Tengah Berduka, Anak Ini Dapat Doa dan Santunan sebagai Bentuk Dukungan

- KD diduga tewas setelah dikeroyok warga usai dituduh mencuri ayam aduan di Baturiti, Tabanan, Bali, pada 24 Juli 2026; polisi masih mendalami keterlibatan pihak terkait.
- Video putri bungsu KD menangis histeris dan memanggil ayahnya saat jenazah tiba di rumah duka viral, menyoroti dampak kehilangan terhadap kedua anak korban.
- Bantuan bagi keluarga mengalir, termasuk deposito Rp50 juta, bahan pokok, serta pendampingan sosial dan pendidikan dari pemerintah daerah untuk keberlanjutan sekolah anak-anak KD.
Video seorang anak yang menangis histeris sambil memanggil ayahnya belakangan ini menjadi perhatian publik di media sosial.
Tangisan pilu tersebut terjadi saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka setelah meninggal dunia dalam kasus dugaan pencurian ayam yang berujung aksi main hakim sendiri di Kabupaten Tabanan, Bali.
Momen tersebut menyentuh hati banyak orang.
Tak sedikit warganet yang mengaku ikut sedih melihat kepedihan anak yang harus kehilangan sosok ayah secara tragis.
Seiring viralnya video itu, perhatian masyarakat pun tak hanya tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan, tetapi juga pada nasib keluarga, khususnya anak-anak korban yang kini ditinggalkan.
Berikut Popmama.com telah merangkum kronologi mengenai kasus tersebut.
1. Kronologi dugaan pencurian ayam yang berujung korban tewas

TikTok.com/alugoro424 Kasus ini bermula ketika seorang pria berinisial KD diduga mengambil seekor ayam aduan milik warga di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026).
Setelah dipergoki warga, KD diduga menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal dunia.
Video yang kemudian viral memperlihatkan putri bungsunya menangis histeris saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka dan terus memanggil ayahnya.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian luas karena bukan hanya menyangkut dugaan tindak pencurian, tetapi juga dugaan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Hingga kini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan telah melakukan proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.
2. Anak menangis histeris menjadi sorotan publik

TikTok.com/ekaastiputra Kasus ini semakin menyita perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan putri korban menangis histeris beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, anak perempuan itu tampak terus menangis saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka.
Ia terlihat beberapa kali memanggil ayahnya dengan suara lirih sambil berusaha mendekati peti jenazah. Momen tersebut mengundang rasa haru dari banyak netizen.
Tak sedikit yang mengaku ikut menangis setelah melihat kesedihan sang anak yang harus kehilangan ayahnya secara mendadak.
Video itu pun dengan cepat tersebar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Di balik viralnya video tersebut, banyak orang berharap perhatian masyarakat tidak berhenti pada rasa iba semata.
Berbagai komentar juga berisi doa, dukungan moral, serta harapan agar anak-anak korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang dibutuhkan untuk melewati masa-masa sulit setelah kehilangan sosok ayah.
3. Berbagai pihak menyoroti aksi main hakim sendiri

TikTok.com/detektif_abalabal Kasus yang menimpa KD tidak hanya menyita perhatian karena video tangis sang anak yang viral, tetapi juga memunculkan diskusi luas mengenai praktik main hakim sendiri.
Banyak pihak menilai bahwa apa pun dugaan pelanggaran yang dilakukan seseorang, penyelesaiannya tetap harus melalui proses hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan kekerasan.
Sejumlah tokoh masyarakat, anggota legislatif, hingga pejabat daerah turut menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut.
Mereka menegaskan bahwa aksi main hakim sendiri dapat berujung pada hilangnya nyawa dan menimbulkan dampak yang jauh lebih luas, termasuk meninggalkan trauma bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu, kasus ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum seharusnya diserahkan kepada aparat berwenang agar setiap orang tetap memperoleh proses hukum yang adil.
Perhatian juga datang dari berbagai kalangan di media sosial. Banyak netizen mengungkapkan rasa sedih setelah melihat kondisi anak korban yang kehilangan ayahnya.
4. Bantuan dan santunan mengalir untuk keluarga korban

YouTube.com/KANG DEDI MULYADI CHANNEL Setelah video tangis putri KD menyebar luas di media sosial, gelombang simpati dari masyarakat pun terus berdatangan.
Salah satu bantuan yang menjadi perhatian publik datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui timnya, ia memberikan deposito senilai Rp50 juta yang diperuntukkan bagi masa depan anak korban.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal pendidikan sehingga anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada keluarga korban.
Bantuan tersebut terdiri dari 50 kilogram beras, 30 dus mi instan, 200 liter minyak goreng, dan 25 kilogram telur untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Tak hanya bantuan materi, perhatian juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Buleleng menugaskan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk mendampingi keluarga korban, termasuk mengupayakan keberlanjutan pendidikan anak-anak KD.
Besarnya perhatian masyarakat ini menunjukkan bahwa banyak orang berharap istri dan kedua anak KD tetap mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kehidupan setelah kehilangan orang yang mereka cintai.
5. Kondisi anak-anak korban menjadi perhatian banyak pihak

TikTok.com/aisarkhaledd Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, perhatian publik juga tertuju pada kondisi kedua anak KD yang harus kehilangan ayah mereka secara mendadak.
Momen ketika putri korban menangis histeris di rumah duka menjadi pengingat bahwa anak-anak sering kali menjadi pihak yang turut merasakan dampak paling besar dari sebuah peristiwa tragis, meski tidak terlibat secara langsung.
Berbagai pihak berharap kedua anak tersebut mendapatkan pendampingan yang memadai, baik dari keluarga besar maupun pemerintah.
Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, dukungan psikologis dinilai tak kalah penting agar anak-anak dapat melewati masa berkabung dengan lebih baik.
Kehilangan orangtua dalam situasi yang penuh tekanan berpotensi menimbulkan luka emosional yang membutuhkan waktu dan pendampingan untuk dipulihkan.
Perhatian terhadap masa depan anak-anak korban juga terlihat dari berbagai bantuan yang diberikan. Selain adanya bantuan pendidikan, pemerintah daerah bersama dinas terkait disebut akan mendampingi keberlanjutan sekolah anak-anak KD agar mereka tetap dapat mengenyam pendidikan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik meski tengah menghadapi cobaan besar.
Semoga proses hukum dapat berjalan secara adil, sementara keluarga yang ditinggalkan memperoleh pendampingan serta bantuan yang dibutuhkan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap tindakan kekerasan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga meninggalkan luka yang mendalam bagi anak dan keluarga yang ditinggalkan.







-27LNYaQ6tCEfrlaGfeEUiuCg3KJdNhk9.jpg)
-ZgcPATonC2V5p2qME1G5yZ3tUaHfuWZ4.jpg)










