Nah, teori selanjutnya berasal dari Jean Piaget, yaitu seorang filsuf, ilmuwan dan psikolog terkemuka asal negara Swiss.
Selain ketiga profesi di atas, Jean Piaget juga berperan sebagai ahli Biologi, lho, Ma!
Nama Jean Piaget menjadi terkenal karena penelitiannya tentang anak-anak. Maka dari itu, Jean Piaget akhirnya mencetuskan teori perkembangan kognitif yang banyak dikutip dan dijadikan acuan oleh para akademisi.
Dikutip dari jurnal berjudul Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Problematikanya pada Anak Usia Sekolah Dasar, yang dimaksud dengan perkembangan kognitif adalah tahapan perubahan dalam rentang hidup manusia untuk memahami, mengolah informasi, memecahkan masalah dan mengetahui sesuatu.
Dalam teori kognitifnya, Piaget menjelaskan definisi anak dan membagi perkembangan keterampilan kognitif manusia berdasarkan usia menjadi 4 tahapan, sebagai berikut:
Anak adalah individu yang aktif dan tumbuh berdasarkan dorongan-dorongan dirinya. Upaya anak untuk memahami dan bertindak terhadap dunianya disebut sebagai perkembangan kognitif yang terbagi menjadi:
Tahapan sensori (0-2 tahun)
Pada tahap ini, anak mulai bisa menggunakan panca inderanya untuk melihat, mendengar, bergerak, dan melakukan sentuhan. Masa ini sangat penting untuk Mama bisa membina perkembangan si Kecil untuk melatih kecerdasannya.
Menurut teori ini, jika anak usia 0-2 tahun sudah bisa memberikan respon perkataan orang dewasa, hal tersebut lebih bersifat karena terbawa kebiasaan. Anak belum mengeluarkan respons tersebut secara sadar dan dari hasil sebuah pikiran.
Tahap pra-operasional (2-7 tahun)
Anak mulai merepresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar, di tahap ini anak mulai mengalami peningkatan pemikiran simbolis.
Tahap operasi konkrit (7-11 tahun)
Pada fase ini, anak juga bisa berpikir secara logis dan mampu mengklasifikasikan benda-benda ke dalam bentuk-bentuk berbeda.
Kemampuan si anak untuk mengelompokkan sesuatu sudah muncul, namun kecakapan untuk memecahkan problem abstrak masih belum terampil.
Tahap operasi formal (11 tahun-dewasa)
Pada masa remaja, anak bisa berpikir dengan cara lebih abstrak, logis, dan idealis.
Tahap operasi formal ada pada rentang usia 11 tahun-dewasa. Pada fase ini dikenal juga dengan masa remaja. Remaja berpikir dengan cara lebih abstrak, logis, dan lebih idealis.