Diare pada Anak sering kali disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pencernaan.
Infeksi ini biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan dapat berlangsung beberapa hari sebelum sembuh.
Anak-anak, terutama balita, lebih rentan terkena diare jika memiliki daya tahan tubuh yang rendah, misalnya akibat kurangnya ASI eksklusif hingga usia enam bulan.
Namun, diare tidak hanya disebabkan oleh infeksi. Faktor lain seperti keracunan makanan, alergi, gangguan penyerapan nutrisi, efek samping obat-obatan, hingga lingkungan dengan sanitasi yang buruk juga berkontribusi pada risiko diare.
Dengan memahami penyebabnya, Mama dan Papa bisa mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi si Kecil.
Berikut Popmama.com telah merangkum 7 perilaku untuk mencegah diare pada Anak.
