7 Tips Jitu untuk Mendorong Si Kecil Senang Berbagi

Beberapa cara yang bisa membangun karakter Si Kecil agar ia suka berbagi

6 Juni 2019

7 Tips Jitu Mendorong Si Kecil Senang Berbagi
Pixabay/rondellmelling

Dalam kehidupan bersosialisasi, berbagi merupakan hal yang patut untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini menjadi wujud nyata dari posisi kita sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain.

Tentu, kesadaran akan hal tersebut haruslah dibangun sejak usia dini agar karakter suka berbagi dapat melekat menjadi kebiasaan positif hingga dewasa.

Atas dasar itu, Mama sangat disarankan untuk mendidik anak mama dengan cara-cara yang dapat membiasakan si Kecil untuk mau berbagi pada sesama.

Setidaknya, ada 7 cara yang telah berhasil dirangkum oleh Popmama.comguna membantu pola asuh mama kepada si Kecil yang siap berbagi. Mari kita intip setiap poin di bawah ini!

1. Berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari

1. Berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari
Pixabay/publicdomainpictures

Dalam menerapkan pola asuh yang memengaruhi pembentukan karakter seorang anak kecil, cara yang terbaik untuk diaplikasikan haruslah dimulai dari wujud nyata yang Mama perlihatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini dikarenakan kecenderungan anak kecil yang selalu tertarik mengikuti gerak-gerik orang-orang terdekatnya, khususnya Mama dan Papa sebagai orangtua.

Maka dari itu, dengan harapan agar si Kecil dapat bertumbuh dengan sikap yang suka berbagi secara lahiriah, Mama dianjurkan untuk mempraktekkan hal tersebut sesering mungkin di hadapan anak mama.

Sebagai contoh, Mama dapat bekerja sama dengan Papa untuk melakukan sikap yang meminta tolong atau meminta sesuatu dan memberi.

Selain itu, Mama dan Papa juga dapat melakukan sikap berbagi secara inisiatif ketika melihat pihak lain membutuhkan pertolongan atau sesuatu.

Jika Mama secara konsisten menunjukkan perbuatan nyata tersebut kepada si Kecil, anak mama akan mengikutinya dengan turut mempraktekkan hal yang sama ketika menjalani proses tumbuh kembang.

2. Tanamkan nilai simpati dan empati

2. Tanamkan nilai simpati empati
parentscanada.com

Sikap berbagi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kecenderungan seseorang yang selalu mudah merasa simpati terhadap segala sesuatu yang dinilai patut untuk diperhatikan oleh hati nurani, serta tindakan nyata dalam memberikan sesuatu atau pertolongan sebagai wujud empati yang nyata.

Hal tersebut tentu dapat terwujud jika penanaman nilai simpati dan empati dilakukan oleh Mama kepada si Kecil melalui pola asuh yang tepat.

Caranya sangat mudah! Mama cukup membangun komunikasi secara rutin dan konsisten, di mana Mama mendorongnya untuk berpikir mengenai pikiran dan perasaan orang lain

Sebagai contoh, coba tanyakan pendapat si Kecil mengenai hal-hal yang akan dirasakan saat seseorang tidak bisa makan, tidak mempunyai mainan dan hal-hal semacamnya.

Untuk mempermudahnya, Mama dapat menggiring anak mama untuk memosisikan dirinya sebagai seseorang yang mengalami hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Tentu, Mama sangat dianjurkan untuk melakukannya dengan menggunakan bahasa yang sederhana.

Hal ini akan membuat si Kecil menyelami pikiran dan perasaan orang-orang yang mampu membuat hatinya luluh, sehingga nilai simpati dan empati tertanam seiring berjalannya waktu.

Editors' Picks

3. Kunjungi panti asuhan

3. Kunjungi panti asuhan
Pixabay/kasoem_kone

Untuk memaksimalkan upaya Mama dalam menanamkan nilai simpati dan empati pada kepribadian Si Kecil saat menjalani proses tumbuh kembang, Mama sebaiknya tidak serta merta melakukannya dengan cara membangun komunikasi saja.

Ada baiknya jika Mama turut memberi ruang bagi si Kecil untuk mengalami hal-hal yang dapat membuatnya belajar secara visual tanpa harus mengandalkan penjelasan dalam wujud kata-kata secara keseluruhan.

Hal ini dapat diwujudkan dengan mengajaknya melakukan bakti sosial ke berbagai tempat, seperti panti asuhan. Biarkan si Kecil melihat aktivitas berbagi Mama kepada anak-anak panti asuhan secara langsung.

Dorong si Kecil untuk juga ikut membagikan beberapa sembako kepada anak-anak di panti asuhan dan pastikan anak mama dapat bercengkrama dan bermain dengan mereka.

Hal ini akan membuat si Kecil mengerti mengenai pentingnya sikap berbagi kepada sesama umat manusia.

4. Beri kesempatan si Kecil untuk berbagi

4. Beri kesempatan si Kecil berbagi
Pixabay/strecosa

Mama telah memberi wujud nyata serta membangun komunikasi yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai positif yang dapat memacu sikap berbagi yang Mama dambakan untuk dapat diterapkan oleh anak mama.

Itu artinya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk Mama mendorong si Kecil mempraktekkan sikap berbagi tersebut.

Mama dapat melakukannya dengan mendorong si Kecil berbagi melalui beberapa kesempatan yang dapat membuatnya mengulurkan barang atau makanan kepunyaannya kepada orang lain.

Sebagai contoh, si Kecil sedang makan kue, maka Mama dapat sesekali meminta, "Tolong berikan beberapa kue untuk adik, ya!" Jika anak mama merupakan anak tunggal, Mama dapat memintanya untuk diri Mama atau Papa dan bisa juga, orang lain yang ada di sekitarnya.

5. Bermain peran

5. Bermain peran
Pixabay/berzin

Dalam memberi kesempatan untuk anak mama menerapkan sikap berbaginya sebagai bentuk praktek nyata dari nilai-nilai simpati dan empati yang telah ditanamkan, Mama dapat melakukannya dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui sebuah permainan seru yang disegani anak mama.

Permainan yang sangat direkomendasikan adalah permainan "Bermain Peran." Permainan ini akan mendorong anak mama untuk mengalami sebuah peran yang kegiatannya adalah berbagi. Sebagai contoh, Mama dan si Kecil dapat bermain peran Dokter dan Pasien.

Dalam perihal ini, biarlah anak mama yang memerani peran seorang dokter agar ia belajar berbagi kepada orang-orang sakit. Sebagai informasi tambahan, permainan "Bermain Peran" ini juga dapat dijadikan cara untuk membuat si Kecil mau minum obat, sebagaimana yang Mama bisa lihat di sini.

6. Bermain di taman bermain

6. Bermain taman bermain
Pixabay/omarmedinafilms

Seperti yang telah disebutkan di atas, sikap berbagi merupakan wujud nyata dari posisi kita sebagai seorang makhluk sosial yang hidup berdampingan satu sama lain.

Karena itu, sikap positif ini tentu akan terbangun secara efektif jika dilatih dalam sebuah kondisi lingkungan sosial yang tidak serta-merta diisi oleh orang-orang terdekat saja, melainkan orang-orang lain secara luas.

Hal ini dapat Mama mewujudkan pada kehidupan si Kecil dengan cara membawanya untuk mengunjungi sebuah taman bermain secara rutin.

Pasalnya, di sana, si Kecil akan bertemu teman-teman baru dan bermain bersama. Dari situlah, ia akan belajar untuk menerapkan sikap berbagi kepada teman-teman barunya melalui berbagai mainan yang disiapkan di tempat tersebut sebagai milik bersama.

7. Kunjungi rumah saudara

7. Kunjungi rumah saudara
Pixabay/cuncon

Ada cara lain yang dapat memungkinkan anak mama untuk sekali lagi menerapkan sikap berbagi kepada orang lain selain Mama dan Papa.

Bahkan, Mama bisa melatih sikap tersebut kepada si Kecil dengan tidak semata-mata fokus pada tindakan berbagi mainan saja, lho!

Caranya sangat mudah dan menyenangkan! Sesekali, bawa anak mama mengunjungi rumah saudara yang memiliki satu atau lebih anak kecil seusianya. Mama pun dapat menginap di sana dalam rentang waktu tertentu jika memungkinkan.

Cara ini dinilai memberi lebih banyak kesempatan bagi si Kecil untuk mempraktekkan sikap berbaginya dalam berbagai hal, seperti berbagi makanan, berbagi tempat tidur, berbagi mainan, berbagi sepeda untuk bermain di sore hari.

Not to mention, si Kecil juga akan terdorong untuk berbagi cerita dengan saudara sebayanya. Wah, seru nih, Ma!

Sekarang, Mama sudah mengetahui cara-cara yang tepat untuk membiasakan si Kecil suka berbagi.

Yuk, lakukan sekarang agar kebiasaan tersebut menjadi bagian dari karakter positifnya. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.