Ingin Hidup Normal, Raffi Ahmad Curhat Alasan Rafathar Mogok Syuting

Rafathar sempat curhat kalau dirinya ingin bebas bermain tanpa ada kamera yang mengikuti

5 Oktober 2020

Ingin Hidup Normal, Raffi Ahmad Curhat Alasan Rafathar Mogok Syuting
Instagram.com/raffinagita1717

Kegemasan Rafathar kerap membuat penonton merasa senang melihatnya di layar kaca. Namun, diungkapkan oleh sang Papa, Raffi Ahmad bahwa ia sempat merasa bersalah karena Rafathar seolah dimanfaatkan.

Raffi menceritakan kebingungannya ini di podcast Deddy Corbuzier. Ia mengaku, selama tiga bulan ini sedang bingung karena Rafathar tidak mau syuting.

“Gue lagi bingung tiga bulan ini, gue lagi bingung banget. Gue enggak tahu mau bikin apa sama keluarga gue karena Rafathar, karena gue udah merasa ada alarm,” jelas Raffi yang dikutip di Youtube Deddy Corbuzier, Senin (5/10/2020).

Raffi kemudian mengungkapkan alasannya kenapa Rafathar tidak mau syuting lagi. Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkap mengenai curhat Raffi Ahmad soal Rafathar yang ingin hidup normal.

1. Raffi Ahmad merasa hancur karena pengakuan Rafathar

1. Raffi Ahmad merasa hancur karena pengakuan Rafathar
Instagram.com/riomotret

Baginya, beberapa bulan ini Rafathar menjadi alarm tersendiri mengenai jadwal syuting yang ia dan keluarga lakukan. Biasanya, Raffi dan Nagita selalu membagikan kehidupannya melalui vlog sehari-hari mereka.

Namun, belakangan ini Rafathar merasa kesal karena seolah-olah Raffi Ahmad selalu membawa kamera ketika bertemu dengannya.

"Gue lagi enggak tahu mau bikin apa karena Rafathar," tutur Raffi kepada Deddy Corbuzier dalam videonya.

Editors' Picks

2. Rafathar kesal karena Raffi selalu membawa kamera

2. Rafathar kesal karena Raffi selalu membawa kamera
Instagram.com/raffinagita1717

Ada satu perkataan Rafathar yang membuat Raffi Ahmad sedih. Raffi mengungkapkan suatu ketika anaknya tersebut mengungkapkan suatu hal yang tidak bisa ia percaya.

"Terus pas sudah selesai (syuting), Rafathar bilang ‘udah pa, puas? itu gue sedih banget," tutur Raffi.

Selain itu, Rafathar juga pernah mengungkapkan kalau ia tak suka jika Raffi bertemu dengannya tapi membawa kamera.

"Pernah dia protes 'bisa enggak sih Pa ketemu sama Aa itu enggak usah pakai kamera?'," ujar Raffi.

3. Pengakuan Rafathar membuat Raffi Ahmad sadar

3. Pengakuan Rafathar membuat Raffi Ahmad sadar
Instagram.com/raffinagita1717

Karena beberapa kejadian, Raffi pun sadar bahwa mungkin rengekan Rafathar tersebut tidak hanya karena ia tidak mood syuting. Dalam podcast dengan Deddy Corbuzier itu ada satu peristiwa yang membuat Raffi akhirnya sadar kalau Rafathar tidak suka diajak syuting.

Saat itu Rafathar harus syuting built-in, berkali-kali membujuk, Rafathar enggan. Padahal klien Raffi Ahmad saat itu sudah menunggu 3 jam.

Aa yuk bantuin papa yuk, ada built in, (dijawab) syuting nih? Aa tuh enggak suka syuting'" kata Raffi menirukan ucapan Rafathar.

Meski akhirnya Rafathar mau syuting, hal ini tentu membuat Raffi akhirnya sadar bahwa putranya itu tak bisa terus dipaksa untuk ikut syuting.

4. Rafathar curhat ke Raffi ingin didengar pendapatnya

4. Rafathar curhat ke Raffi ingin didengar pendapatnya
Instagram.com/raffinagita1717

Karena kejadian itu, Raffi sebagai orangtua tentunya sedih. Rupanya Rafathar juga ingin bebas bermain layaknya anak-anak lain tanpa ada kamera.

“Dari sana kita ngelepasin, jadi gue kalau ada klien dan ada Rafathar, gue anggep bonus aja deh," ujar Raffi.

Dikutip dari Raising Children, ada beberapa hal yang mendukung terjalinnya hubungan yang positif antara orangtua dan anak. Sebagai orangtua kita harus bisa memahami apa hal penting yang bermakna bagi anak. Karena hal ini menunjukkan bahwa sebagai orangtua, kita peduli dengan hal-hal yang penting bagi mereka, yang merupakan dasar untuk hubungan yang kuat.

  • Tunjukkan penerimaan, biarkan anak bebas dan cobalah untuk tidak memberikan arahan kepadanya sepanjang waktu. 
  • Selalu perhatikan apa yang anak lakuakn dan komentar yang keluar dari mulutnya.
  • Cobalah untuk mendengarkan perasaan anak yang sebenarnya.
  • Perhatikan apa yang anak lakukan. Misalnya, ketika anak hanya diam tapi dia mondar-mandir di dapur mungkin hanya ingin berada di dekat orangtuanya. Tawarkan pelukan akan sangat membantu.
  • Memberi kesempatan anak untuk memimpin. Misalnya, dengan menanggapi apa yang ia katakan atau dilakukan anak.
  • Dukung ide anak dengan berdiskusi dari hal-hal kecil. Misalnya, jika anak memutuskan untuk merencanakan makan keluarga disuatu tempat maka orangtua bia mendukung ide tersebut sesekali.
  • Ketika anak mengungkapkan pendapatnya, orangtua dapat menggunakan komunukasi sebagai cara untuk mempelajari lebih lanjut tentang pikiran dan perasaan anak, bahkan jika ia memiliki pendapat berbeda.

5. Dianggap memanfaatkan Rafathar, ini penjelasan Raffi Ahmad

5. Dianggap memanfaatkan Rafathar, ini penjelasan Raffi Ahmad
Instagram.com/riomotret

Karena sering sekali menggunakan Rafathat sebagai konten Youtube, Raffi Ahmad sempat dituduh memanfaatkan Rafathar. Namun, ia menjelaskan justru ia membuat konten itu juga untuk Rafathar karena ia adalah bagian dari Raffi sendiri.

"Sebenarnya gue nggak ngejual Rafathar, karena Rafathar itu part of gue. Gue itu cuma pengin mengabadikan dia, masa kecilnya," ucap Raffi.

Konten tersebut pun tak disangka disukai banyak orang.

Hingga akhirnya ia pun mengusung konten keluarga di kanal Youtube-nya. Karena saat ini Rafathar sudah bertambah besar, ia juga punya pendapat sendiri. Karenanya, Raffi juga berusaha untuk mengembangkan konten lain selain kehidupan keluarganya.

"Ya sekarang kita coba kembangkan yang lain," tutur Raffi.

Itulah tadi cerita Raffi Ahmad mengenai Rafathar yang tidak suka selalu disorot kamera. Sebagai anak-anak, Rafathar merasa ia ingin memiliki kehidupan yang normal dan bisa bermain bebas tanpa ada kamera. Karena hal ini, Raffi pun menjelaskan bahwa ia tidak pernah sekalipun ingin memanfaatkan Rafathar.

Semoga keluarga Raffi dan Nagita bisa terus bahagia ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.