Seorang dokter spesialis paru-paru berkebangsaan Austria, Profesor Friedrich Bischinger menyatakan memakan kotoran hidung adalah cara bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Secara medis, hal ini masuk akal kok, Ma. Dalam sistem kekebalan tubuh, hidung berperan sebagai filter yang mengumpulkan banyak bakteri. Saat campuran ingus dan bakteri itu sampai di usus, itu akan bekerja seperti obat.
Sementara, dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal American Society for Microbiolgy, memakan ingus juga bisa mencegah bakteri menempel pada gigi, melawan infeksi pernapasan, tukak lambung, dan HIV.
Jadi, bicara boleh atau nggak soal mengupil dan memakan kotoran hidung, kembali pada Mama.
Secara sosial, perilaku tersebut jelas kurang elok dan sopan jika dilakukan di tempat umum. Mama perlu mengarahkan si Kecil soal perilaku mengupil ini, kapan boleh dan tidak boleh.
Namun, jika si Kecil sungguh penasaran mencicipi rasa ingus atau kotoran hidungnya sendiri, biarkan saja ia mencobanya.
Asal nggak keseringan ya, Ma! Lebih penting lagi, ingatkan anak untuk selalu cuci tangan setiap usai mengupil, terutama sebelum makan atau memegang benda lain.