Masuki Tahun Ajaran Baru, Ini Syarat Masuk PPDB untuk TK dan SD 2020

Untuk Mama yang ingin mendaftarkan anak sekolah, perhatikan syarat-syarat berikut ini, ya!

18 Desember 2019

Masuki Tahun Ajaran Baru, Ini Syarat Masuk PPDB TK SD 2020
pixabay.com/RamadhanNotonegoro

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 melalui Permendikbud Nomor 44 tahun 2019.

Permendikbud tersebut telah ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim pada 10 Desember 2019 yang lalu.

Selain masih digunakannya sistem zonasi, Permendikbud juga mengatur syarat masuk menjadi peserta didik baru untuk jenjang TK, SD, SMP dan SMA atau SMK.

Secara khusus, pasal 4 dan 5 Permendikbud Nomor 44 ini mengatur tentang persyaratan masuk untuk jenjang TK dan SD pada PPDB 2020.

Agar lebih detil, berikut penjelasan lengkapnya:

Syarat Calon Siswa TK PPDB 2020

Syarat Calon Siswa TK PPDB 2020
Freepik/Rawpixel.com

Persyaratan calon peserta didik baru pada TK adalah:

  • Berusia 5 (lima) tahun atau paling rendah 4 (empat) tahun untuk kelompok A.
  • Berusia 6 (enam) tahun atau paling rendah 5 (lima) tahun untuk kelompok B. 

Syarat Calon Siswa SD PPDB 2020 

Syarat Calon Siswa SD PPDB 2020 
Freepik/free photo

Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD meliputi:

  • Berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun.
  • Paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
  • Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun.
  • Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis. 
  • Bukti potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis calon siswa harus dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. 
  • Bila rekomendasi psikolog profesional tidak tersedia maka rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru sekolah.

Selain memerhatikan syarat masuk PPDB untuk jenjang TK dan SD tahun 2020, orangtua juga harus memerhatikan hal-hal penting sebelum memilih sekolah anak.

Agar lebih jelas, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa hal yang harus diperhatikan.

Editors' Picks

1. Jarak dengan rumah dan akses

1. Jarak rumah akses
discountschoolsupply.com

Kualitas memang harus menjadi pertimbangan besar dalam memilih sekolah untuk anak. Namun, Mama juga harus realistis.

Pastikan anak memiliki akses yang mudah menuju sekolah yang dipilih. Percuma saja apabila sekolah yang dipilih berkualitas tetapi jaraknya terlalu jauh dari rumah atau kesulitan mengaksesnya karena kemacetan yang fatal.

Jika sudah begitu, anak pun terpaksa harus bangun amat pagi. Mama juga harus lebih repot menyiapkan keperluannya sejak pagi buta dan hal tersebut akan membuat anak menjadi mudah mengantuk di sekolah.

Jadi, pilihlah sekolah yang kualitasnya baik tetapi aksesnya cukup mudah untuk anak.

2. Perhatikan kemampuan finansial

2. Perhatikan kemampuan finansial
Pexels/Pixabay

Siapa yang tidak mau menyekolahkan anak-anak di sebuah sekolah dengan fasilitas unggulan, guru-guru yang amat berpengalaman, serta akses yang besar menuju teknologi terkini?

Namun, Mama juga harus memperhatikan kemampuan finansial. Memang betul, orangtua harus memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi jangan sampai Mama memaksakan diri untuk menyekolahkan anak di sekolah mahal sampai harus berhutang kemana-mana.

Hal tersebut justru akan menghancurkan anak di masa depan. Jadi, pilihlah sekolah yang memang sesuai dengan kemampuan finansial.

Ingat, sekolah bukan hanya sekadar masalah gengsi semata tetapi terkait kenyamanan bagi anak dan orangtua.

3. Lihat budaya dan lingkungan di sekolah

3. Lihat budaya lingkungan sekolah
Pixabay/stokpic

Sebelum memasukkan anak ke sebuah sekolah, amati terlebih dahulu lingkungan dan budaya di sekolah tersebut.

Bagaimanakah perilaku guru terhadap para murid? Bagaimana interaksi antar murid? Apakah ada tindakan perundungan atau bullying di sekolah tersebut dan bagaimana cara mengatasinya?

Apabila Mama merasa kurang nyaman dengan budaya di sebuah sekolah, lebih baik jangan masukkan anak-anak ke sekolah tersebut karena bisa saja anak-anak akan mengalami ketidakcocokan di sana dan mengganggu proses belajar mengajarnya.

Ini adalah tips memilih sekolah yang seringkali dilupakan padahal sangat penting untuk perkembangan psikologis anak.

4. Perhatikan infrastruktur dan fasilitas

4. Perhatikan infrastruktur fasilitas
Pexels/Pragyan Bezbaruah

Kelengkapan fasilitas dan infrastruktur di sekolah juga penting untuk pendidikan anak.

Jadi, pastikan Mama memilih sekolah dengan infrastruktur yang memadai dan juga dengan fasilitas yang cukup atau bahkan sangat optimal untuk menunjang perkembangan anak.

Ingat, kebersihan sekolah sangat penting untuk diperhatikan karena sekolah yang kotor akan membuat anak mudah sakit.

5. Perhatikan kesesuaian sekolah dan pendidikan keluarga

5. Perhatikan kesesuaian sekolah pendidikan keluarga
livestrong.com

Saat anak-anak mulai menduduki bangku sekolah, tanggung jawab pendidikan yang terbesar berpindah pada para guru. Namun, bukan berarti orangtua dapat melepas begitu saja pendidikan anak-anaknya.

Semua sekolah tentunya memiliki keunggulannya masing-masing. Hanya saja, tidak semua sekolah cocok dengan pendidikan di rumah.

Perhatikan, apakah sebuah sekolah memiliki sistem pendidikan dan juga karakter yang sama dengan apa yang dianut oleh keluarga?

Apabila karakter pendidikan dari sekolah itu sangat berbeda dengan karakter keluarga, ada potensi terjadi bentrok antara anak dan juga anggota keluarga.

Jadi, pastikan Mama memilih sekolah dengan karakter pendidikan yang sama dengan karakter keluarga.

Itulah beberapa syarat masuk PPDB untuk TK dan SD tahun 2020 beserta tips memilih sekolah yang tepat untuk anak. 

Semoga bermanfaat dan dapat menjawab segala pertanyaan Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.