendapat anak, dan mengajak mereka untuk mencari waktu yang lebih tepat untuk berbicara dengan lebih efektif.
Itulah 7 kalimat terlarang orangtua pada anak yang harus orangtua hindari. Dalam proses berbicara dengan anak, orangtua perlu menghindari kalimat yang dapat merusak harga diri, menghambat perkembangan, dan menghasilkan dampak negatif.
Dengan menggantikan kalimat-kalimat tersebut dengan komunikasi yang positif, penuh pengertian, dan memotivasi, orangtua dapat membangun hubungan yang kuat dengan anak serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berkepribadian positif.