Ciri-Ciri Anak Disleksia pada Usia Balita

Anak mama mengalami kesulitan menulis dan membaca? Bisa jadi disleksia, Ma

27 Januari 2021

Ciri-Ciri Anak Disleksia Usia Balita
Freepik/Freepic-diller

Saat usia anak semakin bertambah seiring waktu, tentu sebagai orangtua kita ingin mengajarkan banyak hal kepada mereka. Mulai dari mengajarkan berjalan, bermain, hingga belajar.

Di usia anak yang sudah menginjak 4-5 tahun, biasanya orangtua mulai mengenalkan ragam huruf untuk dibaca atau ditulis. Namun, jika anak alami kesulitan ketika diminta membaca atau menulis, bahkan masih berbicara terbata-bata, mungkin Mama perlu mencari tahu lebih dalam ada apa dengan si Kecil.

Ketika si Kecil alami hal serupa, bisa jadi dirinya mengidap disleksia, Ma. Ini merupakan gangguan belajar yang umum terjadi pada anak-anak.

Meski usianya masih terlalu kecil untuk diajarkan belajar membaca atau menulis, namun jika seiring berjalannya waktu ia terus seperti itu, maka perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Dengan mengetahui sejak dini, maka penanganannya pun bisa lebih cepat dilakukan. Hal ini bertujuan ketika si Kecil memasuki usia sekolah, ia sudah jauh lebih siap menerima pembelajaran yang diberikan. 

Berikut Popmama.com telah merangkum apa saja ciri disleksia pada anak balita yang bisa Mama ketahui pada si Kecil. Disimak baik-baik yuk, Ma!

1. Perkembangan bicaranya lebih lambat

1. Perkembangan bicara lebih lambat
Freepik/Katemangostar

Ciri pertama jika si Kecil alami disleksia adalah perkembangan bicaranya yang lebih lambat dibanding anak seusianya.

Umumnya, anak usia 3 tahun ke atas sudah mulai sedikit demi sedikit berbicara beberapa kosa kata. 

Namun, jika sampai memasuki usia 5 tahun bicaranya masih terbata, maka Mama perlu mencari tahu lebih dalam mengapa demikian.

Editors' Picks

2. Sering terbalik menyebutkan kata

2. Sering terbalik menyebutkan kata
Freepik

Ciri selanjutnya adalah saat anak alami kesulitan dalam menyebutkan kosa kata, sehingga sering kali terbalik dalam menyebutkannya.

Misal, ketika anak ingin memanggil "ibu", justru yang diucapkannya malah kata "ubi".

Selain sering terbalik perihal kosa kata, anak disleksia juga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari kata baru.

3. Kesulitan menyusun kata dengan benar

3. Kesulitan menyusun kata benar
Freepik/asierromero

Jika si Kecil kesulitan mengungkapkan maksudnya karena sulit memilih atau menyusun kata yang tepat, bisa jadi ini juga menjadi ciri ia alami disleksia, Ma.

Anak yang kesulitan mengungkapkan maksudnya karena bingung dengan kata yang akan ia ucapkan, umumnya lebih sulit dalam mengekspresikan diri.

Itulah mengapa dibutuhkan penanganan segera agar saat semakin bertambah usia, anak akan lebih bisa memahami banyak kata untuk diungkapkan.

4. Kurang memahami kata berirama

4. Kurang memahami kata berirama
Freepik/drobotdean

Berikutnya, anak yang alami disleksia juga biasanya akan kesulitan dalam memahami kata-kata berirama.

Misalnya, "Luhan berjalan sendirian". Kata berirama seperti ini mungkin terdengar mudah bagi kita, namun bagi si Kecil yang mengidap disleksia ini menjadi sulit diucapkan, Ma.

5. Sulit melakukan kegiatan dengan keterampilan motorik halus

5. Sulit melakukan kegiatan keterampilan motorik halus
Freepik/jcomp

Melatih motorik halus anak sejak dini menjadi hal penting yang wajib Mama ajarkan pada anak sejak usianya masih kecil.

Sebab jika tak diajarkan sejak dini, anak bisa jadi alami disleksia yang membuatnya sulit melakukan berbagai kegiatan yang mengandalkan keterampilan motorik halus seperti mewarnai, menggunting, mengancing baju, memakai kaos kaki, dan sebagainya.

Nah, itu tadi beberapa ciri disleksia pada anak balita yang perlu Mama ketahui.

Meski alami disleksia, bukan berarti anak bodoh kok, Ma. Kondisi ini tak memengaruhi atau dipengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Umumnya, anak pengidap disleksia akan dibantu dengan program belajar khusus uang akan membuat anak mampu belajar sama baiknya dengan anak-anak normal lainnya.

itulah ciri anak diseleksia pada usia balita yang menyebabkan si Kecil kesulitan membaca dan menulis. Jadi, tetap semangat dan terus beri dukungan pada si Kecil dalam tumbuh kembangnya ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.