Play Therapy, Solusi Tepat Atasi Stres pada Anak saat di Rumah Saja

Tak hanya orang dewasa, anak juga bisa alami stres, Ma!

28 September 2020

Play Therapy, Solusi Tepat Atasi Stres Anak saat Rumah Saja
Pexels/Ketut Subiyanto

Pernah mendengar play therapy, Ma? Terapi atau metode untuk berkomunikasi anak dengan bermain ini bisa membantu dalam proses tumbuh kembangnya lho!

Pada umumnya, sebagian besar kegiatan anak dilakukan dengan bermain. Dengan play therapy ini, maka akan membantu proses tumbuh kembang anak dengan baik dan meminimalisir rasa stres yang akan mereka alami.

Niesa Handayani, S.Psi, PGD selaku praktisi pendidikan anak dalam event Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020 pada Senin (28/09/20), beliau menyebutkan bahwa tak hanya orang dewasa saja yang bisa alami stres, anak-anak pun demikian.

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, yang mana seluruh kegiatan harus dilakukan dari rumah. Tentu hal ini membuat kegiatan anak menjadi terbatas dan akan membuatnya stres.

Untuk menghindari stres pada anak selama pandemi, berikut Popmama.com telah merangkum wawancara ekslusif bersama praktisi pendidikan anak untuk membantu Mama dalam mengatasi stres anak dengan play therapy.

Disimak yuk, Ma!

1. Apa itu play therapy?

1. Apa itu play therapy
Youtube/IDN Times

Dalam event Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020, Niesa Handayani selaku praktisi pendidikan anak menyebutkan bahwa, play therapy merupakan terapi atau metode yang digunakan untuk membantu anak dalam hal komunikasi, komunikasinya dalam hal bermain.

Terapi bermain mungkin memang terlihat seperti kegiatan bermain biasa, namun kegiatan ini bisa membuat Mama dapat mengamati dan mendapat pemahaman tentang masalah si Kecil. Oleh karena itu, Niesa menyebutkan hal seperti ini harus menjadi perhatian bagi para orangtua.

Sebab bermain itu bukan hanya di luar saja, Ma, bermain bisa di mana saja. Jadi, apapun yang dilakukan anak selama ia senang, maka itu yang dinamakan bermain. 

Editors' Picks

2. Mengenali ciri anak yang alami stres

2. Mengenali ciri anak alami stres
Youtube/IDN Times

Kebanyakan orangtua mungkin tak mengetahui ciri apa saja yang terjadi pada anak saat stres. Sebab pada orang dewasa, mungkin mereka akan lebih mudah mengekspresikan diri mereka ketika stres, berbeda dengan anak-anak.

Niesa menyebutkan, ada beberapa ciri jika anak alami stres. Berikut diantaranya:

  • Perubahan perilaku. Mama perlu memerhatikan perubahan perilaku si Kecil. Misalnya jika yang tadinya ia penurut, tetapi tiba-tiba menjadi memberontak. Perubahan perilaku yang tadinya positif menjadi negatif bisa menjadi indikasi ciri anak stres, Ma.
  • Menghindari atau menyendiri. Jika sebelumnya anak ceria dan aktif, namun tiba-tiba anak menjadi pendiam, maka ini juga dapat menjadi indikasi. Anak mungkin akan lebih memilih diam dan menarik diri untuk tidak bermain dengan lingkungan sekitarnya.
  • Merasa sakit namun tak ada keluhan saat pemeriksaan (psikosomatis). Misalnya, saat anak mengeluh pada Mama bahwa perut atau kepalanya sakit, namun saat diperiksa ke dokter tak ada keluhan apapun.
  • Perubahan napsu makan. Ini bisa terjadi kebalikan dari kuantitas makan anak, Ma. Misalnya yang tadiya anak susah makan, sekarang jadi makan banyak. Atau bisa jadi sebaliknya.
  • Sulit tidur. Anak bisa alami sulit tidur saat mengalami kecemasan tertentu atau stres. 
  • Sulit fokus atau konsentrasi. Sama seperti orang dewasa, anak juga cenderung kehilangan fokus atau sering melamun ketika kecemasan atau stres melanda dirinya.

3. Kegiatan play therapy anak selama di rumah saja

3. Kegiatan play therapy anak selama rumah saja
growingyourbaby.com

Saat si Kecil alami ciri-ciri seperti yang sudah disebutkan, cara mudah membantu anak atasi stresnya adalah dengan play therapy itu sendiri. Jadi melalui permainan, maka anak akan lebih mudah didekati dan lebih bebas mengekspresikan perasaannya.

Untuk anak balita, Mama bisa mencoba bermain roleplay atau bermain peran dengan anak agar ia dapat mengekspresikan dirinya.

Misalnya saat ia berkelahi dengan sang kakak karena berebut mainan, maka Mama bisa mengajaknya untuk bermain peran bagaimana ia dan sang kakak berkelahi.

Dari permainan tukar peran ini, Mama bsia mencontohkan bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan sang kakak dengan baik.

Cara lainnya Mama bisa mengajak anak bermain dengan tanah liat, kotak pasir, bernari atau bernyanyi.

Cara-cara mudah lainnya itu bisa digunakan bagi anak-anak balita yang sudah lebih lancar berkomunikasi dibanding anak batita. Sehingga bisa lebih mudah bagi Mama untuk berkomunikasi dengan anak balita. 

Namun yang perlu diperhatikan oleh Mama adalah situasi anak sebelum mengajak bermain. Jika anak sedang tidak dalam situasi yang baik, pilih mainan dengan aturan yang tidak terlalu banyak. 

Namun jika anak sedang kondusif atau situasi hatinya baik, Mama bisa memberikan mainan yang menggunakan peraturan

4. Gali permasalahan anak dengan play therapy

4. Gali permasalahan anak play therapy
Freepik/Galinkazhi

Jika Mama ingin menggali permasalahan anak dengan play therapy, usahakan untuk melakukan komunikasi dua arah ya, Ma. Meski bermain sendiri memang bisa dilakukan, namun esensinya kurang dapat dirasakan.

Niesa menyebutkan, jika memang anak Mama merupakan anak yang pendiam, Mama bisa mengajak anak bermain dengan pasir atau play sand therapy. Tak hanya itu, Mama bisa meminta anak untuk menggambar apa yang ia rasakan.

Dari gambar yang dibuat anak, Mama bisa menganalisa kembali apa yang ia rasakan dan mengajak anak berkomunikasi untuk memecahkan permasalahan yang sedang mengganggunya. Jika si Kecil tetap diam, Mama harus pintar mencari tahu apa yang ia sukai untuk membantu menggali permasalahannya.

Seperti yang disebutkan Niesa, Mama bisa memulai dengan hal-hal yang anak sukai. Selain itu, buatlah lingkungannya nyaman. Hal ini agar anak merasa nyaman dan senang dalam melakukan play therapy.

Jika anak sudah merasa demikian, maka Mama dengan mudah masuk ke dalam dirinya untuk mengetahui dan membantu memecahkan permasalahan yang ia hadapi. 

5. Kapan waktu anak bermain?

5. Kapan waktu anak bermain
Freepik/prostooleh

Waktu bermain anak sebenarnya tidak ditentukan secara khusus, Ma. Namun jika Mama ingin melakukan play therapy untuk atasi stres pada anak, Mama bisa membuat agenda bermain bersama sesuai dengan jadwal yang Mama atau Papa bisa.

Niesa menyebutkan, Mama juga bisa membuat break time dengan anak untuk menggali permasalahan yang sedang ia hadapi. Tak perlu waktu lama, yang penting kualitas bermain dengan anak dilakukan dengan sungguh-sungguh, Ma.

Sebab kebanyakan orangtua mengajak anak bermain dengan tak sungguh-sungguh. Maksudnya, Mama atau Papa secara fisik memang sudah bermain bersama anak, tetapi pikiran Mama masih tertuju pada ponsel atau pekerjaan Mama.

Perlu diketahui, anak juga akan merasakan jika Mama atau Papa tak benar-benar ada untuknya. Jika anak merasa demikian, maka akan lebih sulit bagi Mama untuk mengatasi stres yang ia rasakan.

Nah, Itu dia serba-serbi play therapy untuk atasi stres anak saat di rumah saja. Perlu diingatkan kembali bahwa menghidupkan situasi menyenangkan dan nyaman di rumah dapat menjadi permainan tersendiri bagi anak.

Jadi nggak perlu menyediakan mainan yang banyak untuk anak, dengan suara Mama dan Papa bernyanyi atau membunyikan sesuatu, itu sudah permainan untuk anak. Hadirlah untuk anak seutuhnya, bukan hanya fisik, tetapi perasaan, jiwa dan atensi untuk anak-anak bermain.

Tonton sesi lengkap pembahasan play therapy bersama Niesa di Popmama Parenting Academy yuk, Ma!

Selamat bermain bersama anak-anak di rumah ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.