Awas! Ini Bahaya Cabut Gigi Balita Tanpa Bantuan Dokter

Nanti bisa infeksi lho, Ma!

10 Agustus 2019

Awas Ini Bahaya Cabut Gigi Balita Tanpa Bantuan Dokter
Freepik/yanadjana

Kebanyakan orang masih beranggapan bahwa mencabut gigi bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan sendiri di rumah.

Tak terkecuali pada orangtua yang memutuskan mencabut gigi anaknya sendiri tanpa bantuan dokter.

Biasanya penyebab utama yang membuat kebanyakan orang memilih untuk mencabut gigi sendiri adalah karena malas untuk mengunjungi klinik atau rumah sakit. 

Padahal, jika proses mencabut gigi yang dilakukan tidak tepat tanpa bantuan ahli, nantinya bisa berakibat fatal dan menyebabkan infeksi pada gigi.

Terjadinya infeksi pada sisa gigi juga dapat mempengaruhi gusi dan organ vital lainnya lho. Mengerikan, bukan?

Jika Mama memutuskan mencabut gigi si Kecil tanpa bantuan dokter, Mama perlu mengetahui fakta penting mengenai cabut gigi tanpa bantuan dokter yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini. Disimak baik-baik ya, Ma!

1. Jangan menarik gigi si Kecil

1. Jangan menarik gigi si Kecil
Freepik/prostooleh

Perlu Mama ketahui bahwa gigi anak nantinya akan copot dengan sendirinya seiring waktu.

Gigi yang copot disebut gigi susu yang nantinya akan berganti dengan gigi permanen. Gigi susu biasanya mulai goyang saat gigi permanen si Kecil akan tumbuh.

Jika merasa giginya goyang, anak akan merasa tidak nyaman bukan, Ma? Tetapi jika sudah begitu, yang perlu Mama lakukan adalah periksa seberapa parah gigi tersebut goyang. Ingat! jangan menarik gigi yang goyang tersebut ya, Ma!

Meskipun tidak terlihat parah dan bisa dilakukan sendiri di rumah, bila dilakukan oleh yang bukan ahli medis maka bisa menimbulkan sumber infeksi pada gusi si Kecil. Lebih baik ajak dia ke dokter gigi ya, Ma.

Editors' Picks

2. Hindari si Kecil menusuk gigi dengan tangannya

2. Hindari si Kecil menusuk gigi tangannya
Freepik

Ketika merasa giginya goyang, biasanya anak akan merasa tidak nyaman dan terus memasukan tangannya untuk menusuk gigi yang goyang tersebut.

Sebisa mungkin Mama harus menghindari si Kecil melakukan hal itu ya, Ma.

Belum tentu tangan yang masuk ke dalam rongga mulut dan menyentuh gusinya tersebut bersih, bisa saja mereka habis memegang mainan yang membuat tangannya kotor.

Tangan yang kotor itulah bisa memasukan bakteri berbahaya ke dalam mulutnya. Jika sudah terkena bakteri, akan semakin membuat gusinya semakin parah.

Lebih baik Mama segera membawanya ke dokter daripada si Kecil merasa tidak nyaman dan terus memasukan tangannya ke dalam mulut.

3. Hindari pengobatan rumahan

3. Hindari pengobatan rumahan
Freepik/Pressfoto

Masih banyak orang dewasa yang melakukan berbagai pengobatan rumahan saat merasa sakit gigi atau gigi goyang. Seperti sudah turun temurun, pengobatan tersebut biasanya akan mereka turunkan pada anaknya.

Faktanya, ada beberapa pengobatan rumahan yang berbahaya jika dilakukan. Perlu Mama ketahui apa saja yang tidak boleh dilakukan untuk mencabut gigi si Kecil, diantaranya:

  • Menggigit apel. Kebanyakan orang dewasa mungkin menggunakan cara ini agar gigi yang goyang akan tercabut dan tersangkut pada apel. Faktanya, dengan menggigit apel dapat mendorong gigi ke bawah dan menyebabkan kerusakan gusi atau tulang, bahkan bisa merusak gigi.
  • Menggoyangkannya dengan jari adalah salah satu yang sering dilakukan agar gigi semakin mudah tercabut. Namun dengan memasukan jari yang kotor bisa membuat bakteri ke dalam mulut dan merusak struktur gigi.
  • Menariknya keluar dengan benang. Cara ini masih menjadi  pilihan tradisional yang selalu digunakan. Ternyata dengan menarik gigi goyang menggunakan benang dapat menarik keluar struktur gigi. Ketika sudah begitu maka akan menyebabkan perdarahan dan nyeri hebat atau bahkan kerusakan gigi. Duh! 

4. Ajak si Kecil ke dokter gigi secara rutin

4. Ajak si Kecil ke dokter gigi secara rutin
Freepik/prostooleh

Banyak orangtua masih menganggap hal spele pada kesehatan gigi anaknya. Padahal gigi yang tak terawat bisa menyebabkan infeksi yang serius dan menyebabkan berbagai masalah gigi. Penting untuk orangtua mengajak anaknya ke dokter gigi sedari dini. Selain untuk kesehatan giginya, juga untuk melatih keberaniannya.

Waktu yang baik dan tepat mengajak si Kecil ke dokter gigi adalah enam bulan setelah gigi pertama mereka baru muncul, atau paling lambat saat ulang tahun pertamanya.

Setelahnya, mulailah rutin membawa mereka kontrol giginya setiap enam bulan sekali.

Dengan rutin memeriksa kondisi gigi anak, tentunya orangtua juga belajar bagaimana cara merawat gigi mereka dan apa yang harus dilakukan jika gigi susunya mulai goyang. Ingat, jangan sembarang cabut ya, Ma!

5. Tips untuk membantu anak mencabut gigi sendiri

5. Tips membantu anak mencabut gigi sendiri
Freepik/zaikina

Jika memutuskan untuk mencabut gigi anak di rumah tanpa harus pergi ke dokter gigi, berikut tips yang bisa Mama coba terapkan pada si Kecil:

  • Jika goyang yang dirasa pada gigi semakin parah, sudah saatnya melakukan pencabutan. Beri tahu mereka agar menggunakan lidahnya untuk menggoyangkan gigi sampai tercabut.
  • Mencegah mereka menusuk gigi dengan tangannya. Jika dengan menggunakan lidah tetap tidak tercabut, si Kecil akan menusuk giginya karena rasa tidak nyaman yang ia rasakan. Mama perlu lebih hati-hati agar si Kecil tidak melakukan hal tersebut, karena tangan yang kotor bisa memasukkan bakteri berbahaya ke dalam mulut.
  • Jangan khawatir jika gigi tercabut akan mengeluarkan banyak darah. Mama bisa memanfaatkan kain kasa untuk menghentikan darah tersebut. Minta ia gigit kain kasa dan letakkan di area yang berdarah agar darah tersebut bisa segera membeku. Mama bisa menggunakan kain kasa basah untuk membekukan darah yang keluar tadi.

Itulah fakta penting yang perlu Mama ketahui sebelum melakukan cabut gigi anak. Tetap lakukan pemeriksaan rutin pada dokter yang lebih ahli ya, Ma. Hal ini agar terhindar dari bakteri dan infeksi yang akan membuat gigi si Kecil rusak. Semoga bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.