7 Ciri-Ciri Kelekatan Anak dengan Mama yang Terlalu Berlebihan

Bisa jadi penghambat anak dalam bergaul nanti, Ma

14 Juni 2021

7 Ciri-Ciri Kelekatan Anak Mama Terlalu Berlebihan
Freepik/prostooleh

Sebagai orangtua, sudah semestinya hubungan antara Mama dan anak terjalin dengan baik dan begitu dekat. Namun tahukah Mama, tidak semua kedekatan antara anak dan orangtua itu baik lho!

Jika anak terlalu lekat dengan Mama, sebaiknya segera atasi sejak dini agar tidak memengaruhi cara pandang anak dalam bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya saat dewasa kelak.

Meski baik untuk pererat hubungan anak dan orangtua, namun kelekatan yang terlalu berlebihan juga bisa menghambat kemandirian seorang anak, Ma.

Maka dari itu, Mama perlu mewaspadai ciri-ciri anak yang alami kelekatan berlebih sejak dini. Apa saja cirinya? Yuk, simak informasi yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Sulit bergaul dengan teman sebaya

1. Sulit bergaul teman sebaya
Freepik

Di usia anak-anak yang terlalu kecil, mungkin ciri ini belum terlalu nampak padanya, Ma. Namun, saat anak sudah memasuki usia sekolah, ini akan menganggu komunikasi anak terhadap lingkungannya, Ma.

Jika anak terlalu lekat dengan Mama, maka sampai memasuki usia sekolah pun, anak akan sulit bergaul dan hanya ingin bersama Mama saja. Hal yang membahayakan adalah ketika anak sudah menganggap teman sebayanya tidak penting dan merasa cukup jika bersama dengan Mama saja.

2. Sulit menerima kehadiran orang lain

2. Sulit menerima kehadiran orang lain
Freepik/peoplecreations

Seperti penjelasan sebelumnya, tak hanya pada teman sebaya, tetapi anak juga akan menjadi lebih sulit menerima kehadiran orang lain, Ma.

Anak akan merasa kesal jika Mama lebih memerhatikan orang lain daripada dirinya. Misalnya saja ketika Mama melahirkan adik baru yang membuat terjadinya kecemburuan padanya. 

Ini bisa membuat anak menarik kesimpulan bahwa Mama maupun Papa sudah tidak menyayanginya lagi dan membuat anak merasa bahwa Mama enggan mengurus dan menemaninya. 

Editors' Picks

3. Sulit merasa segan kepada orang lain

3. Sulit merasa segan kepada orang lain
Freepik/Prostooleh

Saat Mama terus membela anak, ini juga berdampak pada anak yang merasa segan kepada orang sekitar, termasuk orang yang lebih tua darinya.

Hal ini membuat anak tidak memedulikan perbuatannya disukai orang lain atau tidak, Ma. Selain itu, anak juga merasa orang lain tidak akan jahat, menegur atau memarahinya, karena ia dekat dengan sang mama yang akan membelanya.

4. Terlalu takut berpisah dengan Mama

4. Terlalu takut berpisah Mama
Freepik/Lookstudio

Untuk anak yang masih sangat kecil, kecemasan akan ditinggal orangtua tentu wajar terjadi. Namun tidak dengan anak yang sudah melewati usia balita.

Jika anak mama sudah melewati usia balita, namun ia sulit sekali berpisah dengan Mama meski hanya sebentar, Mama perlu waspada!

Tak semua situasi memungkinkan Mama untuk mengikutsertakan anak, tetapi anak yang terlalu lekat dengan orangtua tidak bisa memahaminya, Ma. Sehingga akan terjadi penolakan karena rasa takut jauh dari Mama, walau ditinggal hanya beberapa menit sekalipun.

5. Ketergantungan, tidak bisa jika tidak ada sang Mama

5. Ketergantungan, tidak bisa jika tidak ada sang Mama
Freepik

Dekat dengan anak itu memang baik, namun jika berlebihan, ini akan membuat anak menjadi ketergantungan dan harus 'disuapi' terus menerus. Jika sekali saja tidak ada Mama disekitarnya, maka anak tidak bisa menjalani kegiatannya dengan maksimal. 

Itulah mengapa anak yang terlalu lekat dengan Mama membuat mereka menjadi pribadi yang bergantung pada orangtua, Ma. Sebab anak menjadi lebih terbiasa dibantu dan dipermudah dengan adanya Mama disekitar mereka.

6. Sensitif, mudah merasa kehilangan kasih sayang orangtua

6. Sensitif, mudah merasa kehilangan kasih sayang orangtua
Freepik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, anak umunya mudah membuat kesimpulan bahwa Mama sudah tidak lagi menyayanginya. Meski sudah Mama jelaskan, namun anak akan bersikeras dengan pendapatnya

Hal ini lantaran anak menjadi lebih sensitif dan membuatnya merasa kehilangan perhatian yang Mama berikan dahulu untuknya. Itulah mengapa tidak seharusnya orangtua terlalu memanjakan anak sedari dini.

7. Perubahan sikap drastis dari anak kepada Mama

7. Perubahan sikap drastis dari anak kepada Mama
Freepik/Asierromero

Adanya perubahan sikap yang drastis juga bisa anak tunjukkan saat ia sudah sangat dekat dengan Mama. Misalnya saat ia sedang merasa disayang oleh Mama, maka ia akan bersikap manis.

Namun sebaliknya, anak akan bersikap agresif atau langsung marah ketika ia merasa sedikit saja terabaikan oleh Mama. Inilah yang membuat anak mengalami perubahan sikap yang cukup signifikan.

Meski sering kali sulit membedakan antaran kelekatan anak dan Mama yang wajar maupun yang berlebihan, namun jika ciri di atas muncul pada anak mama, sebaiknya perlu diwaspadi agar bisa diatasi sejak dini ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.